VIVAnews Forums
Welcome to VivaForum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 11 August 2012, 14:19
prodamai's Avatar
New Member
 
Join Date: Jul 2012
Location: 20
Posts: 95
Thanks: 0
Thanked 5 Times in 4 Posts
prodamai super top memberprodamai super top memberprodamai super top memberprodamai super top memberprodamai super top memberprodamai super top memberprodamai super top memberprodamai super top memberprodamai super top memberprodamai super top memberprodamai super top member
Default Mushaf Al-Qur’an Berwarna Dipermasalahkan Beberapa Ulama Saudi Arabia

Mushaf Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang terus terjaga hingga akhir zaman. Untuk mempermudah membacanya, beberapa inovasi dilakukan oleh ummat. Kalau di zaman dulu misalnya huruf hija’iyyah tidak memiliki titik, maka pada masa Bani Umayyah tulisan al-Qur’an di Mushaf diberi titik. Lalu timbul pula inovasi memberi bari pada huruf agar tidak terjadi kesalahan baca.

Seiring kemajuan zaman, inovasi semacam ini terus berkembang. Bila sekarang kita pergi ke toko-toko buku untuk membeli mushaf, akan kita temukan berbagai ragam Mushaf dengan inovasi bermacam-macam: ada Al-Qur’an dengan tulisan berwarna aneka ragam untuk mempermudah tajwid, ada yang mewarnai Lafaz Jalalah dengan warna tertentu, ada mewarnai nama-nama para Nabi, ada yang dilengkapi sarana digital dan lain sebagainya.

Namun, inovasi semacam ini ternyata mengundak kotroversi beberapa ulama kontemporer, khususnya di Saudi Arabia. Rabu lalu (08/08/2012), harian Al-Qabas terbitan Kuwait memuat berita yang menyatakan bahwa beberapa ulama di Saudi Arabia mengajak umat untuk memboikot dan tidak membeli al-Qur’an warna-warni yang banyak beredar di kawasan Teluk tersebut (di Indonesia juga banyak)!

Syaikh Mohammad A. Al-Areefe dalam sebuah tweetnya di Twitter menulis: “

ظهرت مصاحف ملونة بأشكال غريبة.. هذا يلون أسماء الله وهذا أسماء الأنبياء وأسماء المدن وهذا لكل جزء لون، والقادم أدهى، أرجوكم كفوا عن اللعب بقرآننا.

“Saat ini banyak bermunculan mushaf-mushaf berwarna dengan bentuk-bentuk yang aneh… Ada yang mewarnai Asma Allah, ada pula yang mewarnai nama-nama para nabi, nama-nama kota. Ada juga yang mewarnai setiap juz dengan warna yang berbeda. Ke depan entah bagaimana lagi. Saya mohon, berhentilah bermain-main dengan al-Qur’an kita!”


Dalam tweetnya yang lain, ulama kelahiran tahun 1970 ini menulis:

مصاحف باللون الأحمر! وأخرى وردي! وأصفر! و«مدري أيش»! وكل واحد يختار وفق ذوقه! أرجوكم لا تشتروها

“Mushaf zaman sekarang ada yang berwarna merah! Ada yang pink! Kuning! dan <<entah warna apa lagi>>! Semua orang memilih warna sesuai seleranya! Saya mohon, jangan beli mushaf yang berwarna-warni ini!”


Sementara itu, Syaikh Abdurrahman Al-Barrak, mantan pengajar di di Universitas al-Imam Muhammad Bin Su’ud al-Islamiyah dalam sebuah fatwanya mengatakan:

هذا عمل محرم، لأنه عبث بكتاب الله عز وجل، يجعل حروفه وكلماته للزخارف كما تزخرف الحيطان والثياب

“Perbuatan ini (membut tulisan mushaf warna warni) adalah perbuatan haram. Sebab ini termasuk mempermainkan kitab Allah Swt. Hal ini akan menjadikan huruf-huruf Al-Qur’an hanya sebagai objek hiasan seperti yang diperbuat orang terhadap dinging dan kain”.

Bahkan, dikutip dari portal Al-Sharq dan harian al-Qabas, ulama sepuh menyarankan kepada orang yang memiliki mushaf semacam ini untuk membakar mushaf tersebut.

Ulama lain dari Uni Emirat Arab, Syaikh Dr. Muhammad Ghaits Al-Ghaits yang ditanya oleh seseorang via akun twitter beliau tentang boleh tidaknya membeli mushaf berwarna-warni ini, beliau menjawab via twitter:

هذا لا يصح، الزخرفة مذمومة شرعاً وتنافي مقصود التلاوة

“Tidak boleh! Menghias (mushaf semacam ini) dicela dalam syari’at dan tidak sesuai dengan tujuan tilawah al-Qur’an”.

Imbauan para ulama ini kontan mendapat respon bermacam-macam dari masyarakat. Sebagian menyetujui imbauan tersebut. Sementara ada juga yang tidak mempersoalkan. Salah seorang pembaca al-Qabas misalnya menulis dalam komentarnya bahwa beberapa manuskrip al-Qur’an kuno sudah ada yang berwarna, dan tidak ada yang mempermasalahkan hal tersebut. Wallahu A’lam.

Bagaimana pandangan anda…???

SUMBER
Reply With Quote
  #2  
Old 11 August 2012, 14:23
grobakz's Avatar
Platinum Member
 
Join Date: Mar 2011
Location: purwokerto
Posts: 13,999
Thanks: 5
Thanked 168 Times in 145 Posts
grobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top member
Default

banyakk proo dan kontranya ya gann
Reply With Quote
  #3  
Old 11 August 2012, 18:02
evanbastian's Avatar
Platinum Member
 
Join Date: Apr 2011
Posts: 18,816
Thanks: 0
Thanked 204 Times in 182 Posts
evanbastian super top memberevanbastian super top memberevanbastian super top memberevanbastian super top memberevanbastian super top memberevanbastian super top memberevanbastian super top memberevanbastian super top memberevanbastian super top memberevanbastian super top memberevanbastian super top member
Default

sepertinya salah kamar gan
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Tags
mushaf

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 15:36.