VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 27 October 2010, 13:36
de_martinz's Avatar
Silver Member
 
Join Date: May 2010
Location: BelanDa [ Belakang Dapur ]
Posts: 0
Thanks: 177
Thanked 58 Times in 28 Posts
de_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top member
Default Inilah Pelarian Terhebat Sepanjang Sejarah Kepolisan

Inilah Pelarian Terhebat Sepanjang Sejarah Kepolisan



Quote:
5. Dieter Denglerís Prison Camp Escape

Spoiler:

Dieter Dengler adalah seorang Jerman-amerika, pilot Angkatan Laut Amerika yang terkenal karena berhasil melarikan diri dari kamp penjara selama Perang Vietnam di sebuah penjara di hutan. Pada awal 1966, pesawat Dengler ditembak jatuh oleh pesawat anti api di Laos, dan ia ditangkap dan dikirim ke kamp penjara yang dikelola oleh Pathet Lao, sekelompok simpatisan Vietnam Utara. Dengler telah mendapatkan reputasi karena kemampuan luar biasa untuk melarikan diri dari kamp-kamp POW, pura-pura selama pelatihan militer, dan ia langsung berkontribusi merencanakan para tahanan harus membuat dirinya kabur. Pada 29 Juni 1966, ia dan enam tahanan lainnya berhasil melarikan diri. Setelah memacu turun tiga penjaga, Dengler melarikan diri ke hutan lebat.
Akhirnya ia menghabiskan 23 hari di hutan dan tahan dengan sengatan panas, serangga, lintah, parasit, dan kelaparan sebelum diselamatkan oleh helikopter Amerika. Hanya satu dari tahanan lain, seorang kontraktor Thailand, selamat dari pelarian ini. Yang lainnya tewas atau hilang di hutan. Dengler akan terus menjadi pilot penguji yang sukses di tahun-tahun berikutnya, dan sampai hari ini ia dikreditkan sebagai satu-satunya tentara Amerika yang berhasil melarikan diri dari kamp penjara selama Perang Vietnam.


4. Escape From Alcatraz

Spoiler:
Pada tahun 1962, Frank Morris, Clarence dan John Anglin menggunakan bulan perencanaan dengan cermat untuk melarikan diri dari penjara prototipikal. Trio yang ditahan di penjara yang terkenal di Pulau Alcatraz di San Francisco, yang dicadangkan untuk penjahat yang paling keras dan dianggap sebagai salah satu penjara yang paling susah untuk melarikan diri. Orang-orang menggunakan serangkaian alat termasuk bor dirakit dari penyedot debu menjauh motor chip di beton penuaan sel-sel mereka dan membuatnya ke sebuah lubang ventilasi.
Mereka kemudian membuat mereka menuruni cerobong asap ke pantai, di mana mereka dengan cepat mengumpulkan rakit buatan tangan dan melarikan diri ke San Fransisco Bay. Pelarian mereka tidak disadari sampai keesokan paginya, ketika orang-orangan yang dibuat olehnya sebuah kepala boneka dari sabun, rambut manusia, dan kertas toilet agar terlihat seperti mereka tidur di tempat tidur mereka. Orang-orang itu tidak pernah mendengar kabar lagi, dan banyak bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka tenggelam di teluk, tetapi tidak ada tubuh yang pernah ditemukan.


3. The Maze Prison Escape
Spoiler:
Salah satu penjara paling kejam, Prison break Maze terjadi pada tahun 1983, ketika 35 napi melarikan diri setelah mengambil kendali dari penjara dengan kekerasan. The Maze ini diperuntukkan bagi paramiliter Tentara Republik Irlandia kombatan dan teroris, dan dianggap sebagai salah satu yang paling tak terhindarkan penjara di seluruh Eropa. Tapi setelah beberapa bulan perencanaan, sekelompok tahanan yang dipimpin oleh anggota IRA Gerry Kelly dan Bobby Storey menguasai seluruh cellblock dengan menggunakan senjata yang telah diselundupkan ke penjara.
Setelah melukai beberapa penjaga dan mencuri seragam mereka, para tahanan membajak mobil dan mengambil alih pos jaga di dekatnya, tetapi ketika mereka tidak bisa melewati gerbang utama, para pria melompat pagar dan kabur dengan berjalan kaki. Semua mengatakan, 35 orang melarikan diri dari penjara, enam belas di antaranya ditangkap kembali segera setelah dua puluh penjaga terluka.



2. Billy Hayesí Escape From Turkish Prison
Spoiler:
Billy Hayes adalah seorang mahasiswa Amerika yang ditahan pada tahun 1970 ketika ia mencoba menyelundupkan dua pon hash ke pesawat di Turki. Setelah tertangkap, ia dijatuhi hukuman tiga puluh tahun di penjara Turki yg mempunyai sistem keras. Hayes Sagmilicar bekerja keras di Penjara selama lima tahun, tapi ia akhirnya dipindahkan ke sebuah pulau penjara di Laut Marmara, dan di sini ia mulai serius merencanakan utk melarikan diri. Pulau itu tidak ada perahu, tapi dekat pelabuhan dan ada kapal-kapal nelayan kecil setiap kali ada badai yang kuat.
Hayes menghabiskan berhari-hari bersembunyi di bin beton, dan ketika waktunya tepat, ia berenang ke pelabuhan dan mencuri sampan kecil. Dari sini, ia mampu membuat jalan ke Yunani, dan akhirnya perjalanan setengah keliling dunia sebelum tiba dengan selamat kembali di Amerika Serikat.
Hayes kemudian menulis sebuah buku tentang siksaan yang disebut Midnight Express, yang diadaptasi menjadi sebuah film fiksi dengan nama yang sama.


1. The Great Escape
Spoiler:
Untuk sebuah perencanaan belaka, risiko, dan skala, lolos dari penjara tidak akan jauh lebih kompleks daripada 1944 melarikan diri dari 76 tentara Sekutu dari Stalag Luft III, sebuah penjara Jerman selama Perang Dunia II yang beroperasi. Melarikan diri adalah puncak dari lebih dari satu tahun kerja oleh sekitar 600 tahanan.
Orang-orang menggali tiga terowongan (dijuluki "Tom," "Dick," dan "Harry") 30 kaki di bawah permukaan penjara dengan rencana tunneling melewati pagar utama dan muncul ke permukaan di dekat hutan. Hal ini membutuhkan proses konstruksi yang canggih yang meliputi penggunaan blok kayu untuk dukungan, serangkaian lampu, dan bahkan sebuah pompa untuk memastikan para serdadu menggali telah cukup untuk bisa bernapas. Setelah mengumpulkan koleksi pakaian sipil dan paspor, pada 24 Maret 1944 membuat mereka melarikan diri.
Sayangnya, terowongan pendek juga datang dari hutan, dan muncul dari sana para penjaga. 76 orang masih berhasil melarikan diri, tetapi 77 itu melihat dan terowongan ditutup. Nazi mengambil minat khusus dalam tahanan melarikan diri, dan semua kecuali tiga akhirnya tertangkap. Namun, berkat popularitas berdasarkan film terkenal itu, juga sebagai skala dan keberanian, "Great Escape" tetap menjadi salah satu yang paling terkenal, pelolosan diri dari penjara sepanjang masa.
Moga-moga gak repost deyh

Last edited by de_martinz; 27 October 2010 at 13:56.
Reply With Quote
  #2  
Old 27 October 2010, 13:36
de_martinz's Avatar
Silver Member
 
Join Date: May 2010
Location: BelanDa [ Belakang Dapur ]
Posts: 0
Thanks: 177
Thanked 58 Times in 28 Posts
de_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top member
Default

Inilah Pelarian Terhebat Sepanjang Sejarah Kepolisan


Quote:
6. Pascal Payet’s Helicopter Escapes

Spoiler:
Banyak penjara di Eropa telah mempunyai pusat pelatihan heli di atap mereka, sebuah figur kriminal Perancis Pascal Payet telah berulang kali menggunakan keuntungannya. Payet awalnya dipenjara untuk pembunuhan yang terjadi selama perampokan yang gagal pada mobil van keamanan, dan dihukum tiga puluh tahun di Perancis's Luynes Penjara. Pada tahun 2001, ia berhasil melarikan diri ketika seorang kaki tangan hanya mengangkatnya dari atap penjara dengan helikopter yang dibajak. Payet bahkan kembali ke penjara dua tahun kemudian dengan helikopter lain dan melanjutkan untuk membantu tiga tahanan lain membuat mereka melarikan diri, tetapi keempat pria itu ditangkap kembali, dan Payet diberi tujuh tahun penjara atas perannya dalam pelarian dari penjara. Hebatnya, pada tahun 2007 Payet lagi2 melarikan diri melalui helikopter, kali ini dari Grasse penjara di tenggara Perancis. Dia diangkat dari atap oleh empat kaki bertopeng yang telah membajak sebuah helikopter dari bandara terdekat dengan mengancam untuk membunuh pilot. Setelah mendarat di dekat Laut Tengah, pilot dirilis, dan Payet dan antek-anteknya menghilang tanpa jejak.


7. Casanova’s Escape from the Leads
Spoiler:
seorang penulis venesia dan petualang Giacomo Casanova dikenang karena menjadi seorang wanita laki-laki, tetapi ia juga bertanggung jawab terhadap salah satu pelarian hebat dari penjara besar sepanjang masa. Pada tahun 1753, setelah mendapatkan reputasi untuk pesta pora dan perzinahan, Casanova ditangkap dan dipenjara di leads, dinamakan demikian karena dilengkapi dengan atap timah yang dirancang untuk mendorong gerah dan membuatnya tidak mungkin melarikan diri. Setelah penyelundupan spike logam ke dalam sel, Casanova dan imam murtad terbatas berhasil mendekati terowongan melalui langit-langit sel mereka. Setelah melalui, mereka membongkar piringan di atap dan masuk ke ruangan lain melalui sebuah jendela atap. Menggunakan kombinasi dari tangga dan tali, duo ini berhasil membuatnya sampai ke lantai dasar, dan setelah memecahkan kunci dan menyelinap melalui lorong-lorong penjara, mereka melarikan diri dengan gondola ke jaringan kota sungai. Casanova kemudian menulis tentang pelarian dalam memoar yang populer, dan meskipun banyak yang telah berspekulasi bahwa mungkin cerita dibumbui, bukti dari tempat kejadian tampaknya memang benar.


8. The Libby Prison Escape

Spoiler:
Richmond, Virginia's. Penjara Libby adalah salah satu penjara yang paling terkenal dari Perang Saudara, tetapi juga merupakan situs salah satu konflik yang paling berani melarikan diri. Pada tahun 1864, sekelompok dari 15 Uni tentara di bawah pimpinan Kolonel Thomas E. Rose dan Mayor AG Hamilton berhasil membuat terowongan melalui penjara ruang bawah tanah ke sebuah tanah kosong. Ini bukan tugas yang mudah, seperti ruang bawah tanah Libby gelap dan penuh kutu, ruang bawah tanah kepada orang-orang yang dikenal sebagai "Rat Neraka," tapi setelah tujuh belas hari menggali, mereka tiba di gudang tembakau di dekatnya. Dari sini, 109 tentara berhasil melarikan diri ke kota Richmond dan membuat kabur garis Uni di dekatnya. 48 dari orang-orang itu ditangkap kembali, dan 2 tenggelam di sebuah sungai terdekat, tetapi 59 orang berhasil selamat dari pasukan Federal. Pelarian mereka dari penjara merupakan yang paling berhasil dan paling sukses mematahkan Perang Saudara.


9. Dillinger’s County Jail Escape

Spoiler:
bandit legendaris era 30an, John Dillinger terlibat dalam sejumlah kekerasan sering luput dari penjara. Pada tahun 1933, ia dan geng insinyurnya yang berani melarikan diri dari sebuah penjara di Lima, Ohio. diselundupkan setelah mereka menggunakan senapan untuk menembak mati dua penjaga. Tapi Dillinger lolos. paling terkenal dari semua datang pada tahun 1934, setelah ia ditangkap setela merampok sejumlah bank terkenal di heists. Dillinger dimasukkan dalam "pelarian-bukti" Lake County Jail, sebuah penjara yang dijaga oleh sepasukan polisi dan pasukan Garda Nasional. Dalam apa yang telah menjadi semacam legenda, Dillinger dikatakan telah membuat pistol palsu dari sabun dan menggunakannya untuk membuat jalan keluar dari penjara. Dalam khas gaya kurang ajar, ia kemudian mencuri Sheriff Ford baru dan membuatnya melarikan diri ke Illinois. Ironisnya, justru langkah ini- dengan mengendarai kendaraan curian di garis-negara yang mendapati FBI mengikuti jejaknya dan akhirnya menyebabkan kematiannya.


10. Gerard’s Tower Of London Escape
Spoiler:
Yohanes Gerard adalah seorang imam Yesuit abad keenam belas yang dikenang sebagai satu-satunya orang yang pernah melarikan diri dari Menara London terkenal. Gerard diletakkan di Menara untuk melaksanakan misi keagamaan selama waktu ketika Gereja Katolik berada di bawah penindasan Elizabeth di Inggris. Dia sering mengalami interogasi, dan meskipun tidak pernah melanggar bahkan di bawah penyiksaan, ia akhirnya dihukum mati. Gerard segera mulai merencanakan untuk melarikan diri, dan mampu berkomunikasi dengan sekutu di luar, selundupan melalui catatan yang ditulis dalam tinta yang tidak terlihat terbuat dari jus jeruk. Setelah satu usaha gagal, Gerard mampu untuk melarikan diri ketika beberapa kaki mendayung perahu ke Menara parit dan berhasil mendapatkan tali ke arahnya. Gerard hampir jatuh ke kematiannya karena tangannya begitu terluka dari penyiksaan, tapi ia berhasil naik ke perahu dan diselundupkan keluar dari Inggris untuk menjalani sisa hidupnya di Roma.
Sumber

Last edited by de_martinz; 27 October 2010 at 14:01.
Reply With Quote
  #3  
Old 27 October 2010, 14:03
cwitcuit's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Jun 2010
Location: banjarmasin
Posts: 1,062
Thanks: 70
Thanked 46 Times in 19 Posts
cwitcuit super top membercwitcuit super top membercwitcuit super top membercwitcuit super top membercwitcuit super top membercwitcuit super top membercwitcuit super top membercwitcuit super top membercwitcuit super top membercwitcuit super top membercwitcuit super top member
Default

wow .. yg no 1 & 4 keknya seru tuh ..
__________________
[SIGPIC][/SIGPIC]
.. ting ..
Reply With Quote
  #4  
Old 27 October 2010, 15:04
Ajengmaniez's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Apr 2010
Posts: 3,195
Thanks: 15
Thanked 17 Times in 7 Posts
Ajengmaniez super top memberAjengmaniez super top memberAjengmaniez super top memberAjengmaniez super top memberAjengmaniez super top memberAjengmaniez super top memberAjengmaniez super top memberAjengmaniez super top memberAjengmaniez super top memberAjengmaniez super top memberAjengmaniez super top member
Default

di indonesia juga banyak great escape....
__________________
*positive,persistence,pray*
Reply With Quote
  #5  
Old 27 October 2010, 16:54
de_martinz's Avatar
Silver Member
 
Join Date: May 2010
Location: BelanDa [ Belakang Dapur ]
Posts: 0
Thanks: 177
Thanked 58 Times in 28 Posts
de_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top member
Default

Pelarian Tommy Soeharto


Quote:
PERJALANAN Tommy Soeharto mampir ke LP Nusakambangan mirip riwayat raja perampok emas di era 70-an, Johanes Hubertus Eijkenboom alias Johny Indo. Perbedaan Tommy dan Johny yang kini bernama Haji Umar Billah, hanya riwayat keturunan dan jenis kriminalitasnya. Bagaimana jalan hidup Johny Indo? Apa komentarnya terhadap Tommy Soeharto?

Pada 20 Mei 1982, di sebuah sel yang dekil, di LP Nusakambangan. Seorang napi, berinisial SS, memberi doktrin singkat. Algojo asal Solo itu sudah menyiapkan kilatan pedang. Sebuah gerakan akan dilakukan. MM ditugasi merampas senjata petugas portir. Sementara lainnya, ditugasi menjebol pintu gerbang, menyiapkan api, dan membabat petugas. Yang lain, mengomando kawan-kawannya agar secepatnya kabur.

Pukul 11.00 WIB, rencana akan dilakukan. MM juga ditugasi membunuh Johny Indo jika dia tidak ikut lari. Siang sudah nyaris menunjuk angka 11.00. Itu artinya, gerakan akan dimulai. Kebetulan, sang kepala LP Permisan, Nusakambangan, sedang piknik ke Pangandaran. Di luar sel, gemuruh suara "serbu... serbu... serbu... serang..." disusul rentetan tembakan berjibaku tak henti-henti. Gerbang jebol. Johny tersadar. Didatangi MM dengan pedang di tangan. "Mau ikut lari tidak? Kalau tidak, saya akan membunuhmu," gertak MM. Sekejap, Johny ikut kabur bersama 34 napi lain dari LP Permisan, Nusakambangan. Para napi pun kabur masuk hutan yang masih perawan. Esoknya, masyarakat dibuat gempar. Raja perampok emas berhasil kabur dari penjara yang mirip "Alcatraz-nya" Indonesia itu. Johny Indo pun dibaptis sebagai dalang pelarian.

Tiga hari, para napi terlunta-lunta di hutan. Hutan amat ganas, penuh jurang, binatang buas, dan alam yang tak ramah. Hari kelima, kondisi makin runyam. Petugas gabungan polisi, satpam LP, dan tentara, terus melacak. Matahari belum naik, tiba-tiba suara letusan pistol menyerbu rombongan napi. Satu, dua orang terjengkang. Tiga, empat lainnya roboh. 17 ditangkap hidup. Tetapi, Johny Indo lolos. Hari kesepuluh dilewati. Hanya tinggal dua orang. Empat orang tewas karena sakit. Dua lainnya tewas tenggelam. Sepuluh lainnya tewas diterjang peluru petugas. Johny berjalan sendiri. Keluar Nusakambangan teramat susah. Persis hari ke-12 pelariannya, tiga motor boat mengerang. Seolah-olah menghampirinya. "Saya menyerah, Pak," kata Johny gemetar.

Itulah sedikit kisah pelarian Johny Indo, penjahat kelas kakap, dari LP Permisan Nusakambangan. Siapa sejatinya Johny Indo? Dia adalah perampok toko emas yang paling licin. Sedikitnya 7 kali aksinya lolos dari kejaran petugas. Perampok bukan pembunuh. Haram hukumnya menyakiti wanita dan membunuh mangsa. Itu larangan tegas di organisasi mafianya. Anak seorang tentara Belanda Mathias Eijkenboom yang membelot dan kawin dengan Sephia, gadis Banten. Di usianya yang baru 16 tahun, dia sudah kawin dengan Stella (15).

Dia pernah jadi sopir truk, trailer, hingga tukang bengkel. Lantas, dia berubah drastis menjadi seorang foto model laris dan artis beken. Lima anak lahir dari rahim Stella. Namun, hidup glamor gaya Johny Indo membuatnya mabuk. Dia juga simpanan seorang istri pejabat. Wajahnya memang ganteng, putih, hidung mancung, dan matanya biru. Itu sebabnya dia dipanggil Johny Indo.

Dari hidupnya yang mewah itulah, lantas dia selalu kekurangan uang. Honor foto model tak mencukupi. Lantas, dia diajak kawan-kawannya merampok. Dengan bekal pistol dan senjata Thomson, dia bersama AA, K, N berhasil membuat gempar masyarakat Jakarta dan menyiutkan nyali para pedagang emas.

Hingga akhirnya, 20 April 1979, di Sukabumi, di sebuah Gua Kutameneuh, bekas tempat persemedian Prabu Siliwangi, di Gunung Guruh, Sukabumi, Johny tertangkap dalam kondisi loyo. Saat itu, dia sedang tirakat. Dia dijebloskan ke Cipinang 14 tahun lamanya dan dipindahkan ke Nusakambangan. Namun, 9 tahun 10 bulan saja ia alami hukuman itu. Dia pun pernah main film saat menjadi tahanan di Nusakambangan, setelah pelariannya yang gagal.

"Saat ini, saya melihat diri saya mirip seperti yang dialami Mas Tommy," ujar Johny Indo eh... Haji Umar Billah kepada Bali Post, kemarin. Hidup glamor, dikelilingi cewek cantik, pernah berbuat jahat, (kalau Tommy membunuh), dipenjara 14 tahun (Tommy 15 tahun), disel di Cipinang, lalu dipindah ke Nusakambangan. Lantas kabur? "Dengan jaringannya dan dendam karena merasa diperlakukan tidak adil, dia bisa saja punya niat kabur," tambah Johny yang kini punya istri baru. Kesempatan lari bisa diciptakan. Dia punya uang, punya sisa kekuasaan. Kata Johny, hari-hari berat Tommy di Nusakambangan adalah menyalurkan hubungan seksual. "Ini yang paling berat. Lima belas tahun bukan waktu yang sedikit. Apalagi Tommy masih muda," katanya mengenang. Dulu, dia mengatasinya dengan (maaf) onani. Tetapi, lama-kelamaan itu tak dilakukannya lagi. "Saya berbuat jahat maka saya harus menjalani hukuman ini sebagai risiko. Ini yang harus disarankan ke Mas Tommy," imbuhnya.

Apalagi yang memberatkan? "Pembunuhan oleh napi lain. Sebagai orang kaya, itu menimbulkan kecemburuan. Banyak napi yang sok jagoan bisa menghardik Tommy sekadar minta uang rokok. Tetapi, Tommy bisa saja dibunuh di dalam," pesan Johny.

Tahun pertama dipenjara, perasaan marah, benci, dendam selalu menjadi hantu yang menakutkan. Jika tak diatasi, perasaan ini bisa meledak dan menjadi masalah baru. "Saya yakin, dia hanya menjalani paling lama 10 tahun, dipotong remisi-remisi," harap Johny, yang kini tinggal di Sukabumi itu.

Ada baiknya, Tommy membaca buku "Johny Indo, Tobat dan Harapan". Atau dia menonton film "Johny Indo, Kisah Nyata Seorang Narapidana''. Keduanya bisa memberi pelajaran bahwa sebagai penjahat dia masih bisa diterima masyarakat.
* Heru B. Arifin
Sumber
Reply With Quote
  #6  
Old 27 October 2010, 17:04
Robert GedeQ's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Jan 2010
Location: the another of space
Posts: 0
Thanks: 2
Thanked 21 Times in 16 Posts
Robert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top member
Default

↑ Nice stori....

TM memang ahlinya Mafia, muda bergelimang wanita. (harta tdk jd urusan).

saya kira Petualangan TM akan berakhir di usianya yang senja.

To Mas TM & (Begundals') , mari majukan bangsa ini ...(saat-nya berbuat lebih baik)
__________________
Hidup adalah sesuatu yang ilmiah, tidak imajinatif dan mistif.
Reply With Quote
  #7  
Old 27 October 2010, 17:11
de_martinz's Avatar
Silver Member
 
Join Date: May 2010
Location: BelanDa [ Belakang Dapur ]
Posts: 0
Thanks: 177
Thanked 58 Times in 28 Posts
de_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top member
Default

Wanita Penjaga Rahasia Tommy


Quote:

Jakarta, 4 Desember 2001 00:42
PINTU kaca di ruangan Direktorat Reserse Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya ambrol, terdorong puluhan wartawan. Mereka terpental, akibat dorongan belasan pengawal Ardhia Pramesti Regita Cahyani dan Siti Hediati Haryadi alias Titiek, yang berbadan kekar. Keduanya, bersama artis lawas Jenny Rachman, berniat membesuk Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, Kamis malam lalu.

Akibat insiden itu, juru kamera dan petugas Provost menderita luka ringan. Tanpa buang waktu, para pengawal keluarga Cendana itu memberikan jalan bagi para juragannya. Ardhia Pramesti yang akrab dipangil Tata, istri Tommy itu, bersama Titiek dan Jenny menerobos ke ruangan Kepala Direktorat Reserse, Komisaris Besar Polisi Adang Rochjana. ''Saya kangen dengan Mas Tommy,'' kata Tata.

Kerinduan itu rupanya tak segera pupus. ''Saya nggak diizinkan bertemu,'' kata Tata. Kekecewaan Tata belakangan makin besar. Apalagi setelah Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Sofjan Jacoeb, menyebut tertangkapnya Tommy gara-gara polisi membuntuti beberapa wanita teman kencannya. Yang mengejutkan, di antara para wanita itu, kata Sofjan, ada yang hamil delapan bulan.

Tommy memang dulunya dikenal digandrungi banyak wanita. ''Siapa yang nggak mau. Udah ganteng, banyak duit lagi,'' kata seorang kawan karib Tommy. Beberapa artis, antara lain Jenny Rachman dan Maya Rumantir, dikenal akrab dengan putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu. Keduanya bahkan pernah menjalani pemeriksaan polisi karena diduga menjadi tempat persinggahan Tommy kala menjadi buron.

Selama masa pelarian, pesona Tommy ternyata tidak pudar. Sejumlah wanita tetap lengket padanya, dan tak peduli dengan statusnya yang buron. Pelacakan polisi membuktikan, beberapa wanita ditengarai kerap menjadi teman kencan Tommy. ''Mereka kami buntuti setiap saat,'' kata Sofjan. Menurut dia, selain untuk ''curhat'', para wanita itu juga membantu Tommy berkelit dari kejaran polisi.

Lani Banjaranti, 27 tahun, disebut-sebut sebagai salah satu kekasih Tommy. Wanita asal Aceh itu pernah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Maret lalu. Penyelidikan polisi ketika itu menyebutkan, Tommy sering berkunjung ke kediaman Lani di Jalan Dempo, Menteng, Jakarta Pusat. Tapi, kepada polisi, Lani membantah dan teguh menjaga rahasia.


Ia mengaku mengenal Tommy melalui perhelatan sprint rally di Medan, pada 1995. Pertemuan terakhir pun berlangsung pada acara serupa di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, dua tahun kemudian. Sejak sang karib menjadi buron, wanita cantik yang berprofesi sebagai pedagang lukisan ini mengaku tak pernah bertemu Tommy lagi.

Namun, penyelidikan polisi kali ini berbicara lain. Melalui serangkaian pelacakan dan penyadapan telepon, Lani diduga sering berhubungan dengan Tommy. Apalagi, sehari sebelum Tommy ditangkap, Lani diketahui bertemu dengan buronan polisi nomor satu itu. ''Dia mengantarkan makan sahur,'' kata seorang perwira menengah di Polda Metro Jaya yang ikut menangani kasus ini.

Lani, menurut perwira itu, kerap menjumpai Tommy. Pertemuan dilakukan di tempat-tempat yang sebelumnya sudah disepakati. Misalnya di sekitar Hotel Gran Melia di Kuningan, Jakarta Selatan, dan sekitar pom bensin di kawasan mewah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Biasanya, Lani sendiri yang menjemput Tommy. Belakangan kebiasaan itu berubah.

Meskipun tidak terlalu lama, Tommy mulai berani mendatangi rumah Lani yang lain di Puri Bukit Kemang, Jakarta Selatan. Tahu sasarannya kerap berada di lokasi itu, polisi pun melakukan penggerebekan, Oktober lalu. ''Sayang, waktu itu Tommy tidak ada di tempat,'' kata Kepala Satuan Reserse Umum, Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian.

Hal yang sama, kata Tito, pernah dilakukan Hetty Siti Hartika. Wanita yang dipercaya Tommy mengelola Apartemen Cemara di Jalan Cemara, Menteng, ini menjadi terdakwa kasus pemilikan senjata api. Persidangan perdananya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 2 November lalu. Kepada GATRA, anak kelima dari 10 bersaudara itu pernah mengaku kerap mengantar dan menjemput Tommy.

Trayek yang paling sering adalah Apartemen Cemara menuju Hotel Gran Melia. Seringnya wanita kelahiran Bandung, 18 November 1962, ini mengantar bosnya itu membuatnya berurusan dengan polisi. Hetty ditangkap 5 Agustus lalu. Rahasia Hetty terbongkar setelah Ferry Hukom dan Dedi Setiadi Yusuf ''bernyanyi'' kepada polisi. Dua karib Tommy ini terkait kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita.


Polisi meyakini Hetty sebagai orang kepercayaan Tommy. Mantan karyawan Divisi Ultralight Humpuss ini bersama Tommy diduga keras menyimpan sejumlah senjata api, amunisi, dan bahan peledak. Ia menyimpannya di gudang bawah tanah di areal kolam renang Apartemen Cemara. Menurut polisi, Tommy sendiri yang memberi perintah penyimpanan itu, Oktober tahun lalu.

Saat itu, Tommy menelepon Hetty. Dia meminta Hetty mengambil sedan merek Audi warna hitam, di Jalan Cendana Nomor 4. Hetty kemudian membawa sedan itu ke Apartemen Cemara. Setelah sampai, Tommy menelepon kembali, meminta Hetty memeriksa bagasi, untuk memastikan keberadaan senjata dan bahan-bahan peledak tersebut. Dengan mobil itu pula Hetty bertemu dengan Tommy.

Enam bulan kemudian, masih menurut polisi, Tommy meminta Hetty memindahkan senjata api, bahan peledak, dan amunisi itu ke gudang bawah tanah di areal kolam renang Apartemen Cemara. Selanjutnya, pada Juli lalu, Hetty diperintah memindahkan empat pucuk senjata laras panjang dari gudang ke ruang tidurnya. Senjata itu berjenis Ruger, merek Leopolo, kaliber 22, dan merek Blazer buatan Jerman.

Polisi menduga, sebagian persenjataan yang ditemukan ketika menggerebek rumah kontrakan Tommy di Jalan Alam Segar III Nomor 32, Pondok Indah, 5 Oktober lalu, berasal dari ''gudang senjata'' di Apartemen Cemara. Sayang, saat apartemen yang dibangun pada 1995 itu digerebek, Tommy keburu lolos. ''Kami terlambat seperempat jam,'' kata Tito.

Setelah persembunyiannya itu digeledah, Tommy hidup berpindah. Namun, hubungan dengan teman-temannya tetap terjalin. Bos Grup Humpuss itu lalu mengontak Nyonya Rossana Hasan, 54 tahun, yang tinggal di Jalan Margasatwa, Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Rossana adalah istri Kolonel M. Hasan (almarhum), anggota Corps Polisi Militer yang pernah menjadi pengawal Soeharto.

Rossana mengizinkan Tommy tinggal di rumahnya yang terletak di Jalan Maleo II Nomor 9, Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang. Selama tiga bulan, tak setiap hari Tommy menginap di rumah itu. ''Dia hanya datang sekali-sekali,'' kata Rossana. Menurut ibu dua anak ini, bila Tommy pergi atau tiba di rumahnya, selalu tanpa pengawalan


Penampilan Tommy, kata Rossana, juga tidak berewokan seperti digambarkan polisi. Menurut Rossana, Tommy selalu berpenampilan rapi dan klimis. Selama tinggal di Bintaro, menurut polisi, Tommy makin kerap menghubungi teman wanitanya. Kabarnya, selain Lani, artis Ida Iasha pernah pula ''mengunjungi'' Tommy.

Ida, 38 tahun, disebut-sebut punya hubungan keluarga dengan Rossana. Keterlibatan wanita indo-Belanda, Ida Albertina, demikian nama asli Ida Iasha, itu memang masih simpang siur. Namun, menurut seorang perwira polisi yang ikut menangani kasus Tommy, nama Ida Iasha termasuk dalam daftar yang harus dibuntuti. Selain Ida dan Lani, menurut perwira itu, masih ada dua nama lagi yang bakal digulung. ''Keduanya tergolong model kondang,'' katanya.

Kabar tak sedap soal perilaku Tommy itu jelas menyesakkan keluarga Cendana. Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut mengatakan, hubungan gelap dengan wanita-wanita itu bertendensi untuk menjelekkan nama Tommy semata. Selama ini, Tutut mengaku sangat mengenal watak Tommy. ''Tidak mungkin dia berhubungan suami-istri dengan wanita lain,'' katanya.

Rencananya, dalam pekan ini, polisi akan memanggil wanita teman-teman Tommy. Selain menjadi tersangka, kata Sofjan, Lani juga akan didengar keterangannya sebagai saksi atas kasus pelarian Tommy. ''Lani dijadikan tersangka karena dianggap melanggar Pasal 216 KUHP, melindungi orang yang melakukan tindak pidana,'' ujar Sofjan. Selanjutnya, tiga wanita ''persinggahan'' Tommy akan menyusul bersaksi di depan polisi.

Yang menarik, kalau menyimak perilaku Tommy selama buron, ia lebih mempercayai wanita sebagai penyimpan rahasia ketimbang pria. Termasuk dalam hal memilih pengacara.

[Sigit Indra dan Hendri Firzani]
SUMBER
Reply With Quote
  #8  
Old 27 October 2010, 17:14
Robert GedeQ's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Jan 2010
Location: the another of space
Posts: 0
Thanks: 2
Thanked 21 Times in 16 Posts
Robert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top memberRobert GedeQ super top member
Default

Ha ha ha, lagi-lagi Stori TM (↑).....

Dia memang lelaki yang bergelimang perempuan....

Gan,...

cari tahu dech, bagaimana karto swiryo (Serikat Islam Merah - Semangun) melarikan diri.
__________________
Hidup adalah sesuatu yang ilmiah, tidak imajinatif dan mistif.
Reply With Quote
  #9  
Old 27 October 2010, 17:27
chilok's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Jul 2010
Location: sebatang lidi
Posts: 0
Thanks: 111
Thanked 30 Times in 19 Posts
chilok super top memberchilok super top memberchilok super top memberchilok super top memberchilok super top memberchilok super top memberchilok super top memberchilok super top memberchilok super top memberchilok super top memberchilok super top member
Default

Johny Indo n Tomy emang legendaris Indonesia tuh
yg atu dah tobat,, yg atu au degh
Reply With Quote
  #10  
Old 27 October 2010, 17:46
de_martinz's Avatar
Silver Member
 
Join Date: May 2010
Location: BelanDa [ Belakang Dapur ]
Posts: 0
Thanks: 177
Thanked 58 Times in 28 Posts
de_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top member
Default

gan Robert Mudah-mudah bener nih beritanya

Quote:
DI Teluk Jakarta, sang "Imam" mengembuskan napas terakhir setelah tubuhnya diterjang peluru regu tembak. Toh, hampir lima puluh tahun setelah kematiannya, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo masih terus mengilhami berbagai kelompok di negeri ini yang ingin menegakkan sebuah "Negara Islam"-baik dengan jalan damai maupun kekerasan.

Kendati dikenal sebagai pemimpin Islam, pria kelahiran Cepu, Jawa Tengah, 7 Januari 1907, itu sesungguhnya sosok yang tak terlalu "islami". Ayahnya, Kartosoewirjo, adalah seorang mantri candu-pangkat yang cukup tinggi untuk seorang "inlander" di masa kolonial. Candu dan Islam jelas bukan pasangan yang padan.

Keluarga Kartosoewirjo memang tergolong priayi feodal, dan bukan pemeluk Islam yang taat. "Keluarga kami cenderung abangan," kata salah seorang anggota keluarga di Cepu. Masa kecil Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pun tak karib dengan pendidikan agama. Dia terus-menerus menempuh pendidikan di sekolah Belanda.

Setelah menamatkan Inlandsche School der Tweede Klasse, yang dikenal sebagai "Sekolah Ongko Loro", Karto kecil melanjutkan sekolah ke Hollands Inlandsche School di Rembang, Jawa Tengah. Setelah itu, dia meneruskan pendidikan ke Europeesche Lagere School, sekolah elite khusus untuk anak Belanda, di Bojonegoro, Jawa Timur.

Hanya anak pribumi cerdas dan berasal dari keluarga amtenar yang boleh masuk sekolah itu. Kemudian dia melanjutkan lagi pendidikan ke Nederlandsch Indische Artsen School-biasa disebut Sekolah Dokter Jawa-di Surabaya.

Di masa remaja, Kartosoewirjo yang mulai tertarik pada dunia pergerakan justru akrab dengan pemikiran kebangsaan-bahkan "kiri". Dia diketahui banyak membaca buku sosialisme yang diperoleh dari pamannya, Mas Marco Kartodikromo.

Marco dikenal sebagai wartawan dan aktivis Sarekat Islam beraliran merah. Terpengaruh bacaan itu, Kartosoewirjo terjun ke politik dengan bergabung di Jong Java dan kemudian Jong Islamieten Bond.

Pengetahuan agama Islam praktis digalinya secara otodidak, lewat literatur berbahasa Belanda dan persentuhan dengan sejumlah kiai. Guru mengajinya yang pertama adalah Notodihardjo, aktivis Partai Sarekat Islam Indonesia sekaligus Muhammadiyah di Bojonegoro. Penampilan Notodihardjo tipikal Islam-Jawa: tutur katanya halus dan dia selalu mengenakan blangkon, beskap, dan selop.

Adapun gurunya di dunia pergerakan, sekaligus guru agamanya terbesar, tak pelak lagi adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto-tokoh yang disebut Belanda "Raja Jawa tanpa Mahkota". Terpesona oleh pidato "singa podium" itu, Karto melamar menjadi murid dan mulai mondok di rumah Ketua Sarekat Islam itu di Surabaya.

Untuk membayar uang pondokan, Karto bekerja di surat kabar Fadjar Asia milik Tjokroaminoto. Ketekunan dan kecerdasan membawa Kartosoewirjo menjadi sekretaris pribadi mertua pertama Soekarno itu.

Patut dicatat, Tjokroaminoto juga dikenal sebagai guru bagi Semaoen yang beraliran komunis dan Soekarno yang beraliran nasionalis. Kesamaan tujuan untuk memerdekakan Indonesia dari penjajahan Belanda membuat mereka bersatu dan mengesampingkan perbedaan.

l l l
KETIKA tinggal di Malangbong, Garut, Kartosoewirjo kembali mempelajari Islam dari sejumlah ajengan, alias kiai lokal, seperti Ardiwisastra dari Malangbong, Kiai Mustafa Kamil dari Tasikmalaya, dan Kiai Yusuf Tauziri dari Wanareja. Ardiwisastra belakangan menjadi mertua dan sekutu dekatnya dalam perjuangan menegakkan Negara Islam.

Sebaliknya, Yusuf Tauziri menjadi lawan tangguh dalam arti sesungguhnya bagi Kartosoewirjo. Beberapa kali anak buah Yusuf yang menolak proklamasi Darul Islam terlibat baku tembak dengan pasukan Kartosoewirjo di medan tempur.

Dengan latar belakang Islam-Jawa seperti itu, bukan hal ajaib jika muncul cerita Kartosoewirjo pernah melakukan tapa geni tidak makan dan tidak minum selama 40 hari di Gua Walet, Gunung Kidul, Yogyakarta. Dia meyakinkan pengikutnya bahwa bertapa juga dilakukan Rasulullah ketika memperoleh wahyu pertama di Gua Hira.

Dalam buku Pedoman Dharma Bhakti Negara Islam Indonesia jilid ketiga, Kartosoewirjo disebut dengan banyak julukan: Ratu Adil, Imam Mahdi, Sultan Heru Tjokro, dan Satrija Sakti. Julukan itu sesuai dengan ramalan Joyoboyo, raja sekaligus pujangga Jawa yang menubuatkan akan munculnya seorang pemimpin umat manusia.

Konon ada pula kepercayaan mistis di kalangan masyarakat Jawa Barat bahwa Kartosoewirjo akan bisa menjadi Ratu Adil dan selalu menang perang jika bisa menyatukan dua senjata pusaka: keris Ki Dongkol dan pedang Ki Rompang. Kedua pusaka itu memang selalu dibawanya ketika bergerilya di hutan.

Menyimak profil Kartosoewirjo itu, tak aneh bila ahli politik Islam, Bahtiar Effendy, menilai dia sesungguhnya tak memiliki landasan ideologi yang kuat untuk mendirikan Negara Islam. Bahtiar-dan beberapa ahli politik Islam lain-lebih merujuk pada kekecewaan Kartosoewirjo terhadap Perjanjian Renville, yang dianggapnya merugikan kepentingan umat Islam, untuk memberontak dari �pemerintahan kafir" Soekarno.

Toh, pemberontakan Kartosoewirjo di Jawa Barat bersama Daud Beureueh di Aceh dan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan telah ikut mewarnai sejarah pembentukan Republik yang masih berusia muda. Puluhan tahun setelah ketiga tokoh itu wafat, semangat mendirikan Negara Islam terbukti tak kunjung padam di kalangan sebagian umat Islam. Kaderisasi di antara mereka pun sepertinya tak pernah terputus.

Pengusung cita-cita Negara Islam itu boleh saja terpecah-belah karena alasan ideologi atau kepentingan pribadi pemimpinnya. Ada yang memilih mengembangkan pendidikan, berjuang dengan program advokasi, ada pula yang tetap menghalalkan jalan kekerasan. Kelompok lain diyakini menjadi cikal bakal Jamaah Islamiah. Namun semuanya tetap mengaku penerus cita-cita Kartosoewirjo.

l l l
UNTUK mengumpulkan bahan penulisan edisi khusus Kartosoewirjo ini, kami mengundang beberapa ilmuwan, peneliti, dan saksi sejarah dalam beberapa sesi diskusi di kantor redaksi Tempo. Ahli politik Islam, Bahtiar Effendy, dan Solahudin, seorang peneliti Darul Islam, memberikan banyak perspektif tentang tokoh karismatis ini. Mereka juga memberikan rujukan sejumlah literatur mengenai Kartosoewirjo dan gerakan Darul Islam, dari karya klasik sampai kontemporer.

Sardjono, putra bungsu Kartosoewirjo, menceritakan pergulatan keluarganya yang dianggap sebagai gembong pemberontak. Memang, setelah ayahnya dieksekusi, giliran dua kakak kandungnya, Dodo Muhammad Darda dan Tahmid Rahmat Basuki, tampil menjadi tokoh baru Darul Islam.

Riwayat Sardjono sendiri cukup unik. Dia lahir di hutan, di medan gerilya ayah dan ibunya. Usianya baru lima tahun ketika Kartosoewirjo tertangkap dan seluruh keluarganya memutuskan menyerah dan keluar dari hutan. Dengan ingatan kanak-kanak yang terbatas, dia membantu merekonstruksi apa yang terjadi di hutan, di saat-saat terakhir perlawanan sang Imam dan pengikutnya.

Kami juga mengundang Sofwan, bekas juru warta Ma'had Al-Zaytun, yang dikenal sebagai pesantren milik bekas pengikut Negara Islam Indonesia. Mantan tangan kanan Abdussalam Toto alias Panji Gumilang ini mengaku sudah keluar "secara baik-baik" dari Al-Zaytun. Diskusi yang berlangsung seru dan kadang diselingi gelak tawa itu selalu diawali makan siang atau makan malam ala Tempo.

Melengkapi tulisan, kami melakukan napak tilas ke sejumlah tempat bersejarah. Sardjono menemani dan menunjukkan lokasi-lokasi tempat Kartosoewirjo dan anak buahnya pernah bergerilya selama 13 tahun di hutan dan gunung sekitar Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Bersama Sardjono pula kami pergi ke Pulau Onrust di Teluk Jakarta. Di sana ada sebuah makam yang diyakininya sebagai kubur ayahnya. Selama ini sejumlah literatur dan saksi sejarah hanya bercerita bahwa Kartosoewirjo dieksekusi dengan ditembak mati di sekitar Teluk Jakarta. Namun tak diketahui di mana jenazah sang Imam dikebumikan.
SUMBER
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 06:42.