VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 26 July 2010, 16:55
Banned
 
Join Date: Jun 2010
Location: keliling indonesia yg tercinta
Posts: 777
Thanks: 440
Thanked 29 Times in 19 Posts
lowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top member
Default Kenapa Orang Pintar RI Eksodus ke Luar Negeri

VIVAnews - Tanpa disadari, waktu terus berganti. Padahal, dibalik pergantian tahun itu, bangsa Indonesia tengah menghadapi persoalan serius. Jika dibiarkan, persoalan ini akan menimbulkan masalah besar pada jangka panjang.

Bahkan, persoalan tersebut nyata ada di depan mata. Ironisnya, ini belum disadari oleh pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Akibatnya, masalah ini terus berlarut-larut sehingga merugikan Indonesia.

Salah satu fenomena yang menonjol itu adalah semakin kuatnya kecenderungan orang pintar Indonesia yang mendapat gelar doktor dari luar negeri, memilih tinggal dan bekerja di luar negeri. Mereka adalah doktor-doktor terbaik lulusan Yale, Cranfield, Stanford, MIT dan lain-lain. Umumnya mereka bergelut di bidang ilmu eksakta dan engineering seperti teknik, fisika, matematika komputer, dan sejenisnya.

Tahun 2007 saja sekitar 20-an doktor Indonesia lulusan luar negeri memilih bekerja di Malaysia, 3 orang bekerja di Brunei, dan sekitar 5 orang di Singapura. Setiap tahun Depdinkas dibanjiri permintaan para doktor yang sudah selesai ikatan dinas untuk diizinkan bekerja di luar negeri. Padahal untuk “mencetak” seorang doktor di perguruan tinggi bergengsi di luar negeri, biaya yang dibutuhkan lebih dari $30 ribu per tahun.

Ada beberapa alasan mengapa eksodus terjadi:
Pertama, Remunerasi. PTN tempat mereka bekerja sebelumnya tidak mampu memberikan remunerasi yang layak. Sementara gaji mereka di Malaysia sekitar Rp 50 juta per bulan, belum termasuk fasilitas perumahan dan pendidikan gratis untuk anak mereka.

Kedua, Tantangan pengembangan ilmu. Banyak dari mereka yang butuh situasi kerja yang benar-benar membawa tantangan. Mereka ingin sekali agar ilmu yang mereka dapatkan benar-benar dapat didayagunakan secara optimal. Malaysia dan negara lain mampu menghadirkan hal tersebut, salah satu contohnya adalah Malaysia saat ini telah mengembangkan Pusat Biotech Valley di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, semacam Silicon Valley di Amerika Serikat.

Indonesia juga terancam kehilangan generasi cerdas dan brilian, karena sebagian besar anak-anak cerdas peraih penghargaan olimpiade sains internasional memilih menerima tawaran belajar dari berbagai universitas di luar negeri, terutama Singapura.

Pemerintah hanya memberikan fasilitas masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes dan siswa bersangkutan dijanjikan akan diberikan beasiswa. Sementara Singapura lebih agresif dengan memburu siswa-siswa brilian ke sejumlah sekolah di Indonesia lewat agen yang tersebar di sejumlah kota, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Siswa-siswa brilian itu dijanjikan fasilitas yang menggiurkan. Selain beasiswa, siswa cerdas juga ditawari subsidi biaya kuliah (tuition grant) dari Pemerintah Singapura sebesar 15.000 dollar Singapura (sekitar Rp 112,5 juta per tahun), atau pinjaman bank tanpa agunan untuk biaya kuliah. Jika siswa mengambil pinjaman bank, cicilan pinjamannya dibayar setelah mereka bekerja.

Sekitar 250-300 siswa cerdas Indonesia setiap tahun pergi ke Singapura untuk kuliah di perguruan tinggi seperti Nanyang Technological University, National University of Singapore, dan Singapore Management University. Dari total pelajar dan mahasiswa Indonesia di Singapura sebanyak 18.341 orang, sekitar 5.448 orang di antaranya sedang mengambil S-1, S-2, dan S-3 di berbagai program studi. Singapura menargetkan merekrut 150.000 mahasiswa asing hingga tahun 2015.

Harus ada kebijakan terobosan untuk mempertahankan siswa-siswa cerdas dan brilian tetap menjadi aset Indonesia. Mereka memang perlu mengembangkan ilmu ke berbagai universitas terkemuka di dunia, namun harus diciptakan kondisi yang mendukung agar mereka bergairah kembali ke Tanah Air untuk mengabdikan ilmunya untuk kemajuan bangsa Indonesia.

***

Said Didu adalah Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia dan Sekretaris Menteri Negara BUMN. Analisis ini disarikan dari pidato Said Didu di acara Persatuan Insinyur Indonesia di Jakarta pada 21 Desember 2009.
Reply With Quote
  #2  
Old 27 July 2010, 21:48
Lindain's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Apr 2010
Posts: 255
Thanks: 2
Thanked 3 Times in 2 Posts
Lindain is an unknown quantity at this point
Default

sebab mereka ingin penghasilan yang lebih memuaskan kali...
Reply With Quote
  #3  
Old 15 May 2011, 00:42
copasiana's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 316
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
copasiana is an unknown quantity at this point
Default

mungkin di dalam negri kurang di hargai kepinteranya kali
Reply With Quote
  #4  
Old 15 May 2011, 00:54
fat_bastard's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Dec 2010
Location: JALAN SESAMA DEKAT WARUNG ROKOK MILIK PAK HAJI BOKIR JIKA GA TAU SILAHKAN TANYA MAK NGEREK
Posts: 6,218
Thanks: 2,303
Thanked 2 Times in 1 Post
fat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top member
Default

kata temen ane diluar negeri mereka lebih dihargai daripada dinegeri sendiri,dulu pernah ada acara kick andy ternyata dulu ada putra putri terbaik kita pada jaman pak karno diseekolahkan keluar negri karena ada pemberontakan dari soeharto maka orang2 tsb di cekal dan mereka enggan kembali ke indo karena diperlakukan sperti buronan
Reply With Quote
  #5  
Old 16 May 2011, 11:08
diediet2002's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Apr 2011
Location: jakarta
Posts: 515
Thanks: 54
Thanked 1 Time in 1 Post
diediet2002 super top memberdiediet2002 super top memberdiediet2002 super top memberdiediet2002 super top memberdiediet2002 super top memberdiediet2002 super top memberdiediet2002 super top memberdiediet2002 super top memberdiediet2002 super top memberdiediet2002 super top memberdiediet2002 super top member
Default

kayaknya sie karena kurang di hargai kali ya, lagian di indonesia kan lebih banyak perusahaan yang hanya mementingkan ijasah bukan skill. ijasah dapet nyogok juga bisa jadi manager. dan juga lebih banyak "keluargaisme" atao "temanisme"
Reply With Quote
  #6  
Old 16 May 2011, 15:27
sace's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Jan 2011
Posts: 6,197
Thanks: 8
Thanked 13 Times in 9 Posts
sace super top membersace super top membersace super top membersace super top membersace super top membersace super top membersace super top membersace super top membersace super top membersace super top membersace super top member
Default

karena pendapatannya lebih besar dari pada di negri sendiri
kalo orang2 yang pinter pada ke luar negri yang tertinggal di dalem?
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 01:04.