VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 9 May 2012, 13:12
ri4nx's Avatar
Platinum Member
 
Join Date: Mar 2011
Location: solo
Posts: 24,780
Thanks: 0
Thanked 242 Times in 188 Posts
ri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top member
Default Cewek Eks Lokalisasi Disewakan Rp 300 Ribu

Sejak ditutup Gubernur Rosihan Arsyad tahun 2000 lalu, eks lokalisasi Teratai Putih atau Kampung Baru tetap beroperasi. Germo di Kampung Baru bahkan mengembangkan bisnis sistem paket sewa wanita pekerja seks komersial.

Artinya layanan pelanggan tak hanya diberikan di kafe-kafe terselubung di kawasan permu****n penduduk, tetapi para PSK bisa dibawa pergi untuk jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan. Tarif sewa dibanderol Rp 300 ribu per hari.

Bisnis baru pengelola kafe di Kampung Baru ini terungkap setelah petugas Polsek Ilir Timur I mengamankan Amirudin (40) dan Dede (26) di kamar lantai dua Penginapan A di RT 31 RW 08 Kelurahan 20 Ilir IT I, Selasa (8/5/2012) sekitar pukul 16.00.

Amiruddin mengatakan, Dede adalah cewek yang dia sewa selama satu minggu dari eks lokalisasi Kampung Baru. Biaya untuk mendapatkan servis Dede sebesar Rp 300 ribu. Dede membenarkan perkataan Amirudin. “Saya disewa selama seminggu, tapi saya tidak ikut pakai sabu-sabu, cuma melayani dia,” ujar Dede.

Polisi menduga sebelum berhubungan intim dengan Dede, Amirudin sempat mengonsumsi narkoba karena di kamar ditemukan dua paket sabu-sabu dan enam butir ineks. Amirudin mengakui narkoba itu miliknya dibeli dari bandar bernama Edi.

“Satu paket sabu-sabu yang saya beli Rp 150 ribu dan Rp 400 ribu. Semuanya saya beli dari Edi,” ujar Amiruddin, warga Jl Angkatan 66 RT 1 RW 1 Kelurahan Pipareja Kemuning.

Selain untuk konsumsi sendiri, Amirudin mengaku akan menjual sabu-sabu dan ineks tersebut. Dia digelandang ke Mapolsekta IT 1 Palembang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Razia ini kami lakukan karena adanya laporan masyarakat sekitar terkait tindakan ***** di penginapan tersebut. Begitu kami datangi, ternyata laporan tersebut benar,” ujar Kapolsekta IT I Palembang, Kompol Dedi Adrianto.

Dalam razia itu, petugas juga mengamankan enam pasangan lain karena tidak mempunyai surat keterangan nikah. Di antara mereka ada yang sedang pacaran dan menjalin hubungan gelap. sumber
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 15:39.