VIVAnews Forums
Welcome to VivaForum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Like Tree6Likes

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #171  
Old 15 May 2012, 11:52
a5tut1's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 853
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 48 Posts
a5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top member
:pengumuman: Kisah Pesta Pora Terakhir di Sukhoi Nahas


Misteri itu belum terjawab: apa yang membuat pesawat Sukhoi Superjet-100 menabrak tebing Gunung Salak. Dugaan yang beredar selama ini baru spekulasi, kotak hitam belum lagi ditemukan.

Di hari nahas itu, Rabu 9 Mei 2012, ada dua "joy flight" yang dijadwalkan. Tak seperti yang kedua yang berakhir nahas, yang pertama berlangsung lancar.
Bahkan sehari sebelumnya, 8 Mei 2012, saat Superjet yang sudah melewati tiga negara; Kazakhstan, Pakistan, dan Myanmar itu berada di persimpangan Khatulistiwa, digelar perayaan Neptunus. Tawa dan canda terlihat dalam pesawat. Seorang penumpang setengah telanjang menghunus trisula perak yang terbuat dari karton.

Ia adalah Sergey Dolya, wartawan pelancong sekaligus blogger penerbangan. Dengan bertelanjang dada, janggut palsu putih dan panjang, ia menyaru sebagai Neptunus, Dewa Laut dalam mitologi Yunani. "Saya melakukan "upacara" melintasi katulistiwa. 10.000 meter di atas laut," kata Dolya seperti diberitakan media Jerman, Spiegel Online. "Biasanya pelaut yang melakukan itu."

Dolya saat itu juga ingin merayakan saat di mana Sukhoi SSJ 100 menembus belahan bumi selatan untuk kali pertamanya.

Suasana di dalam pesawat saat itu sungguh fantastis, semua orang bergembira. Dolya melaporkan, ada sampanye di sana. Tak hanya di kabin, suasana ceria juga menular ke kokpit, di mana kopilot sempat mengambil foto Neptunus jadi-jadian dengan telepon genggamnya.

Siapa yang menyangka sehari kemudian, Superjet menabrak Gunung Salak. Delapan kru dan 37 penumpang diduga tewas. Berbagai spekulasi berseliweran soal penyebab, salah satunya, pilot terlalu membiarkan dirinya terinfeksi kegembiraan. Atau ia salah perhitungan saat bermanuver.

Meski, tak ada pilot dengan kualifikasi lebih baik dari Alexandr Yablontsev, veteran berusia 57 tahun. Rekan-rekannya menyebutnya sebagai pilot kelas atas. Ia memiliki lebih dari 10.000 jam terbang, di lebih dari 80 tipe pesawat terbang. Dan saat Superjet melakukan penerbangan perdananya pada Mei 2008, Yablontsev duduk di kokpitnya.

Fotografer Rusia, Marina Lystseva tak punya pendapat buruk soal Yablontsev. Keputusannya tak ikut di penerbangan kedua karena ia telah mengambil cukup banyak foto. Ia sangat beruntung. Lystseva mengenal dengan baik sang pilot -- yang sangat mencintai pesawat terbang dan ingin agar Superjet sukses.

Manuver berlebihan?

Sesaat setelah lepas landas Rabu pagi, Kapten Yablontzev berbelok ke selatan, terbang di atas Bogor, mengitari gunung, dan akhirnya menemui akhir tragis saat menabrak sisi curam Gunung Salak yang dijuluki sebagai "kuburan pesawat". Hingga saat ini, permintaannya turun ke jarak 6.000 kaki atau sekitar 1.800 meter masih jadi misteri.

William Voss, Direktur Flight Safety Foundation yang berbasis di Virginia mengatakan, dalam wilayah pegunungan, "tak ada alasan masuk akal bagi pilot untuk turun ke ketinggian tersebut." Diduga, saat itu, Yablontzev ingin menunjukkan kemampuan SSJ-100.

Ada banyak faktor yang membuat terbang mendekati pegunungan berisiko tinggi: punggung gunung yang curam, cuaca yang tak bisa ditebak, dan kacaunya pola sirkulasi udara. Terlebih, pesawat diduga melaju sangat cepat, sekitar 130 meter per detik atau 290 mil per jam.

Dengan kondisi tersebut sangat tak mungkin melakukan manuver. Sebab, Superjet adalah pesawat sipil, yang tak bisa melakukan manuver seperti halnya pesawat militer. Seharusnya, pesawat dijauhkan dari gunung, dengan jarak minimal 1.000 meter -- aturan yang diduga dilanggar sang kapten. "Apalagi pilot sama sekali tak berpengalaman dengan medan yang memiliki topografi unik," kata ahli penerbangan asal Hamburg, Jerman, Jan Richter.

Foto yang diambil Dolya bahkan menunjukkan, sistem peringatan medan mati. Soal ini, Dolya telah memberikan penjelasan.

Seperti "dilahirkan kembali"

Apa yang terjadi di Gunung Salak adalah salah satu contoh demonstrasi pesawat yang berakhir fatal. Pada tahun 1988, pesawat Airbus A320 jatuh dan menabrak hutan dalam pertunjukan udara di Kota Alsatian dari Habsheim.
Setahun sebelumnya, sebuah Airbus A300 jatuh selama penerbangan latihan di dekat kota Luxor Mesir. Dan, pada tahun 1994, uji terbang sebuah pesawat Airbus A330 di Toulouse, Prancis, berakhir dengan bencana. Akibatnya, pesaing utama Airbus: Boeing, memiliki aturan ketat, tak membolehkan pilotnya melakukan manuver berisiko, tak peduli seberapa besar nafsu mereka ingin memamerkan kelebihan pesawat pada pembeli potensialnya.

Untuk Sukhoi, kecelakaan di Bogor tentu saja menjadi pukulan berat. Apalagi, itu pesawat sipil pertama buatan Rusia paska runtuhnya Uni Soviet itu. Padahal, sudah 200 pesawat yang dipesan. Industri penerbangan negara itu sedang menanti 'keajaiban'. Untuk terlahir kembali.

Sementara bagi Dolya dan Lystseva, mereka bagaikan melayang, tak menapak tanah. Belum memahami apa yang telah terjadi. "Sangat mungkin kami saat ini juga terbaring tak bernyawa di gunung mengerikan itu," kata Lystseva. "Kami seperti terlahir kembali".
Reply With Quote
  #172  
Old 15 May 2012, 11:56
a5tut1's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 853
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 48 Posts
a5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top member
:pengumuman: Masyarakat Diusir dari Lokasi Jatuhnya Sukhoi


Aparat menutup jalur pendakian ke puncak Gunung Salak untuk masyarakat, Selasa 15 Mei 2012. Masyarakat dilarang mendekat ke lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100.

"Kenapa di tutup, karena masyarakat itu di sana ada yang foto-foto jenazah," kata Danrem Surya Kencana, Kolonel Infantri AM. Putranto kepada VIVAnews di Pasir Pogor, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Putranto, ada pihak yang sengaja menyuruh sebagian masyarakat untuk mengambil gambar-gambar jenazah itu. "Mereka ini kan ada yang menyuruh untuk foto-foto. Sesudah itu foto dibayar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, itu saja laku," kata Putranto.

Putranto mengatakan, pagi ini saja, sejumlah orang kedapatan melakukan pendakian untuk memperoleh gambar-gambar jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100. "Tadi saja, di ketinggian 1.600 kami usir," tutur dia.

Tak hanya menjual foto, sebagian dari warga yang diusir juga menjual rokok dengan harga mahal. "Saya katakan pada mereka untuk pergi," katanya. "Walau saya tahu tidak semua warga yang ada di sana begitu, sebagian mereka niatnya membantu."

Oleh sebab itu, aparat menutup sejumlah jalur pendakian. "Penutupan berlaku di pintu masuk Cimelati dan Embrio," ujarnya.

Pessawat Sukhoi Superjet 100 yang membawa 45 orang hilang kontak di Gunung Salak, Rabu 9 Mei 2012. Hingga hari ke-7 ini, setidaknya sudah 27 kantong mayat dievakuasi ke RS Polri, Jakarta.
Reply With Quote
  #173  
Old 15 May 2012, 12:03
a5tut1's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 853
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 48 Posts
a5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top member
:pengumuman: Sapi di Gunung Salak Akan Diberi Nama Sukhoi


Balai Embrio Ternak (BET) di Desa Cipeulang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu mendadak ramai sepekan terakhir. Tempat itu digunakan sebagai salah satu posko pencarian korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak tebing di Gunung Salak, Rabu 9 Mei 2012.

"Saat ini, tempat kami masih dijadikan posko tim SAR," kata Kepala Balai Embrio Ternak, Tri Harsi kepada VIVAnews, Selasa 15 Mei 2012.

Tri menuturkan, pihak BET sangat senang karena bisa membantu proses pencarian dan evakuasi korban Sukhoi yang mengangkut 45 orang itu. Apalagi, proses evakuasi tidak mengganggu aktivitas di peternakan itu.

"Kami hanya minta agar diberi jalan untuk kendaraan yang membawa makanan buat sapi," katanya.

Ternak yang dibiakkan di balai ini merupakan sapi impor dan lokal. Antara lain, Cimental, Limosin, Tengges, FH, dan Brahman. Menurut Tri, meski balai itu menjadi lebih riuh dari biasanya, pengelola memastikan sapi-sapi itu tidak stres. Pengelola secara rutin memberi makat dan vitamin secara rutin.

Tri menambahkan, untuk mengenang tragedi kecelakaan pesawat buatan Rusia itu, pihak pengelola rencananya akan memberi nama setiap sapi yang lahir dengan nama Sukhoi.

"Rencananya, kami akan memberi nama Sukhoi setiap sapi yang melahirkan pada bulan Mei ini," katanya. Saat ini,setidaknya ada 30 ekor sapi yang siap melahirkan di bulan Mei ini.
Reply With Quote
  #174  
Old 15 May 2012, 18:02
a5tut1's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 853
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 48 Posts
a5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top member
:pengumuman: Tim SAR Tak Temukan Korban Sukhoi yang Hidup


Proses evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 sudah memasuki hari keenam sejak jatuh di Gunung Salak, Rabu 9 Mei 2012.

Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Daryatmo mengatakan, hingga saat ini tim evakuasi belum menemukan seorang pun yang hidup di lokasi jatuhnya pesawat.

"Tim SAR tidak menemukan korban hidup," ujar Daryatmo, Selasa 15 Mei 2012.

Menurutnya, kemampuan manusia untuk hidup dalam kondisi kecelakaan yang terjadi hanya tujuh hari. Pasalnya, kondisi kecelakaan pesawat sangat parah hingga menyebabkan pesawat hancur lebur. Korban yang didapati juga dalam kondisi rusak. "Kemampuan manusia hidup selama tujuh hari," katanya.

Meski demikian, tim SAR masih akan terus melakukan proses evakuasi korban.

"Operasi SAR ini saya tidak hentikan. Tapi akan kami lanjutkan. Kalau dihentikan nanti ketika ada perkembangan-perkembangan," katanya.

Sejauh ini, kata Daryatmo, sudah ada 27 kantong jenazah berisi tubuh dan potongan tubuh korban untuk diidentifikasi. "27 kantong jenazah yang bisa dievakuasi itu sudah diserahkan ke Rumah Sakit Polri," katanya.
Reply With Quote
  #175  
Old 15 May 2012, 18:17
a5tut1's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 853
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 48 Posts
a5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top member
:pengumuman: VIDEO: Evakuasi Korban Sukhoi di Dasar Jurang


Tim SAR menghadapi medan sulit untuk mengevakuasi korban Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat. Tim SAR harus turun ke jurang, tempat pesawat dan para korban berada.

Jurang itu memiliki kedalaman sekitar 500 meter. Tak mudah mencapai dasarnya. Terlebih, kemiringan tebing sekitar 85 derajat. Tim SAR harus turun dengan menggunakan tali. Keahlian khusus diperlukan untuk menuruni tebing dengan tali ini.

Kesulitan tak habis sampai di situ. Tim SAR juga harus menggali reruntuhan tanah dan bebatuan tebing yang mengubur sebagian korban dan puing-puing pesawat. Tim SAR memilih dan memilah.

Reply With Quote
  #176  
Old 15 May 2012, 20:02
a5tut1's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 853
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 48 Posts
a5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top member
:pengumuman: Alasan Sukhoi Nahas 97004 Dipakai di Halim


Sukhoi Superjet-100 yang digunakan untuk demo terbang di Indonesia dikabarkan tidak sama dengan yang digunakan di sejumlah negara lainnya, Kazakhstan dan Pakistan. "Joy flight" kedua dari Lapangan Udara Halim Perdanakusuma berubah menjadi tragedi, saat peawat itu menabrak tebing curam Gunung Salak.

Situs berita Rusia, RIA Novosti, Selasa 15 Mei 2012 memberitakan, Sukhoi dengan nomor register 97005, yang sebelumnya juga melakukan demo terbang di Kazakhstan dan Pakistan, sebenarnya direncanakan untuk diterbangkan di Indonesia pada Rabu 9 Mei 2012, sebagai bagian dari tur enam negara.

Situs televisi LifeNews, mengutip pernyataan Alexander Tulyakov, Deputi Direktur United Aviation Corporation (UAC) menulis bahwa pesawat yang digunakan di Indonesia adalah pesawat dengan nomor register 97004, beda satu dijit dengan pesawat yang dipakai di sejumlah negara itu.

Mengapa pesawat harus diganti di tengah jalan?

Masalahnya ada pada pesawat. Oli mesin yang bocor selama perawatan pada Minggu 6 Mei 2012 memaksa pihak panitia mengganti pesawat dengan jet yang sama. Menurut Tulyakov, pihak penyelenggara hanya punya waktu beberapa jam untuk mempersiapkan pesawat tersebut.

Juru bicara Sukhoi yang membuat pesawat SSJ-100 juga mengkonfirmasi penggantian tersebut. Namun, tak menjelaskan lebih jauh soal alasannya.

Adalah media Rusia, Moskovskiy Komsomolets dan Kommersant yang kali pertama memberitakan perbedaan pesawat tersebut. Pesawat yang menjalani demo terbang di Kazakhstan dan Pakistan bernomor 97005, sementara model yang diterbangkan di Indonesia bernomor 97004, beda satu dijit.

"Kenapa pesawat itu diganti, saya tak bisa mengatakannya," kata sumber yang dikutip koran tersebut. "Namun jika pesawat pertama tak diizinkan meneruskan demo terbang pasti ada alasannya." Informasi ini sekaligus mematahkan asumsi, bahwa pesawat yang dipakai di empat negara, termasuk Indonesia adalah pesawat yang sama.
Deputi Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin minggu lalu mengeluarkan pernyataan bahwa diduga "faktor manusia" menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Sebaliknya, Kepala UAC, Mikhail Pogosyan mengatakan, masih sangat prematur untuk menimpakan kesalahan pada pilot.
Reply With Quote
  #177  
Old 16 May 2012, 12:04
a5tut1's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 853
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 48 Posts
a5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top member
:pengumuman: Jasad Camera Person TransTV Aditya Ditemukan


Tim evakuasi berhasil menemukan jasad korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang diduga kuat merupakan camera person dari TransTV, Aditya Sukardi. Saat ditemukan kondisi jasad Aditya relatif lebih baik dibanding korban Sukhoi lainnya.

"Dari pakaian yang dikenakan sesuai dengan pakaian kerja yang biasa digunakan, yakni berupa kemeja hitam dengan logo TransTV di lengan," kata Koordinator Posko Tim Gabungan, Firmansyah, di Cimelati, Cijeruk, Jawa Barat, Rabu 16 Mei 2012.

Tim evakuasi gabungan menemukan jasad Aditya sekitar pukul 10.30 WIB di kedalaman 300 meter lagi dari posisi puing pesawat. Selain dari seragam TransTV, ciri-ciri jasad yang diduga Aditya itu diketahui dari postur tubuh. Ciri fisik bagian atas yang tidak berpayudara menguatkan bahwa itu adalah Aditya.

"Jasad Aditya ditemukan di koordinat 1064441 BT, 064216 S," kata Firmansah.

Tim yang menemukan jasad Aditya ini gabungan dari tim sukarelawan Pantera dari Taman Nasional Halimun, Tim Rimpala Tree Climber Indonesia, mahasiswa IPB, dan SAR Taman Nasional Gede Pangrango. Tim ini berada di ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut (mdpl).

Dari posisi jasad Aditya ditemukan juga jasad gadis pirang berbaju ungu. Diduga ini merupakan penumpang atau awak Sukhoi yang juga warga negara asing.

Dua jurnalis TransTV, Aditya Sukardi dan repoter Ismiati Soenarto merupakan penumpang Sukhoi yang jatuh pada Rabu petang 9 Mei 2012. Kemarin, tim juga berhasil menemukan wanita berpakaian hitam. Tetapi di baju jasad wanita itu itu tidak terlihat logo TransTV atau gambar lainnya. Sehingga belum bisa dipastikan bahwa itu adalah jasad reporter TransTV Ismiati Soenarto.

sumber VIVAnews nasional
Reply With Quote
  #178  
Old 16 May 2012, 14:25
a5tut1's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 853
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 48 Posts
a5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top member
:pengumuman: Foto: Tim SAR Temukan Jasad yang Diduga Pramugari Sukhoi






Jasad yang diduga pramugari Sukhoi tersebut dimasukkan ke kantong jenazah. (Smbr Reuters)

Upaya pencarian korban jatuhnya Sukhoi Superjet 100 terus dilakukan. Dalam pencarian tersebut, tim SAR berhasil menemukan jasad yang diduga pramugari Sukhoi.

sumber detikFoto
Reply With Quote
  #179  
Old 16 May 2012, 14:45
a5tut1's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 853
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 48 Posts
a5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top member
:pengumuman: Satu Korban Sukhoi Berhasil Diidentifikasi


Tim DVI berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat. Identitas satu jenazah itu bisa dipastikan setelah tim forensik melakukan rekonsiliasi jasad korban, Rabu 16 Mei 2012.

"Ternyata, dari rekonsiliasi siang ini kami baru menemukan satu korban teridentifikasi dari hasil pemeriksaan," kata Brigjen Agus Prayitno, Kelapa Rumah Sakit Polri saat jumpa pers di RS POlri, Jakarta Timir.
"Yang bersangkutan kebetulkan memiliki data base, sehingga kami cocokkan denag post mortem, sehingga masih utuh." Jasad yang berhasil diidentifikasi itu berjenis kelamin laki-laki. Namun, dia tidak menyebut identitas lengkap korban yang berhasil diidentifikasi tersebut.

Tim forensik, kata Agus, akan terus melakukan proses identifikasi terhadap jasad lainnya. Hingga saat ini, kata dia, RS Polri telah menerima 30 kantong jenazah, lima diantaranya berisi properti korban. "Sampai tadi malam sudah dilakukan analisa dan evaluasi, pada pagi ini kami sudah memulai proses lanjut DVI yaitu rekonsiliasi, mencocokkan data post mortem dan ante mortem," kata Agus.

Data post mortem dikumpulkan saat korban tiba di RS Polri, sementara, data ante mortem dikumpulkan dari keluarga korban. "Sebagaimana telah disampaikan kemarin bahwa apabila ada data primer yang match dapat dipastikan teridentifikasi," katanya.

Sebagaimana diketahui, pesawat SSJ 100 yang menabrak tebing di Gunung Salak, pada Rabu 9 Mei 2012 itu berisi 45 penumpang, termasuk kru pesawat. Hingga saat inni, proses evakuasi di lapangan belum dihentikan.
Reply With Quote
  #180  
Old 16 May 2012, 17:10
a5tut1's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 853
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 48 Posts
a5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top membera5tut1 super top member
:pengumuman: Tentara Cantik di Dapur SAR Pencari Sukhoi


Perempuan berbaju loreng itu sudah seminggu terlihat sibuk di pos tim SAR pencari korban Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Dia terlihat gesit diantara anggota SAR di posko yang dibangun di Pasir Pogor, Bogor, Jawa Barat itu.

Tentara berparas cantik itu adalah Sertu Septiana Wulandari, anggota TNI Angkatan Udara dari Bagian Pelayanan Lanud Atang Sanjaya. Dia diberi tugas melayani kebutuhan logistik semua personel yang ikut mencari dan mengevakuasi penumpang Sukhoi yang celaka pada Rabu 9 Mei 2012.
"Selain mempersiapkan makanan untuk tim, juga mempersiapkan bila ada tamu penting yang datang," ujar Septiana di Posko Pasir Pogor, Rabu 16 Mei 2012.

Dunia militer dirintis perempuan kelahiran 1988 ini sejak 2006. Saat itu, dia baru lulus SMA. Dia masuk ke Sekolah Wanita Tentara Angkatan Udara di Kaliurang, Yogyakarta.
Satu tahun dia habiskan, menimba ilmu kemiliteran di tempat itu. Lulus pada 2007, dia melanjutkan ke pendidikan kejuruan di kali Jati. "Setelah lulus, pengalaman pertama di Makassar jadi personel pelayanan," tutur perempuan adal Madura, Jawa Timur ini.

Ibu satu anak ini mengaku sempat gamang masuk TNI. Sebab, dia merupakan tipe orang yang pemalu dan penakut. "Tapi, sejak masuk tentara, saya jadi pemberani, lebih disiplin," tutur perempuan yang bersuami tentara ini.
Selama bertugas di Gunug Salak ini, Septiana mengaku memiliki pengalaman menarik. "Banyak yang meledek-ledek, minta kenalan banyak, apalagi rekan wartawan," ujar dia.

Septiana bukanlah satu-satunya tentara perempuan yang tergabung dalam tim SAR kali ini. Setidaknya ada tiga perempuan di bagian logistik ini. Dua lainnya adalah Serda Dewi dan Lettu Ana.
"Di sini untuk melayani makan VIP. Di dalam posko ada dari Basarnas, kalau ada menteri datang, Basarnas, kami harus memberikan memberikan pelayanan yang layak," kata Komandan Logistik, Mayor Pandar Sianipar.
"Jam tugas mereka dari jam 5 pagi sampai jam 7 malam. Setelah itu tugas diserahkan kepada tentara laki-laki," tambahnya.
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Tags
jatuh, pesawat, sukhoi, sukhoi superjet 100

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 17:26.