
11 June 2012, 16:18
|
 |
Junior Member
|
|
Join Date: Jan 2012
Location: 20
Posts: 324
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
|
|
Joseph Stiglitz Prediksi Usaha Penyelamatan Bank Spanyol Akan Gagal
Joseph Stiglitz Prediksi Bahwa Usaha Penyelamatan Bank Spanyol Akan Gagal
Quote:
Quote:
Rencana kawasan euro untuk meminjamkan dana penyelamatan kepada Spanyol untuk mengatasi krisis perbankan di negara tersebut diperkirakan akan menemui kegagalan (11/06). Kenyataan tersebut diungkap oleh ekonom peraih Nobel Joseph Stiglitz.
Rencananya kawasan euro akan mendanai proses rekapitalisasi perbankan Spanyol dengan mengucurkan dana senilai 100 miliar euro (125 miliar dolar). Dana bantuan tersebut dianggap sudah jauh melebihi apa yang dibutuhkan untuk menarik sektor perbankan Spanyol dari jurang kemelut.
Quote:
Sebuah Lingkaran Setan
Permasalahannya sistem keuangan Spanyol telah mengakibatkan pemerintah dan sektor perbankan berada di dalam sebuah lingkaran setan yang saling terpuruk.
Utang senilai 100 miliar dolar tersebut akan masuk ke dalam neraca pemerintah sehingga rasio utang terhadap GDP pemerintah Spanyol akan meningkat sebesar 10% dan diperkirakan akan mencapai 80% di akhir tahun 2012 mendatang, naik dibandingkan 68.5% di tahun 2011. Hal ini akan mengakibatkan pemerintah Spanyol semakin sulit untuk menarik investor ke dalam obligasinya.
Sementara itu bank-bank di Spanyol yang saat ini sedang sekarat tersebut merupakan pembeli obligasi pemerintah terbesar di tahun 2011 - menurut laporan dari bank sentral Spanyol. Dengan kondisi yang terjadi tersebut timbul risiko bahwa pada akhirnya pemerintah Spanyol harus meminta bantuan kepada bank-bank yang saat ini bermaksud ditolong. Sebuah lingkaran setan yang tidak berujung.
Stiglitz menyatakan bahwa skema penyelamatan yang diusung kawasan euro untuk Spanyol tersebut tidak akan dapat berjalan. Menurutnya langkah terbaik yang harus dilakukan adalah sistem perbankan bersama di antara negara-negara kawasan euro.
|
Quote:
Kritik Untuk Kebijakan Pengetatan
Joseph Stiglitz juga mengemukakan kritiknya terhadap kebijakan pengetatan yang diusung oleh Jerman. Menurut Stiglitz pengetatan yang ditujukan per negara hanya akan mengakibatkan tumpulnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan utang.
Sebaliknya reformasi fiskal sehingga Eropa berada dalam kesatuan fiskal merupakan langkah yang seharusnya ditempuh untuk menghadapi krisis utang saat ini. Menurut Stiglitz hal tersebut akan membantu Jerman sebagai negara paling kaya karena tanpa adanya kesatuan fiskal dan hanya dengan melakukan penerbitan obligasi gabungan kawasan euro, Jerman justru mengalami risiko paling tinggi di antara negara-negara lain di kawasan euro.
Jerman memang dikenal sebagai penentang keras kebijakan yang 'membuang-buang uang'. Sebagai negara terkaya, Jerman memang menjadi andalan negara-negara lain untuk memperoleh pinjaman. Sejauh ini Berlin sama sekali tidak bermurah hati. Bersama dengan IMF Jerman menekan negara-negara penerima pinjaman untuk mengetatkan ikat pinggang di dalam negeri. Kondisi ini telah mengancam kesatuan kawasan euro.
Stiglitz menyatakan bahwa keinginan Jerman untuk mempertahankan program pengetatan mengancam keutuhan euro. Yunani dapat menjadi negara yang pertama kali keluar apabila di pemilu mendatang partai yang menolak pengetatan berhasil menang. Menurutnya biaya yang harus ditanggung Jerman apabila kongsi kawasan euro pecah akan jauh lebih besar dibandingkan dengan usaha penyatuan.
|
|
|
Sumber : VibizNews
|