VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 20 June 2012, 13:17
mieni's Avatar
Banned
 
Join Date: Jun 2012
Location: 20
Posts: 79
Thanks: 0
Thanked 2 Times in 1 Post
mieni is an unknown quantity at this point
:pengumuman: Di Langit Cirebon, Dua Pesawat Ini Nyaris Tabrakan

TEMPO.CO , Jakarta:- Kisah centang perenang penanganan lalu lintas udara kian terbuka tragedi Sukhoi menabrak Gunung Salak. Hanya belasan hari usai tragedi itu,ada dua pesawat yang nyaris tabrakan di langit Cirebon.

Kisah itu bermula pada Kamis 24 Mei 2012, ketika Air Asia bernomor buntut QZ 7911 melayang dari Denpasar ke arah Bandung. Sekitar pukul 14.30, pengatur lalu lintas udara menghubungi Pilot Kapten Achmad Soerdjo. Perintahnya: turunkan ketinggian dari 38 ribu ke 25 ribu kaki. Arahan itu keluar ketika Air Asia tengah melintasi Madin--titik navigasi udara di atas Laut Jawa, sebelah utara Semarang.

Seperti dilansir Majalah Tempo, Edisi Pekan ini, waktu kapal masuk ke Cirebon, di peta navigasi berkode CA, sistem peringatan pencegah tabrakan antarpesawat--TCAS--berbunyi. “Traffic… traffic….” Pertanda buruk: ada pesawat lain di depan Air Asia. Itu artinya, kemungkinan benturan akan terjadi.

Mata Kapten Achmad melekat ke radar. Ternyata di depan dia ada Boeing 737-300 Sriwijaya Air dengan ketinggian 30 ribu kaki. Berdasarkan laporan pengaduan ke pengatur lalu lintas udara Bandara Soekarno-Hatta, Sriwijaya mendekat dari arah barat. Dalam hitungan detik, TCAS kembali menyalak. Bunyinya: “Climb… climb….”

Bukan cuma TCAS yang nyaring memberi tanda. Titik Sriwijaya yang awalnya berwarna kuning di radar kokpit, berganti jadi merah. Tanda berpikir panjang, Kapten Achmad menarik tuas kemudi. Air Asia kembali menanjak, menyelamatkan nyawa ratusan penumpang.

Kasus nyaris tabrak lainnya terjadi antara Air Asia QZ 7780 dengan Garuda Indonesia, 13 April 2012. Waktu itu, Air Asia tengah bersiap lepas landas. Kapten Yohannes Ferru Maulanda sudah mendapat izin dari pemandu untuk melayang. Pesawat pun ambil melaju sejauh 100 meter di landasan, siap terbang.

Tapi tiba-tiba saja petugas pengawas membatalkan perintah takeoff. Si pemandu panik. Ferru pun langsung mengerem pesawat. Tak lama berselang, di radio penghubung terdengar pilot pesawat Garuda: pesawatnya batal mendarat, kembali mengudara.

Kata Direktur Keselamatan dan Keamanan Air Asia Sonny M. Sasono jika Ferru terlambat mengikuti instruksi petugas, “Bisa saja terjadi tabrakan dengan Garuda."

Selama 2012, Air Asia sudah mengirim empat laporan ke pengatur lalu lintas udara Soekarno-Hatta. Tapi beberapa hanya diselesaikan dengan permintaan maaf saja. Seperti kasus Air Asia dengan Sriwijaya Air, Kopilot Air Asia, Prasetya Fontey, yang melaporkan kejadian itu, hanya disodori permintaan maaf. “Aneh, padahal ini tergolong insiden serius,” kata Sonny

Berita lainnya klik >> Heboh adegan ranjang jupe terekam kamera hotel
Reply With Quote
  #2  
Old 21 June 2012, 18:12
ri4nx's Avatar
Platinum Member
 
Join Date: Mar 2011
Location: solo
Posts: 23,266
Thanks: 0
Thanked 242 Times in 188 Posts
ri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top member
Default

gak ada ftnya ya gan ............
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Tags
pesawat

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 13:25.