|
#21
|
||||
|
||||
|
Kapanlagi.com - Film kerap kali menimbulkan kontroversi ketika bersinggungan dengan salah satu golongan dalam masyarakat, demikian halnya dengan film PUNK IN LOVE yang sedikit banyak berkisah mengenai Punk itu sendiri, namun bagi Andhika Pratama yang membintangi film tersebut, kontroversi bukanlah sesuatu yang tak bisa diatasi.
"Nggak takut ya. Jika memang nanti ada kontroversi kita akan mengajak mereka duduk satu bangku untuk membicarakan ini semua. Mari kita bersama film ini dan kita akan tahu inti film ini," ujarnya menjelaskan.Andhika juga menuturkan bahwa dalam film yang juga melibatkan puluhan anak-anak Punk dalam proses pembuatannya tersebut, ia merasa salut dengan perjuangan mereka. "Kita juga memberikan support kepada mereka untuk mereka terus berkarya. Gue salut dengan mereka yang anti kemapanan," ungkapnya. Ditemui KapanLagi.com dalam pre-screening film PUNK IN LOVE di FX Plaza, Senayan, Jakarta (6/7), aktor muda tersebut juga menegaskan jika komentar miring yang beredar tak perlu ditanggapi. "Dari yang gue lihat di Facebook, blog, memang ada beberapa komentar yang mengarah ke arah situ. Tapi kita yakin bahwa ini adalah demi kepentingan anak punk sendiri," tukasnya. (kpl/mai/bar) |
|
#22
|
||||
|
||||
|
Kapanlagi.com - Dua puluh lima film berkualitas dari 18 negara dengan tema pertemanan, kekeluargaan, maupun impian bersekolah, akan dilombakan dalam Festival Film Internasional KidsFfest di Jakarta 17 hingga 26 Juli mendatang.
Ketua KidsFfest, Nia Dinata, di Jakarta, Selasa (07/07) mengatakan, penyelenggaraan festival film anak internasional berawal dari keprihatinan karena minimnya film tentang anak yang diputar di bioskop. "Melalui ajang KidsFfest, anak-anak Indonesia bisa belajar banyak memperluas wawasannya tentang berbagai negara dan masyarakatnya. Anak-anak berhak untuk bermimpi, mengembangkan daya imajinasinya dan berkreasi lewat film berkualitas dari berbagai negara," kata Nia.Ke-25 film yang berdurasi sekitar 70-180 menit itu dapat ditonton anak-anak di bioskop Blitz Grand Indonesia dan Pondok Indah 21. Film tersebut berasal dari Iran, Meksiko, Thailand, Malaysia, Singapura, China, Jepang, Belanda, Jerman, Swedia, Perancis, Australia, Finlandia, Italia, Denmark dan Amerika Serikat. Film THE THREE ROBBERS, sebuah film animasi dari Jerman yang mendapat penghargaan Chicago International Children's Film Festival akan membuka festival. Sementara pada penutupan akan diputar film animasi 3-D MERAIH MIMPI. Menurut Nia, dalam festival nanti juga akan diputar sembilan film pendek karya anak-anak Indonesia yang dibuat saat workshop bulan April-Mei lalu yang diikuti 100 anak. Dalam festival nanti, anak-anak juga akan dilibatkan sebagai juri yang akan memilih film terbaik dari enam film. Film-film terbaik tersebut yaitu GENG: THE ADVENTURE BEGINS (Malaysia), THE HAPPINESS OF KATI (Thailand), THE LETTER FOR THE KING (Belanda), MIA & THE MIGGO (Perancis), NIKO & THE WAY TO THE STARS (Finlandia) dan TEO'S VOYAGE (Meksiko). Juri terdiri dari Sabila Duhita dan Muara Mayong Surolaksono dari Jakarta, Afri Rizky dari Aceh, Agatha Amadea dari Sidoarjo, Pratama Rachmat Wijaya dari Surakarta, Daniel Kawalo dari Ambarawa dan Thariq Ramadhan dari Padang. Nia mengatakan, kegiatan festival film anak internasional yang pertama ini terselenggara karena dukungan pihak sponsor seperti Badan PBB yang menangani urusan anak-anak (UNICEF), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Asuransi Manulife, Lifebuoy da Paddle Pop serta FedEx. Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2009. Adapun pemenang tiga film terbaik karya anak-anak Indonesia akan mendapatkan hadiah dari Britama Junio. Sementara pada malam penutupan acara festival ini akan digelar tayangan layar tancap dengan mengundang 500 anak jalanan di kota Jakarta. (kpl/npy) |
|
#23
|
||||
|
||||
|
Kapanlagi.com - Dalam ajang KidsFFest Indonesia 2009 yang bakal digelar 17-26 Juli mendatang, 25 film animasi dari berbagai negara akan dilombakan. Dan Indonesia, sebagai negara tuan rumah, mengajukan film animasi MERAIH MIMPI untuk diikutsertakan di dalamnya. Dan menurut Nia Dinata, film ini tak kalah mengagumkannya dengan film-film Hollywood.
"Ketika saya ke studio animasi di Batam itu luar biasa terkagum-kagum sekali karena fasilitasnya luar biasa. Ada hampir 200 anak-anak Jogja, Bandung, Solo yang direkrut di Batam untuk bikin. Dan mereka sangat kreatif dan mereka dedikasi sekali selama dua tahun pembuatannya. Tidak kalah dengan film Hollywood, saya terharu sekali," ungkap Nia saat ditemui di Burger King, Senayan City, Jaksel, Selasa (07/07) lalu. Premier film MERAIH MIMPI sendiri dilaksanakan 8 September mendatang, dan ini bisa dibilang sebagai bukti bahwa film animasi di Indonesia bisa berkembang. "Bukan tidak berkembang, tapi belum berkembang," ujarnya. "Dengan adanya animasi MERAIH MIMPI ini, bisa memancing orang-orang bikin film animasi picture untuk bioskop. Tentu kendalanya adalah dukungan pemerintah. Kemudian kendala alat juga mempengaruhi karena sangat mahal." Namun begitu, Nia menuturkan juga jika yang terpenting untuk membuat film animasi adalah script yang harus dibuat oleh orang yang berpengalaman. "Karena film animasi harus sangat menarik, harus ada grafik ceritanya, konflik, ada sub plot, harus ada naik turun supaya menarik bikin orang penasaran. Waktu MERAIH MIMPI itu juga ada komedinya, ada nilai pendidikannya, nilai lingkungan hidup, dan semuanya. Mungkin sekarang orang tidak terlalu serius menggarap film animasi," pungkasnya. (kpl/gum/npy) |
|
#24
|
||||
|
||||
|
He's Just Not That Into You, Film Paling Jujur
Sebuah penyajian unik diawal cerita dimana para wanita dari beberapa negara memberikan saran menyesatkan kepada teman wanita mereka yang sedang galau menerka perasaan seorang pria. Padahal sebenarnya yang diperlukan para wanita tersebut hanyalah sebuah kalimat kejujuran “He is Just Not That Into You”. Bukankah kejujuran yang menyakitkan lebih baik daripada berkamuflase membohongi perasaan sendiri? He’s Just Not That Into You adalah film adaptasi dari sebuah buku pembangun jiwa yang ditulis oleh Greg Behrendt dan Liz Tucillo. Buku yang dipublikasikan tahun 2004 ini langsung meraih gelar New York Times Bestseller dan sempat ditampilkan di acara The Oprah Winfrey Show juga serial ngetop Gilmore Girls episode Pulp Friction. Kedua penulisnya mengaku kalau buku ini diinspirasi serial populer Sex and the City episode "Pick-A-Little, Talk-A-Little" dimana Miranda bertanya pada pacar Carrie, Jack Berger, tentang potensi ketertarikan seorang pria di dalam percintaan. Miranda resah karena ada seorang pria yang menolak undangan untuk datang ke apartemennya dengan alasan harus rapat pagi harinya. Jack lalu mengatakan "He's just not that into you" karena saat seorang memang ditakdirkan untukmu, dia akan datang tanpa diundang, ada atau tidak ada rapat esok paginya. Sutradara film ini, Ken Kwapis, sebelumnya pernah sukses menggarap serial tv populer semacam E.R, The Office, dan Malcolm in the Middle. Ken yang merasa tertantang mengadaptasi buku populer ini ke dalam format selluloid lalu membuatnya dalam beberapa cerita dan tokoh yang saling memiliki benang merah. Sebagai karakter utama ia memilih Gigi (Ginnifer Goodwin), seorang wanita muda yang selalu salah mengerti sinyal yang ia dapatkan dari pria-pria teman kencannya. Sampai kemudian ia berkenalan dengan seorang pemilik bar, alex (Justin Long). Koneksi cerita terjalin saat teman Gigi, Janine (Jennifer Connelly) yang selama ini merasa kehidupan rumah tangganya baik-baik saja mulai menyadari kalau ia hanya menipu diri sendiri, padahal antara ia dan suaminya Ben (Bradley Cooper)sudah tidak ada gairah percintaan lagi. Dan tanpa sepengatahuannya, Ben malah terlibat perselingkuhan dengan seorang wanita seksi, Anna (Scarlett Johansson), yang ia bantu menjadi seorang penyanyi. Teman kerja Gigi yang lainnya, Beth (Jennifer Aniston) sebetulnya merasa enjoy menjalani 5 tahun hidup serumah dengan Neil (Ben Affleck) tetapi lama kelamaan ia kesal juga karena Neil tidak kunjung memintanya untuk menikah. Sang produser executive, (Drew Barrymore, juga tidak mau ketinggalan tampil sebagai Marry, teman Anna yang akhirnya malah jadian dengan Connor, mantan pacar Anna sekaligus juga salah satu pria yang pernah menolak Gigi. Rupanya banyak yang menyukai tema kejujuran film yang disebut-sebut sebagai versi Amerika-nya film drama-romantis Inggris, Love Actually. Terbukti sejak minggu pertama pemutaran, film ini berhasil mengantongi 27.8 juta dollar Amerika dan hingga akhir juni ini berhasil meraup keuntungan sebanyak 165 juta dollar Amerika dengan biaya produksi hanya 25 juta dollar Amerika. Kesuksesan He’s Just Not That Into You boleh jadi tidak lepas dari theme song manis garapan komposer Cliff Eidelman yang juga menggandeng musisi seperti The Cure, R.E.M, James Morrison, Maroon 5, Keane dan Lily Allen. Bahkan sang pemeran Anna, Scarlett Johansson turut menyumbangkan suaranya lewat lagu "Last Goodbye". Inti cerita He’s Just Not That Into You memang simpel, tentang kehidupan beberapa wanita serta quarterlife crisis nya. Namun yang membuat film ini unik adalah cara untuk memahami bahasa laki-laki yang disampaikan melalui gesture dan ucapan bersayap mereka. Banyak wanita kurang bisa menangkap gesture dan pesan bersayap dari para lelaki atau bahkan pasangannya sendiri. Apakah dirinya cuma sekedar the rule or exception?
__________________
"It's true that we don't know what we have until we've lost it, but its also true that we don't know what we're missing until we FIND it"
|
|
#25
|
||||
|
||||
|
Kapanlagi.com - Beberapa nama memang sempat disebut sebagai calon kuat pemeran Green Lantern dalam film yang merupakan adaptasi dari komik DC itu. Belakangan, Warner Bros. sebagai studio di balik produksi film ini mengkonfirmasi bahwa Ryan Reynolds yang menurut mereka paling tepat memerankan superhero berseragam hijau ini.
Berita ini sekaligus juga menggugurkan prediksi bahwa Chris Pine, Bradley Cooper dan Justin Timberlake adalah nama yang sempat disangkutkan dengan proyek GREEN LANTERN ini. Beberapa menganggap keputusan ini tepat bila mengingat permainan Ryan saat memerankan Deadpool dalam X-MEN ORIGINS: WOLVERINE kemarin. Penggemar komik Green Lantern, pasti tahu bahwa superhero yang satu ini sebenarnya bukanlah satu orang. Green Lantern adalah identitas buat orang-orang yang terpilih menjadi pemegang cincin yang memberikan mereka kekuatan super untuk membela yang lemah. Kali ini kisah yang akan diangkat ke layar lebar adalah kisah Hal Jordan, seorang pilot angkuh yang terpilih menjadi salah satu pembela kebenaran dengan identitas baru: Green Lantern. Empire tak menyalahkan keputusan Warner Bros. maupun Ryan Reynolds dalam proyek ini namun situs ini sempat mempertanyakan kelanjutan spin-off Deadpool yang kabarnya akan segera dibuat. (epr/roc) |
|
#26
|
||||
|
||||
|
Kapanlagi.com - Film berjudul KING yang bertema anak-anak, ternyata masih kalah tingkat penjualan tiketnya dibandingkan dengan film berjudul LASKAR PELANGI yang juga mengangkat tema serupa.
"Penjualan tiket untuk KING mencapai sekitar 1.500 tiket/hari, namun masih kalah dibandingkan dengan film LASKAR PELANGI," kata Manager Bioskop Citra 21 Semarang, Waluyo, Sabtu (11/07). Ia mengatakan penjualan tiket untuk LASKAR PELANGI sanggup mencapai sekitar 2.000 tiket/hari dan berada pada urutan pertama film dengan penjualan tiket terlaris dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Namun, kata dia, meskipun masih kalah dibandingkan film LASKAR PELANGI, penjualan tiket film perdana besutan sutradara Ari Sihasale tersebut terbilang cukup tinggi, dibandingkan film-film lain yang mengangkat tema hantu. Selain film KING, film lain yang mengusung tema serupa berjudul GARUDA DI DADAKU garapan sutradara muda Ifa Isfansyah juga diputar di bioskop-bioskop kota Semarang, termasuk Bioskop Citra 21 Semarang. "Dua film bertema anak-anak ini cukup diminati," kata Waluyo. Menurut dia, animo masyarakat Semarang untuk me kedua film tersebut terbilang cukup tinggi, sekalipun pemutarannya sudah hampir memasuki waktu satu bulan."Penjualan tiket film GARUDA DI DADAKU tercatat relatif sama dengan film KING di kisaran 1.500 tiket/hari," katanya. Biasanya, kata dia, penjualan tiket untuk setiap film baru pasti ramai di minggu-minggu pertama, sementara di minggu-minggu berikutnya tergantung kualitas film itu. "Kami menganggap sebuah film sukses jika mampu memasuki pemutaran sampai satu bulan," kata dia. Sementara itu, kehadiran film KING dan GARUDA DI DADAKU diakui oleh masyarakat, terutama kalangan orangtua sebagai alternatif pilihan tontonan di tengah maraknya film bertema percintaan, komedi, dan religi. Yunita (30), warga Pondok Kelapa Jakarta Timur yang mengaku tengah berlibur di Semarang mengatakan, dirinya selalu membawa putrinya, Gita Aulia Putri(7) untuk me film baru bertema anak di setiap kemunculannya.Menurut dia, film merupakan media pembelajaran yang bagus untuk anak, sebab melalui film anak-anak dapat belajar memahami mana yang baik atau buruk dalam kehidupan sehari-hari. Senada dengan hal tersebut, Zakaria (39) warga Demak juga mengaku tertarik dengan film KING karena sarat nilai moral yang terkandung dalam isi cerita. "Film lain yang bertema anak-anak seperti GARUDA DI DADAKU sepertinya juga bagus, namun saya belum sempat me nya," kata Zakaria yang mengajak putranya Beni (7) untuk me film tersebut.Disinggung tentang kuantitas dan frekuensi kemunculan film anak, seperti film KING dan GARUDA DI DADAKU, ia justru menyayangkan rendahnya produksi film Indonesia yang bertemakan anak-anak. "Film-film bertema anak, khususnya yang membawa pesan moral harus lebih diperbanyak, minimal setiap liburan sekolah, agar anak-anak dapat mendapatkan hiburan yang mendidik," katanya. (kpl/bee) |
|
#27
|
||||
|
||||
|
Hollywood - Pangeran vampire bangkit dari kubur? Yup, itu yang akan terjadi sebentar lagi. Sutradara Stephen Norrington sudah mengkonfirmasi siap untuk menggarap prekuel si the Day Walker, 'Blade'.
Sebenarnya rumor 'Blade' akan digarap prekuelnya sudah berhembus sejak 2008 lalu. Namun baru Juli ini, Stephen Norrington mengakui kebenaran rumor tersebut. Sutradara film pertama 'Blade' itu pun mengungkapkan ia akan mulai menggarap film tersebut setelah menyelesaikan remake 'The Crow'. Seperti detihot kutip dari Aceshowbiz, Jumat (10/7/2009), prekuel 'Blade' akan fokus pada awal kehidupan sang pangeran vampire Deacon Frost. Di film pertama 'Blade', karakter tersebut sebelumnya diperankan oleh Stephen Dorff. 'Blade' yang merupakan karya adaptasi dari komik itu pertama kali rilis pada 1998 silam. Kemudian film keduanya menyusul di 2002, dan yang terakhir 'Blade: Trinity' diputar di bioskop pada 2004. Hingga saat ini proyek prekuel 'Blade' masih dirahasiakan. Apakah aktor yang sempat terlilit penggelapan pajak, Wesley Snipes akan kembali berperan sebagai manusia setengah vampire, Blade? Kita tunggu saja. |
|
#28
|
||||
|
||||
|
Hollywood - Anda ingat dengan film yang diadaptasi dari video game, 'Mortal Kombat'? Baru-baru ini tersiar kabar film ketiga 'Mortal Kombat' siap meluncur ke layar lebar.
Seperti detikhot kutip dari Aceshowbiz, Jumat (10/7/2009), aktor Chris Casamassa mengungkapkan 'Mortal Kombat 3' akan mulai disyuting pada September 2009 mendatang. Chris adalah pemeran karakter Scorpion di film pertamanya. Sutradara Christopher Morrison mengaku plot cerita 'Mortal Kombat 3' tidak akan berhubungan dengan dua film sebelumnya. Ia pun menggambarkan 'Mortal Kombat 3' seperti 'Batman Begins' di film-film manusia kelelawar itu. Christopher sudah punya rencana untuk menggarap 'Mortal Kombat 3' pada 2007 silam. Namun karena masalah finansial, proyek tersebut terpaksa digagalkan. Jika semuanya sesuai jadwal 'Mortal Kombat 3' siap untuk menemui penggemarnya pada pertengahan 2010. (hkm/hkm) |
|
#29
|
||||
|
||||
Kids Film Festival atau yang biasa disebut dengan KidFest adalah festival film terbaru untuk anak-anak semua usia. Film-filmnya ada yang dari Jerman, Belanda, Italia, Perancis, Swedia, Malaysia, China dan banyak lagi. ![]() Rencananya festival ini akan diadakan dari tanggal 17 sampai 26 Juli mendatang di Jakarta.Dengan tempat pemutaran: 21 Cineplex Pondok Indah Mall 1 Pondok Indah Mall 1, LT 3, Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Website: www.21cineplex.com Blitz Megaplex Grand Indonesia Mall Grand Indonesia, LT 8, Jalan MH Thamrin no. 1, Jakarta Website: www.blitzmegaplex.com Erasmus Huis Jalan H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan, Jakarta Informasi: 021 - 524 1069 Komunitas Salihara Jl. Salihara No. 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Website: www.salihara.org Reservasi: 0818-0730-4036 (Nike) Dengan harga tiket presale Rp. 20.000 dan harga regular Rp. 25.000 bisa dibeli Tiket hanya dapat dibeli di Counter Festival KidsFfest! Counter Festival di 21 PIM 1 dan Blitz Grand Indonesia 10-16 Juli jam buka 13.00-20.00 17-26 Juli jam buka 9.30-20.00 Counter Festival di Aksara Bookstore Kemang 10-16 Juli jam buka 12.00-19.00 Untuk Jadwalnya bisa dilihat disini Meski liburan telah usai tidak ada salahnya untuk meluangkan waktu me film-film di festival ini.details:www.kidsffest.org. |
|
#30
|
||||
|
||||
|
Kapanlagi.com - Sacha baron Cohen memang benar-benar paling bisa membuat geger dunia. Setelah muncul dengan karakter Borat beberapa tahun lalu, kini ia hadir mencetak box office dengan peran yang tak kalah kontroversial sebagai Bruno. Tercatat, film tersebut mampu meraup US$30 juta di minggu pertama pembukaannya.
Film yang berkisah tentang seorang gay asal Austria yang bekerja sebagai presenter acara fashion show yang kontroversial berjudul BRUNO ini mampu mengalahkan dua film unggulan yaitu ICE AGE: DAWN OF THE DINOSAURS dan TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN, ke urutan kedua dan ketiga. Sementara itu, dari catatan Contactmusic yang dilansir KapanLagi.com, film Johnny Depp berjudul PUBLIC ENEMIES dan film komedi romantis THE PROPOSAL hanya bisa bertahan di daftar lima besar. (cmc/boo) |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|