40 Ekor Sapi Dideportasi, Gara-gara Konflik 2 Negara

Discussion in 'Internasional' started by mukidijogja, Mar 16, 2017.

  1. mukidijogja

    mukidijogja Well-Known Member

    [​IMG]

    Ketegangan diplomatik antara Turki dan Belanda berbuntut panjang ke berbagai aspek kehidupan. Kasus ini bermula, ketika Negeri Kincir Angin tak menerbitkan izin mendarat di Bandara mereka bagi 2 menteri Turki.

    Kedatangan kedua menteri Turki ke Amsterdam adalah untuk mengampanyekan referendum konstitusi.

    Buntutnya, Recep Tayyip Erdogan menyebut pemerintahan Belanda sebagai rezim Nazi baru. Sebaliknya, pemerintahan Belanda menyebut rezim Erdogan sebagai "yang tak bisa dimaafkan".

    Baca Juga:
    Siaran Berita BBC soal Korea Selatan ini Viral Karena .....
    Pernah Jadi Cawapres, Kiprah Hasyim Muzadi Berliku
    Mengharukan, Ini Impian Kepala Desa di Pulau Terpencil


    Tak hanya di sektor politik, di usaha perdagangan ternak pun hubungan kedua negara menegang. Terakhir, Asosiasi Produsen Daging Merah Turki memulangan (mendeportasi) 40 ekor sapi yang sudah mereka impor.

    "Ini merupakan kiriman pertama dari total yang tadinya akan kami impor. Tapi keberadaan sapi-sapi dari Belanda ini menimbulkan masalah, sehingga kita kirim balik ke negara asalnya," kata Ketua Asosiasi, Bulent Tunc, seperti dikutip dari Russia Today.

    Meski kedua negara disebut ingin meredakan ketegangan ini, namun langkah keduanya sudah terlampau jauh. Baik Turki dan Belanda, sudah saling memulangkan duat besar kedua negara.

    Baca Selengkapnya
     
  2. ekapusno

    ekapusno Member

    duh masa sapi aja kena deportasi juga
    wkwkwkw
    [​IMG]
     

Share This Page