Alasan Kenapa Roket Bisa Melewati Atsmosfer Tanpa Terbakar

Discussion in 'Internasional' started by hamdanbgr, Jul 3, 2017.

  1. hamdanbgr

    hamdanbgr Member

    [​IMG]
    Banyak dari kita mungkin pernah mempertanyakan pertanyaan ini pada saat guru menjelaskan tentang atsmosfer pada saat masih di bangku sekolah menengah atas ataupun saat lagi menempuh sarjana di perguruan tinggi, tapi buat kalian yang belum menemukan jawabannya, mengapa pesawat ulang alik atau sering kita sebuit roket ini tidak terbakar ketika melewati atsmosfer, berikut kami berikan penjelasan singkatnya buat anda.

    1. Dilindungi Oleh Ubin yang Terbuat dari Campuran Keramik Silika dan serat karbon (RCC)

    [​IMG]

    Ketika melewati atsmosfer, semua benda pasti akan terbakar, dikarenakan suhu atmosfer sendiri yang sangat panas hingga 3000 derajat Fahrenheit atau 1.648 derajat celcius, bahkan di atas titik leleh baja. Oleh karena itu apapun yang melewati atsmosfer pasti akan meleleh atau terbakar tak terkecuali roket sendiri. Etss tapi tunggu dulu, roket kan dilindungi oleh ubin yang terbuat dari keramik silika dan juga dicampur oleh serat karbon (RCC), dan telah dibuktikan oleh nasa bahwa ubin tersebut dapat melepaskan panas, sehingga ketika roket melewati atsmosfer ia terbakar tetapi panasnya akan langsung dilepas tanpa memengaruhi suhu roket sendiri, maka sudah pasti dong roketnya aman.


    2. Kembali Ke Bumi dengan Kemiringan Sudut 40 Derajat

    [​IMG]

    Setelah berhasil melewati atsmosfer bumi, pesawat ulang alik kemudian akan menjalankan misi mereka, dan kembali lagi ke bumi. disaat kembali kebumi mereka kembali menghadapi masalah melewati atsmosfer, terlebih lagi atsmosfer paling luar adalah yang paling panas, sehingga untuk mensiasati hal ini mereka tidak dapat hanya mengandalkan ubin, tetapi mereka juga mengambil jalan dengan kemiringan 40 derajat sehingga tumbukan yang terjadi tidak terlalu exstrim dibandingkan sudut lainnya terutama 90 derajat.

    Jadi itulah penjelasan singkat mengapa roket tidak terbakar ketika melewati atsmosfer sedangkan meteor terbakar ketika melewati atsmosfer. Ternyata ia dilindungi oleh ubin yang terbuat dari campuran keramik silika dan serat karbon (RCC) serta kembali dengan sudut pendaratan 40 derajat, sedangkan meteor sendiri hanya terbuat dari batu batuan yang titik lelehnya jauh dibawah suhu atsmosfer terlebih lagi ia melewati atsmosfer dengan sudut 90 derajat maka sudah pasti ia akan terbakar ketika melewati atsmosfer, oke.



    Sumber
     
  2. Indah75

    Indah75 Well-Known Member

    Canggih banget teknologinya.
     
  3. sampian

    sampian New Member

Share This Page