Fosil Berumur 3,3 Juta Tahun Ungkap Asal-usul Tulang Belakang Manusia

Discussion in 'Sosial dan Budaya' started by adnanmu, Jun 6, 2017.

  1. adnanmu

    adnanmu Active Member

    [​IMG]
    Analisis terhadap kerangka fosil berusia 3,3 juta tahun menunjukkan kolom tulang belakang paling lengkap dari zaman manusia awal, yang meliputi tulang belakang, leher, dan tulang rusuk.

    Temuan, yang diterbitkan pada minggu ini dalam Proceedings of the National Academy of Sciences itu, menunjukkan bahwa bagian struktur tulang belakang manusia yang memungkinkan gerakan yang efisien dalam berjalan telah ditemukan jutaan tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

    Fosil tersebut yang dikenal sebagai “Selam”, adalah kerangka yang hampir lengkap dari seorang anak berusia 2,5 tahun yang ditemukan di Dikika, Ethiopia pada tahun 2000 oleh Zeresenay (Zeray) Alemseged, profesor biologi dan anatomi organisasional di University of Chicago, AS, yang juga merupakan penulis senior studi baru ini. Selam, yang berarti “kedamaian” dalam bahasa Amharik Etiopia, adalah manusia purba dari spesies Australopithecus afarensis, spesies yang sama dengan kerangka Lucy yang terkenal (ditemukan pada 1974).


    Pada tahun-tahun sejak Alemseged menemukan Selam, ia dan asisten labnya dari Kenya, Christopher Kiarie, telah mempersiapkan fosil itu secara halus di Museum Nasional Etiopia. Mereka perlahan-lahan mengelupas batu pasir yang menyelimuti kerangka itu dan menggunakan alat pencitraan canggih untuk menganalisis strukturnya lebih jauh.

    “Penelitian lanjutan terhadap Selam menunjukkan bahwa struktur umum kolom tulang belakang manusia telah muncul lebih dari 3,3 juta tahun yang lalu, hal ini menyoroti salah satu keunggulan evolusi manusia,” kata Alemseged. “Penemuan semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya, terutama pada individu muda yang vertebranya belum sepenuhnya menyatu.”

    Banyak fitur kolom tulang belakang manusia dan tulang rusuk yang serupa dengan primata. Tapi tulang belakang manusia juga mencerminkan mode khas kita berjalan tegak dengan dua kaki. Sebagai contoh, manusia memiliki lebih sedikit vertebra pada tulang rusuk – tulang belakang, dibandingkan dengan kerabat primata terdekat kita. Manusia juga memiliki lebih banyak vertebra di punggung bagian bawah, yang memungkinkan kita berjalan secara efektif. Kapan dan bagaimana pola ini mulai terbentuk belum diketahui sampai sekarang karena temuan lengkap dari vertebra (tulang belakang) jarang dapat ditemukan.

    “Selama bertahun-tahun kita telah mengetahui sisa fragmen dari spesies fosil awal yang menunjukkan bahwa pergeseran dari tulang rusuk, atau torakalis, vertebra hingga lumbar, atau punggung bawah, vertebra diposisikan lebih tinggi di kolom tulang belakang daripada yang lainnya. Namun kami masih belum bisa menentukan berapa banyak vertebra yang dimiliki nenek moyang kita sebelumnya,” jelas Carol Ward, Profesor Patologi dan Ilmu Anantomi di University of Missouri School of Medicine, AS, yang juga merupakan penulis utama studi ini. “Selam telah memberi kita gambaran pertama tentang bagaimana kerangka nenek moyang awal kita.”

    Agar bisa dianalisis, Selam harus melakukan perjalanan ke European Synchrotron Radiation Facility di Grenoble, Perancis, dimana Alemseged dan tim peneliti menggunakan teknologi pencitraan beresolusi tinggi untuk memvisualisasikan tulang-belulangnya.

    “Teknologi ini memberi kesempatan untuk secara virtual meneliti aspek vertebra yang tidak mampu dilakukan pada spesimen asli melalui pandangan mata biasa,” kata rekan penulis studi, Fred Spoor, seorang profesor anatomi evolusioner di Departemen Biosains di University College London, Inggris.

    Hasil scan menunjukkan bahwa Selam memiliki transisi sendi toraks yang khas menuju lumbar yang juga ditemukan di fosil manusia purba lainnya, namun spesimen tersebut yang pertama menunjukkan kesamaan dengan manusia modern, dimana nenek moyang kita yang paling awal juga memiliki dua belas tulang belakang toraks dan dua belas pasang tulang rusuk.

    “Konfigurasi manusia awam yang tidak biasa ini mungkin menjadi kunci dalam mengembangkan skenario yang lebih akurat mengenai perkembangan bentuk tubuh manusia modern,” kata Thierra Nalley, asisten profesor anatomi di Western University of Health Sciences di Pomona, California, AS, yang juga salah seorang penulis makalah

    Konfigurasi ini menandai transisi menuju jenis kolom tulang belakang yang memungkinkan manusia menjadi pejalan kaki atletik yang efisien dan pelari saat ini.

    “Kami mendokumentasikan untuk pertama kalinya dalam rekaman fosil, munculnya jumlah vertebra dalam sejarah kita, ketika transisi terjadi dari vertebra tulang rusuk hingga vertebra belakang,” kata Alemseged. “Struktur dan modifi kasi ini sepanjang waktu adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah evolusi manusia.”


    Sumber: Erabaru
     
  2. sungakal

    sungakal New Member

    Baca juga berita menarik lainnya :
     

Share This Page