Kisah Pilu Anak kumpulkan Sampah Demi Menghidupi Ayah yang Lumpuh

Discussion in 'Internasional' started by mukidijogja, Mar 20, 2017.

  1. mukidijogja

    mukidijogja Well-Known Member

    [​IMG]

    Kisah mengharukan datang dari seorang bocah berusia 7 tahun dimana perjalanan masa kecilnya harus dilewati dengan merawat ayahnya yang menderita kelumpuhan. serta ditelantarkan ibunya telah membuat gempar dunia maya Tirai Bambu.

    Yangling seorang anak yang baru menginjak kelas 1 SD di Provinsi Guizhou, China, dalam kesehariannya tak mengenal kata bermain. Setiap pagi ia bangun pukul 6, lalu membuat sarapan untuk ayahnya sebelum berangkat sekolah. Lalu, setelah makan siang di sekolah ia bergegas kembali pulang untuk memberi ayahnya makan.

    Mengutip Youth Daily, Ou Tongming, ayah Yangling yang bekerja sebagai buruh bangunan terjatuh dari lantai 2 sebuah rumah yang sedang direnovasi.

    Setelah dirawat selama lebih dari setahun, namun tak ada kemajuan yang berati dari kondisi kesehatan Tongming. Melihat kondisi tersebut, ibu Yangling suatu hari pergi meninggalkanya beserta ayahnya yang tergeletak di rumah dan tak pernah kembali.

    Tongming sendiri didiagnosa patah tulang pada bagian rusuk, vertebra dan cedera sumsum tulang belakang, membuatnya lumpuh dari pinggang ke bawah. Perawatan Tongming menghabiskan keuangan keluarga namun kondisinya tak kunjung membaik– sejak itu ia tidak pernah beranjak dari ranjang tidurnya.

    Baca Juga:
    Tak Semua WNI Harus Deposit Rp25 Juta saat Bikin Paspor
    Ini Penampakan Macan yang Gantikan Maung Unyu Cisewu

    Setiap pagi ia bangun pukul 6, lalu membuat sarapan untuk ayahnya sebelum berangkat sekolah.

    Tak hanya sampai di situ, sepulang sekolah ia sempatkan diri untuk mengumpulkan sampah di sekitar kampus untuk ditukar dengan uang.

    “Ayahku butuh obat-obatan, tapi aku tidak punya uang,” ungkap Yanglin. Ia mengatakan kepada wartawan bisa mendapatkan hampir 20 yuan atau sekitar Rp 50 ribu setiap harinya dari penjualan sampah.

    Setibanya di rumah, Yanglin membantu ayahnya untuk mengoles obat pada bagian belakang.

    Di samping uang yang didapati atas hasil menjual sampah, Yanglin dan ayahnya hanya bergantung pada dana pemerintah sebesar 300 yuan atau hampir Rp 700 ribu setiap bulannya. Namun sejumlah tetangga sekitar berbaik hati memberikan makanan serta bantuan lainnya jika bisa.

    Berniat untuk tidak merepotkan putranya, sudah lebih dari sekali Tongming berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

    “Aku sudah bertekad, namun aku tidak tega meninggalkan anakku sendirian,” ungkap dia.

    “Aku tidak bisa hidup tanpa ayahku,” ungkap Yanglin kepada wartawan. Dan pada kesempatan itu ia juga menambahkan keinginannya untuk cepat dewasa agar bisa mencari uang untuk mengobati ayahnya.

    SUMBER
     
  2. ekapusno

    ekapusno Member

    semoga bocah ini diberikan kesabaran dan kekuatan dalam mencari rejeki untuk menghidupi orang tua nya
    [​IMG]
     

Share This Page