Misteri Kaghati, Layangan Purba 9000 SM dari Pulau Muna Sulawesi Tenggara

Discussion in 'Misteri' started by indraone, Mar 15, 2017.

  1. indraone

    indraone Well-Known Member

    Dalam Festival layang-layang internasional Berck sur Mer yang diselenggarakan di Perancis pada tahun 1997, salah seorang Pakar Internasional layang-layang, Wolfgang Bieck tertarik dengan layang-layang dari Indonesia.

    [​IMG]

    Layang-layang ini dibuat hanya dari daun, dan pada festival tersebut Kaghati dapat mengalahkan layang-layang dari Jerman serta meraih juara pertama. Ketertarikannya pada Kaghati, membuat Wolfgang akhirnya datang ke Pulau Muna (Sulawesi Tenggara) untuk mempelajari lebih mendalam tentang layang-layang tradisional ini.

    Lukisan Layangan Purba dari Gua Sugi Patani

    Pada kesempatan kunjungan Wolfgang di Sulawesi Tenggara, ia diajak untuk melihat sebuah lukisan yang ada di dalam dinding Gua Sugi Patani, yang berada di Desa Liangkobori, Muna.

    [​IMG]

    Di dinding gua tersebut, ditemukan sebuah coretan yang menggambarkan seseorang yang sedang menerbangkan layang-layang.

    [​IMG]

    Dengan mengambil pendapat dari Dr. Harry Truman Simanjuntak, keberadaan lukisan layangan di Gua Sugi Patani diperkirakan berasal dari masa 9000 – 5000 Sebelum Masehi (SM).

    Berdasarkan temuan ini, Wolfgang Bieck menyimpulkan, bahwa klaim yang menyebutkan layang-layang tertua di dunia berasal dari Tiongkok terpatahkan.


    Dan Wolfgang yakin, layang-layang tertua di dunia berasal dari Pulau Muna, Indonesia, hal ini dikarenakan usia lukisan prasejarah di Gua Sugi Patani jauh lebih tua ketimbang usia permainan layang-layang di negeri Tiongkok yang diperkirakan telah berumur sekitar 2.400 tahun.

    Sumber
     
  2. denisap

    denisap New Member

  3. limara

    limara New Member

    lampau banget ya
     

Share This Page