Terkuak, Penyebab Kematian Mumi Gadis Cantik Suku Inca Ratusan Tahun Lalu

Discussion in 'Internasional' started by indraone, Jun 9, 2017.

  1. indraone

    indraone Well-Known Member

    [​IMG]
    Pada tahun 1999, sebuah tim arkeologi menemukan tiga mumi Inca yang terawat utuh di dekat puncak gunung Llullaillaco setinggi 6.700 meter di atas permukaan laut pegunungan di Andes.

    Gunung Llullaillaco terletak di perbatasan wilayah Antofagasta, Chile dan Provinsi Salta, Argentina.

    Ketiga mumi itu masing-masing adalah seorang gadis usia 6 tahun, dan seorang anak laki-laki usia 7 tahun serta seorang gadis remaja berusia antara 13-15 tahun.

    [​IMG]

    Sisa jenazah menunjukkan mereka sudah berusia 500 tahun, berasal dari kerajaan Inca, yang dominan di Amerika Selatan hingga pendatang Eropa tiba pada akhir abad 15.

    Karena ditemukan di lapisan es pada ketinggian 6700 meter di atas permukaan laut, sehingga wujud fisiknya masih terawat utuh hingga sekarang, tubuhnya padat berisi, dan kulitnya juga sangat elastis, sekilas terlihat seperti lelap tertidur.

    Saat ditemukan, gadis itu tertidur lelap di dalam liang makam tanah liat, mengenakan selendang abu-abu di bahu, dengan kedua tangannya diletakkan diatas lutut.

    Sementara kepalanya tertunduk ke bawah, tidak terlihat adanya tanda-tanda berontak apapun, juga tidak ada bekas atau tanda-tanda dicekik dan dipukul hingga tewas.

    Karena diawetkan dengan pembekuan ekstrim, bentuk mumi gadis remaja itu sangat berbeda dengan mumi Mesir.

    [​IMG]

    Hasil pemeriksaan CT menunjukkan organ internalnya utuh, demikian juga dengan otak, tidak mengalami kerusakan, bahkan masih ada darah di jantung.

    Peneliti dari University of Bradford, Inggris menemukan rahasia kematian Maiden berdasarkan analisa biokimia rambutnya : gadis Inca itu diketahui telah mendapat asupan alkohol serta daun koka (yang merupakan bahan baku kokain) pada bulan-bulan terakhir usia belianya, kemudian mati sebagi korban persembahan ritual.

    Menurut para arkeolog, mumi gadis beserta dua anak kecil lainnya sengaja ditinggal di puncak pegunungan agar meninggal kedinginan sebagai persembahan kepada para dewa. Ketiganya dipilih mungkin karena paras mereka yang cantik.

    Selain itu, memilih anak-anak sebagai korban persembahan, karena suku Inca percaya anak-anak paling polos.


    Sumber: erabaru.net
     
  2. perkemba

    perkemba New Member

    Baca juga berita menarik lainnya :
     

Share This Page