TIPS MEMELIHARA ANJING DAN KUCING SECARA RUKUN DI RUMAH

Discussion in 'Pecinta Hewan' started by afterdera, Jan 25, 2017.

  1. afterdera

    afterdera New Member

    Ingin tau tips memelihara anjing dan kucing agar rukun di dalam satu rumah?
    Baca artikel tentang tips memelihara anjing dan kucing berikut:

    Ada peribahasa “seperti anjing dan kucing,” yang digunakan untuk menggambarkan dua orang yang tidak dapat akur; di mana peribahasa ini berasal kebiasaan anjing dan kucing yang tidak bisa akur, dan selalu berkelahi.
    Namun ternyata, anjing dan kucing pun tidak selamanya tidak akur, sudah cukup sering kita menemukan berbagai kasus keakuran di antara kedua makhluk ini.
    Bahkan, dengan langkah yang tepat, Anda pun dapat mewujudkan sebuah keluarga anjing-kucing-manusia yang rukun, tenteram, dan bahagia di rumah Anda.

    Perhatikan anjing pilihan Anda
    Memang faktanya tidak setiap anjing dapat hidup rukun dengan kucing, ada beberapa kriteria yang menentukan hal ini.
    Anjing yang memiliki sifat tenang atau dengan kata lain tidak mudah heboh atau merasa girang adalah jenis anjing yang paling cocok untuk hidup bersama kucing. Karena anjing jenis ini memiliki kecenderungan yang lebih kecil untuk mengganggu ketenangan hidup kucing.

    Anjing yang mudah heboh atau mudah girang adalah pilihan buruk, karena anjing seperti ini dapat dengan mudah mengejar kucing yang Anda pelihara, meskipun tujuannya hanya untuk bermain-main.
    Karakter lain yang juga tidak cocok untuk hidup bersama dengan kucing, adalah karakter anjing yang memiliki tingkat insting predator yang tinggi. Karakter seperti ini ditandai, dengan seringnya anjing menggonggong kasar kepada setiap orang atau hewan lain, serta mengejar orang atau hewan tersebut.

    Pilih kucing yang tidak kalah tenang

    Kucing yang tenang, yang dalam hal ini berarti tidak mudah panik, takut, atau stres, adalah pilihan yang paling tepat untuk mewujudkan keluarga anjing-kucing-manusia idaman Anda.
    Kucing yang mudah merasa kaget dan takut, akan mudah berlari terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan anjing (misalnya menggonggong), yang kemudian memicu anjing untuk mengejarnya.
    Selain itu, kucing yang tidak temperamen, yang tidak mudah merespons sesuatu dengan agresi, misalnya mencakar, juga merupakan pilihan yang baik dalam menentukan kriteria kucing yang tepat; agar anjing Anda terhindar dari masalah-masalah yang tidak diinginkan.
    Hal ini mengingat sikap anjing kebanyakan yang suka bermain dengan siapa saja, yang bisa saja direspons dengan agresi oleh kucing, jika ajakan permainan si anjing tadi membuat si kucing menjadi risih.

    Perkenalkan mereka secara tepat
    Ketika Anda memperkenalkan kedua makhluk ini, maka perkenalkanlah mereka secara perlahan-lahan.
    Sediakanlah suatu tempat dan cara khusus untuk kucing melarikan diri seandainya anjing mengejarnya, misalnya tempat tinggi yang dapat kucing panjat, tetapi tidak oleh anjing; ataupun pintu atau lubang kecil yang dapat dilalui oleh kucing, tetapi tidak oleh anjing.
    Ketika masih berada dalam masa-masa pengenalan, selalu supervisi interaksi di antara mereka, agar Anda dapat bertindak seandainya interaksi yang terjadi di antara mereka mulai tidak produktif. Ketika Anda tidak bisa melakukan supervisi ini, sebaiknya pisahkan mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    Usia merupakan faktor yang baik
    Memperkenalkan anjing dan kucing ketika mereka masih sama-sama berada pada masa-masa awal sosialisasi, yaitu pada usia 2-9 minggu, akan membuat mereka lebih cepat terbiasa terhadap satu sama lain.
    Hal yang sama juga berlaku untuk memperkenalkan anjing dewasa ke anak kucing (usia 2-9 minggu), karena pada usia muda ini, anak kucing akan tidak mudah takut terhadap kehadiran si anjing, sehingga mempermudah proses perkenalan.

    Begitu pula ketika Anda hendak memperkenalkan anak anjing (usia 2-9 minggu) ke kucing dewasa. Proses perkenalan di antara keduanya bisa menjadi lebih mudah, karena anak anjing memiliki risiko kecil untuk membahayakan kucing, dan kucing dewasa tadi pun lebih tidak mudah takut kepada anak anjing.

    Sumber : PAWSUNION
     

Share This Page