|
#1
|
||||
|
||||
|
Raja media yang juga pemilik pemilik News Corporation, salah satu perusahaan media terbesar dan paling berpengaruh di dunia Rupert Murdoch mengatakan era suratkabar ke depannya akan menjelma menjadi serba digital. Namun baru akan terjadi 10-15 tahun mendatang, di mana baru benar-benar fokus di dunia elektronik.
Murdoch dalam wawancaranya dengan News Corp yang dimiliki Fox Business Network mengatakan, bahwa industri suratkabar akan semakin tergerus karena beban untuk mencetak iklan dan sirkulasinya akan membebankan pembaca. Maka dari itu, para pembaca mulai beralih ke internet. "Daripada membaca suratkabar cetak, saat ini orang lebih suka untuk mobile dan bisa mengakses berita suratkabar secara keseluruhan secara mobile. Kita pun bisa meng-update setiap satu atau dua jam sekali," ujar Murdoch, seperti dikutip dari AFP, Jumat (29/5/2009). Dia juga menambahkan dengan suratkabar digital, seseorang akan langsung mendapatkan berita utama secara cepat dan bisa langsung diakses menggunakan Blackberry ataupun Palm sepanjang hari. "Saya rasa dua sampai tiga tahun ke depan pelaku industri surakabar akan mulai diperkenalkan dengan tren ini. Serta butuh waktu 10-15 tahun ke depan untuk publik berganti haluan ke media online," ungkapnya. Selain itu Murdoch berencana untuk membebankan biaya ke pembaca, untuk media publikasi online. "Anda harus membayar suratkabar favorit Anda di Web. Media online gratis akan dihentikan pada akhirnya," ucapnya. Pembebanan biaya di industri suratkabar secara online akan cepat berkembang dan pembaca pun harus membayar banyak untuk itu. "Beberapa kasus di industri suratkabar mulai menjajaki dunia online dan mencoba menarik pembaca lebih banyak lagi. Hal ini malah membuat rugi perusahaan tersebut. Sekarang mereka harus berbalik dan harus mulai berkata akan membebankan biaya ke pembaca," katanya. Di sisi lain, pria berusia 78 tahun ini tidak akan mengambil uang pemerintah. Di mana pemerintah akan memberikan bailout untuk industri suratkabar. "Saya yakin tidak ada satupun industri suratkabar yang akan mengambil dana tersebut, kami masih ingin bebas dan bisa memegang peranan kami," tegasnya. Dalam penutupan obrolan, Murdoch juga mengatakan, beberapa Koran akan segera mati. Murdoch menutup wawancara dengan prediksi bahwa salah satu koran Chicago akan mati. "Satu akan pergi," katanya. "Ini sangat sulit untuk melihat bagaimana Sun-Times dapat terus terjadi. Saya pikir keras saat sepuluh tahun yang lalu." Holding Murdoch memiliki The Wall Street Journal, the New York Post, The Times of London, the Sun dan The Australian, dan lainnya. The Wall Street Journal online sendiri sudah menetapkan biaya pendaftaran untuk semua kontennya. Sebelum ini, tahun 2006, pemilik konglomerasi media berbahasa Inggris terbesar di dunia, sudah pernah menyindir media cetak. Ia mengatakan, beberapa pemilik industri (media) suka merasa hebat, tidak dapat diketahui sebabnya, dan merasa puas dengan dirinya sendiri. "Pembaca muda tidak ingin bersandar pada figur dewa yang turun dari langit untuk mengatakan kepada mereka mengenai hal-hal penting. Meminjam analogi agama, mereka tidak ingin berita disajikan seperti ajaran," ujar Murdoch pada Pertemuan American Society of Newspaper Editor di Washington, seperti dikutip The Economist edisi 22 April 2006. Apa yang harus dilakukan koran-koran, kata Murdoch, adalah kebutuhan menyesuaikan diri dengan online. Situs pribadi (blog) milik para pembaca muda itu telah menjadi tempat untuk percakapan. "Warga digital tidak lagi berkirim surat kepada editor surat kabar. Ia memilih ber-online dan memulai blog. Artinya, kita harus menjadi tujuan akhir bagi para blogger ini," lanjutnya. [thehuffington/fox/www.hidayatullah.com] Sumber: www.hidayatullah.com Welcome media online^^ |
|
#2
|
||||
|
||||
|
setuju neh,,,
tapi kalo media cetak ilank, otomatis ada bbrp lapangan kerja yg akan ilank juga,,, musti diperhatikan dan diantisipasi dengan munculnya lapangan kerja baru, seperti bloggers dan lain2,,, ngomong apa seh gue,,, hahaha,,,
|
|
#3
|
||||
|
||||
|
Quote:
heleh,,, ngemeng apa si gue
|
|
#4
|
||||
|
||||
|
Quote:
iye mod, tingkat pengangguran akan naik untuk bbrp saat,,, tapi gua pikir, untuk jangka ke depan nya akan muncul lapangan2 kerja baru seperti bloggers (dalam hal ini bloggers komersil), teknisi yg buat update setiap berita di media online, website designer, programmer, dan lain2,,, jadi bisa dibilang ada revolusi juga dalam lapangan kerja,,, aduh ngomong apa seh gue, makin kacau kayaknya,,,
|
|
#5
|
||||
|
||||
|
Quote:
![]() Pernah ada pertanyaan mahasiswa (ni real story dari temen): Mahasiswa: Kenapa media harus online? Penjawab: Kenapa harus ada facebook? kenapa kok facebook gak media cetak? kwekwke bingung kan sama ![]() gak gak,, gini kok, menilik ke jaman baheula, banyak orang menyampaikan kabar melalui surat post. Lebih keren lagi ada yg namanya telegram, lebih modern lagi ada namanya telepon maka wartel jadi tenar pada saat itu, lalu orang migrasi ke telepon. Dan sampe sekarang orang masih menggunakan telepon sebagai alat komunikasi. Lalu beberapa tahun kesini, orang sudah mengenal handphone dan sms, lalu telegram tersingkirkan. Makin kesini, hadir Internet, maka ada yang namanya email (Elektronik Mail). Hadirnya surat elektronik nggak mengganggu stabilitas telepon dan handphone, justru menambah daya dobrak dalam berkomunikasi. Dari internet hadir, mIRC (Chatting Software), Social Networks, IM (Internet Message), and then, Post Office (Kantor Pos) semakin hari semakin tidak eksis dalam Dunia modern pada saat ini. Lalu hal ini berimbas pada media massa, dimana sekitar tahun 80-90an masyarakat ramai membaca berita melalui lembar-lembar kertas, setiap pagi atau sore lantas hal itu musnah karena hadirnya media online. Wajar kalo evolusi terus berlaku ![]() Media online berbanding terbalik dengan media cetak, makanya gak heran kl media cetak harus muter otak untuk membuat sebuah headlines, contoh aja Lampu Merah (di Oz keknya ga ada ), headlines nya mbikin orang ngakak ![]() segitu dari saiah yg sotoy
|
|
#6
|
||||
|
||||
|
Stuju aja, lebih hemat, lebih cepat, lebih baik, hehehe
|
|
#7
|
||||
|
||||
|
setuju... media online punya prospek yang lebih cerah ke depannya. dan gak mustahil juga suatu saat media online akan menarik iuran bagi pembacanya. dah ada koq yang begituh
|
|
#8
|
||||
|
||||
|
wah2, ini rupert murdoch yang pengen beli MU dulu sekarang khawatir juga
|
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|