VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Like Tree1Likes
  • 1 Post By m_yadi_m

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 17 February 2013, 17:39
fauqy Male
Guest
 
Posts: n/a
:getokk: Sistem Pendidikan Indonesia Terburuk di dunia, Apa yang Salah??

Sistem Pendidikan Indonesia Terburuk di dunia, Apa yang Salah??

Berdasarkan artikel yang diterbitkan 27 November 2012 pada website BBC ( http://www.bbc.co.uk/indonesia/majal...on_ranks.shtml ), Sistem pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia menurut tabel liga global yang diterbitkan oleh firma pendidikan Pearson. Ranking ini memadukan hasil tes internasional dan data seperti tingkat kelulusan antara 2006 dan 2010. Indonesia berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brasil. Dua kekuatan utama pendidikan, yaitu Finlandia dan Korea Selatan, diikuti kemudian oleh tiga negara di Asia, yaitu Hong Kong, Jepang dan Singapura.

Perbandingan internasional dalam dunia pendidikan telah menjadi semakin penting dan tabel liga terbaru ini berdasarkan pada serangkaian hasil tes global yang dikombinasikan dengan ukuran sistem pendidikan seperti jumlah orang yang dapat mengenyam pendidikan tingkat universitas.

Melihat dari sistem pendidikan yang berhasil, studi itu menyimpulkan bahwa mengeluarkan biaya adalah hal penting namun tidak sepenting memiliki budaya yang mendukung pendidikan. Studi itu mengatakan biaya adalah ukuran yang mudah tetapi yang lebih kompleks dampak yang lebih kompleks adalah perilaku masyarakat terhadap pendidikan, hal itu dapat membuat perbedaan besar. Sir Michael Barber, penasihat pendidikan utama Pearson, mengatakan negara-negara yang berhasil adalah yang memberikan status tinggi pada guru dan memiliki "budaya" pendidikan.

Lalu apa yang salah??
manajemen sistem pendidikan tak ubahnya dengan manajemen proyek secara umum, yang terdiri atas sub-sub bagian seperti manajemen SDM, waktu, biaya, resiko, dan lain sebagainya yang saling berkaitan. Berikut beberapa catatan yang perlu dicermati terkait dengan sistem pendidikan Indonesia saat ini:

- Pendanaan. Anggaran untuk pendidikan di Indonesia memang terus ditingkatkan, akan tetapi hal tersebut masih harus juga digunakan untuk hal-hal yang tepat. Pendanaan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang sedang diterapkan saat ini memang cukup membantu, akan tetapi perlu dicermati pula mengenai distribusi serta sasaran dari pendanaan tersebut. Di wilayah-wilayah tertentu seorang siswa (dari kalangan mana saja baik kaya maupun miskin) dapat terbebas dari uang SPP dari SD Negeri hingga SMA Negeri, namun di wilayah-wilayah lain hal tersebut masih belum dapat terlaksana.
Bila masalah biaya kemudian disepelekan, maka bisa kita lihat bahwa negara-negara dengan peringkat pendidikan papan atas, seperti Finlandia sebenarnya memiliki alokasi anggaran pendidikan yang relatif tinggi. Merendahkan masalah ini dapat diartikan sebagai bentuk persetujuan terhadap fenomena guru yang merangkap tukang ojek di Indonesia. Masalah pendanaan pendidikan juga akan berimbas langsung terhadap ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan. Salah satu daya tarik pendidikan Jerman adalah tersedianya semua sarana yang dibutuhkan untuk melatihkan keterampilan, praktek pendidikan, dan pendukung keilmuan.

- Permasalahan Metode dalam Sistem Pendidikan Nasional. Metode “Spoon Feeding” yang diterapkan mulai dari TK hingga SMA atau bahkan Perguruan Tinggi masih menjadi andalan di Indonesia, dimana guru yang bertindak aktif menyuapi ilmu kepada siswa yang hanya bertindak pasif. Presiden SBY saat temu nasional 2009 di Jakarta pada tanggal 29 Oktober 2009 pun pernah mengkritisi hal ini, ""Saya ingatkan Mendiknas, coba sejak TK, SD, SMP, SMA itu metodologinya jangan guru aktif siswa pasif, dan hanya sekedar mengejar ujian, rapor. Kalau itu yang dipilih, maka anak-anak bersekolah tidak berkembangkreativitasnya, inovasi dan jiwa wirausahanya".
Lebih lanjut disampaikan bahwa jiwa wirausaha atau entrepreneurship merupakan hal yang sangat penting dan harus dipupuk sejak kecil, sehingga pendidikan nasional tidak hanya melahirkan para pencari kerja tetapi pencipta lapangan kerja. Bila kita cermati sistem pendidikan Jerman biasa kita lihat bahwa sistem menyediakan pilihan yang komperhensif bagi siswa, apakah mau menjadi ilmuwan atau menjadi seorang yang siap kerja dengan keahlian khusus setelah melalui pendidikan. Semua siswa melalui tes penentuan minat bakat terlebih dahulu sebelum kemudian memilih jalur sekolah yang akan diambil. Hasil tes menjadi bahan pertimbangan bagi siswa dan orang tuanya untuk menentukan pilihan.

- Pengajaran Nilai Sikap dan Bukan Pengejaran Nilai Raport. Pendidikan nilai di Indonesia memang memiliki alokasi yang minim. Sebagai contoh, selama 4 tahun kuliah di pendidikan tinggi di Indonesia, pembelajaran nilai umumnya hanya selama 2 sks dalam satu semester. Menurut beberapa pengamat pendidikan, sistem pendidikan di Indonesia masih membuat pengdikotomian terhadap pendidikan nilai dan pendidikan sekuler. Pendidikan nilai umum diajarkan di pesantren misalnya, dan tidak terintegrasi dengan pendidikan di lembaga non-keagamaan. Di lembaga pendidikan formal non-keagamaan pun, penanaman sikap dinilai kurang. Siswa dan guru lebih terfokus pada nilai raport dan UN, sehingga nilai menjadi segala-galanya di Indonesia.

- Manajemen Pendidikan. Wewenang untuk mengambil kebijakan prinsipil dalam bidang pendidikan di Indonesia masih dipegang oleh pemerintahan pusat. Artinya, pemerintahan daerah belum berani mengambil otoritas untuk menentukan masa pendidikan dasar atau corak seragam di sekolah formal. Dengan demikian standarisasi pendidikan di manapun di Indonesia seyogyanya adalah sama. Di Jakarta atau di Manokwari, semestinya standar pendidikan untuk tingkat sekolah dasar sama, Namun perlu dipertimbangkan bahwa akses pada dunia pendidikan di wilayahwilayah Indonesia adalah tidak sama.
Sebagai contoh bagaimana konsep manajemen pendidikan di jerman, I Made Wiryana dalam sebuah milis tentang pendidikan di Jerman. Dia menuliskan bahwa konsep pendidikan di Jerman adalah cenderung pemerataan hak mendapatkan pendidikan. Ini berlaku untuk orang asing atau orang Jerman yang tinggal di Jerman. Artinya secara konsep yang diutamakan adalah pemerataan pendidikan daripada pencapaian puncak-puncak hasil pendidikan. Dia memberikan contoh bahwa ketika hasil PISA rendah, seluruh Jerman panik. Akan tetapi, ketika ada anak-anak Jerman yang dapat penghargaan, orang menganggap hal itu biasa saja. Hal ini terbalik dengan Indonesia yang sangat bangga terhadap prestasi anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di dunia. Contoh lain adalah jika karier anda sebagai orang lembaga pendidikan ingin maju di Jerman, anda harus pindah ke kampus-kampus kecil (di kota kecil). Beliau menjelaskan bahwa prinsip ini membuat pemerataan kualitas pendidikan terjadi secara alami. Dan lagi-lagi, ini berbeda dengan Indonesia.

Salah satu upaya yang bisa dijadikan starting point bagi upaya perbaikan dan pengembangan sistem pendidikan Indonesia adalah dengan mengetahui kelemahan dan kelebihannya. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan kaji banding dengan sistem negara lain yang lebih baik, sehingga bisa menjadi gambaran bagi kita, bagaimana kita bisa memperkuat yang menjadi kelebihan sistem pendidikan indonesia dan memperbaiki kekurangan yang ada. Melalui peningkatan kualitas sistem pendidikan Indoneisa, kelak Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dan berada di barisan terdepan dalam usaha mewujudkan dunia yang lebih baik lagi. Laporan diatas juga menekankan pentingnya guru berkualitas tinggi dan perlunya mencari cara untuk merekrut staf terbaik. Hal ini meliputi status dan rasa hormat serta besaran gaji yang pantas.


Sumber :
- http://www.bbc.co.uk/indonesia/majal...on_ranks.shtml
- http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/J...Ind-Jerman.pdf
- Perbedaan Pendidikan Jerman dengan Indonesia « Irvan Tambunan | The Blog
- http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/~made/
Reply With Quote
  #2  
Old 17 February 2013, 21:17
fauqy Male
Guest
 
Posts: n/a
Default

FYI: Program for International Student Assessment (PISA) adalah studi di seluruh dunia oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam negara baik anggota maupun non-anggota untuk kinerja skolastik murid sekolah usia 15 tahun pada bidang matematika, ilmu pengetahuan, dan membaca.
Reply With Quote
  #3  
Old 19 February 2013, 18:56
hktoyshop's Avatar
Super Member
 
Join Date: Feb 2009
Location: http://hk-toys.com
Posts: 33,568
Thanks: 13
Thanked 528 Times in 339 Posts
hktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top member
Default

kayaknya gak mungkinpendidi kan di indonesia yang terburuk
jika di bandingin di kawasan afrika , dan juga banyak sekolah yang memenangkan
penghargaan gengsi dari kancah dunia
__________________
mampir gan di mari blog ane yang pingin ketawa
http://gambar.humor-jorok.com
Reply With Quote
  #4  
Old 22 February 2013, 01:34
Saras008's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Jul 2011
Posts: 5,041
Thanks: 2
Thanked 16 Times in 13 Posts
Saras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top member
Default

harus cepat cepat di benahi tu gan
Reply With Quote
  #5  
Old 27 April 2013, 00:52
Tukangnjait's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Apr 2013
Location: 20
Posts: 108
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
Tukangnjait is an unknown quantity at this point
Default

Apapun bisa kalo pake uang. Masuk ITB walopun otaknya pas-pasan kalo punya duit banyak ya tetep bisa masuk.
Reply With Quote
  #6  
Old 27 April 2013, 09:04
yankiijo's Avatar
Platinum Member
 
Join Date: Jun 2010
Location: Sleman
Posts: 6,702
Thanks: 243
Thanked 234 Times in 71 Posts
yankiijo super top memberyankiijo super top memberyankiijo super top memberyankiijo super top memberyankiijo super top memberyankiijo super top memberyankiijo super top memberyankiijo super top memberyankiijo super top memberyankiijo super top memberyankiijo super top member
Default

Quote:
Originally Posted by Tukangnjait View Post
Apapun bisa kalo pake uang. Masuk ITB walopun otaknya pas-pasan kalo punya duit banyak ya tetep bisa masuk.
otak pas-pasan memang masih bisa kuliah di ITB gan. yg penting lulus ujian.
kalo di bawah standar baru ditolak..
__________________

Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu
Kisah Karpet Kotor - Bagaimana Mensyukuri Hidup Tukang Tato itu Sekarang Jadi Imam Masjid Belajar Keikhlasan dari Yu Timah
Reply With Quote
  #7  
Old 27 April 2013, 13:49
m_yadi_m Male
Guest
 
Posts: n/a
:getokk: yg salah itu korupsi

yg salah itu korupsi nya.. aneh di negara ini, masa pendidikan saja dikorupsi, contoh negara2 lain walaupun ada korupsi tapi pantang bagi mereka mengkorupsi pendidikan, pendidikan adalah masa depan tidak pantas dikorupsi
Subwoofer likes this.
Reply With Quote
  #8  
Old 27 April 2013, 13:56
Subwoofer's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Feb 2013
Location: Surabaya
Posts: 2,907
Thanks: 12
Thanked 6 Times in 6 Posts
Subwoofer super top memberSubwoofer super top memberSubwoofer super top memberSubwoofer super top memberSubwoofer super top memberSubwoofer super top memberSubwoofer super top memberSubwoofer super top memberSubwoofer super top memberSubwoofer super top memberSubwoofer super top member
Default

Quote:
Originally Posted by m_yadi_m View Post
yg salah itu korupsi nya.. aneh di negara ini, masa pendidikan saja dikorupsi, contoh negara2 lain walaupun ada korupsi tapi pantang bagi mereka mengkorupsi pendidikan, pendidikan adalah masa depan tidak pantas dikorupsi
Setuju gan... mungkin perlu kurikulum bagaimana korupsi yang benar...

Kurikulum sekarang akan diganti dengan kurikulum 2013... baunya aja dah sarat korupsi... kapan majunya pendidikan kita...
Reply With Quote
  #9  
Old 6 September 2013, 00:19
sambuaga's Avatar
New Member
 
Join Date: Jun 2013
Location: 20
Posts: 7
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
sambuaga is an unknown quantity at this point
Default

Dalam artikel tersebut disebutkan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah guru. Memang ada benarnya karena mencari guru yang berkualitas tidaklah mudah. Anak-anak yang berbakat tidak akan mau menjadi guru mereka akan memilih profesi yang lebih memberikan kesejahteraan seperti Insinyur, dokter, pengacara dll. Untuk itu sebaiknya kesejahteraan guru dengan profesi lain seharusnya sama dengan profesi lain sehingga menarik minat siswa-siswa yang berkualitas menjadi guru..

Konsep pendidikan formal dan non formal
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Tags
indonesia, pendidikan, sistem, terburuk

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 10:04.