VIVAnews Forums
Welcome to VivaForum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Like Tree4Likes

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #21  
Old 31 March 2009, 22:07
hendrahy's Avatar
New Member
 
Join Date: Mar 2009
Posts: 28
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
hendrahy is an unknown quantity at this point
Default

Cerita bagus dan menarik. Bisa buat referensi nih!
Reply With Quote
  #22  
Old 2 April 2009, 11:25
darkbeat's Avatar
Senior Admin
 
Join Date: Dec 2008
Location: Di tempat masih ada
Posts: 1,579
Thanks: 29
Thanked 402 Times in 63 Posts
darkbeat has disabled reputation
Default

ada lagi yang punya nggak
__________________
Follow me @rondasiang
Reply With Quote
  #23  
Old 15 April 2009, 11:14
darkbeat's Avatar
Senior Admin
 
Join Date: Dec 2008
Location: Di tempat masih ada
Posts: 1,579
Thanks: 29
Thanked 402 Times in 63 Posts
darkbeat has disabled reputation
Default

Buaya Putih, Kisah Mistik Situ Gintung

VIVAnews – Tsunami kecil di pinggiran Ibu Kota itu melambungkan nama Situ Gintung. Kisah tragisnya menyedot ribuan orang untuk menyaksikan sisa keindahan.

Menempati lahan di Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, bendungan itu sudah ada sejak pemerintah kolonial. Baru sekitar tahun 1933, Belanda membangunnya sebagai tadah hujan untuk pengairan sawah.

Kala itu, luas situ mencapai 33 hektare dengan kapasitas tampungan air 2,1 juta meter kubik. Namun 76 tahun bertahan, luasnya susut menjadi 21 hektare.

Di sekeliling situ, sawah menghampar indah. Pepohonan rindang pun meneduhkan penghuninya. Sementara satu pulau mungil terpaku di tengah danau.

Sekitar tahun 1980, keindahan Situ Gintung mulai dilirik para pebisnis. Waduk tandon hujan itu digarap menjadi objek wisata alam. Berbagai fasilitas dibangun mulai dari restoran hingga sarana olahraga. "Banyak yang mancing di sini," kata Sa'amin Abdullah, 67, yang sudah 45 tahun bermukim di dekat situ.

Berbagai kegiatan massal pun acapkali digelar di Situ Gintung seperti lomba perkutut, dan lomba memancing. “Banyak juga masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari sana,” ujarnya.

Di balik daya tarik wisatanya, Situ Gintung ternyata menyimpan sejumlah misteri. Legenda buaya putih salah satunya. Konon, buaya itu adalah jelmaan nenek tua penjaga situ. Sesekali buaya itu muncul di tengah danau dan memangsa penduduk sekitar sebagai tumbal.

Misteri lain adalah kisah pulau mistis di tengah danau yang terkadang muncul, kadang hilang. Pulau itu, konon menjadi tempat tinggal sang penjaga situ. Jika melihat pulau itu, pengunjung bisa terhipnotis untuk menyeberangi danau dan tenggelam. “Pulau itu katanya sering mencari tumbal.”

Sejumlah kisah mistis itulah yang kemudian membuat banyak orang takut beraktivitas di tengah situ. Mereka khawatir akan celaka dan menjadi tumbal penjaga situ.

Pun tragedi jebolnya Situ Gintung. Sebagian warga yang percaya kisah mistis yakin 100 korban tewas dalam musibah malam buta itu menjadi tumbal penjaga situ.
• VIVAnews
__________________
Follow me @rondasiang
Reply With Quote
  #24  
Old 13 May 2009, 13:11
gal's Avatar
Junior Member
 
Join Date: May 2009
Location: Jakarta
Posts: 198
Thanks: 10
Thanked 11 Times in 8 Posts
gal is a name known to allgal is a name known to allgal is a name known to allgal is a name known to allgal is a name known to allgal is a name known to allgal is a name known to allgal is a name known to allgal is a name known to allgal is a name known to allgal is a name known to all
Default Jakarta Heritage Trails

info..buat teemn2 yang suka ma hal2 begini..

Jakarta Heritage Trails


EKSPEDISIMARUNDA IV

Melacak Jejak Sejarah di Pesisir Utara Jakarta

Minggu, 7 Juni 2009. Pkl.07.00-16. 00wib




BENTUK KEGIATAN

Tour yang kita sajikan ini merupakan tour interdisipliner, terutama memadukan ilmu-ilmu yang terdapat di dalam ilmu sosial. Dengan meracik unsur rekreasi-empirik, edukasi dan hiburan, tour ini menjadi menarik, bermanfaat dan fun. Tidak hanya itu, ketiga ranah pendidikan “Bloom” juga menjadi tujuan akhir yang akan dicapai. Sehingga, perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta (didik), seperti anak-anak usia sekolah, menjadi landasan dan tujuan dasar dari tour ini.

Kita akan menelusuri kawasan-kawasan bersejarah di sekitar pesisir Utara Jakarta, gedung-gedung tua, kampung-kampung tua, kota-kota tua, tempat-tempat adat, pusat peradaban pesisir, dan beberapa museum. Kawasan bersejarah dan budaya yang terdapat di Pesisir Utara Jakarta itu menjadi milik bangsa sebagai warisan dunia.

1. Bus + Walking Tour selama +- 8 jam (07.00-16.00 WIB)

2. Belajar sambil Jalan-jalan.

3. Peserta di bagi perkelompok

4. Games & Evaluasi (Individu & Kelompok)

5. Nonton bareng Film Tempo Doeloe

6. Makan siang

7. dan evaluasi.

LANDASAN DAN TUJUAN

1. Sejarah adalah menyangkut jati diri dan identitas suatu bangsa, ketika sejarah dilupakan/dihilangk an/ditinggalkan, maka bangsa itu mudah dikendalikan (dijajah) bangsa lain.

2. Terjadinya penurunan kuantitas dan kualitas warisan sejarah dan budaya (heritage) yang ditandai dengan hancurnya sebagain besar bangunan bersejarah di Indonesia. Juga terjadi penurunan penghargaan sebagian besar masyarakat Indonesia, terhadap heritage.

3. Kurangnya pengetahuan sebagian besar masyarakat terhadap pusaka dan rendahnya kesadaran sejarah dan budaya.

4. Fenomena yang mengkhawatirkan, dimana pelajaran sejarah sebagai media pengenalan heritages tidak lagi menjadi trend, tetapi menjadi nomor ke sekian dari prioritas serta pilihan banyak orang.

5. Melalui kegiatan yang mengedepankan konsep, jalan-jalan, belajar dan bermain, diharapkan sejarah tidak lagi membosankan, bikin ngantuk, garing dan ngebetein tetapi, sejarah dapat dikemas menjadi menarik, menyenangkan dan gaul.

6. Setelah mengikuti kegiatan ini diharapaklan tumbuh kesadaran sejarah dan budaya masyarakat, terutama bagi kalangan generasi muda. Hal ini merupakan visi dan misi dari Komunitas Historia Indonesia yang terus-menerus diperjuangkan.

WAKTU & OBJEK KEGIATAN

Hari / Tanggal: Minggu, 7 Juni 2009

Waktu : Pukul 07.00-016.00 WIB

Meeting point : Museum Mandiri, Jl. Lapangan Stasiun No.1, Jakarta Barat

OBYEK NAPAK TILAS

Museum Mandiri [06.30-07.15] Registrasi Ulang

Pelabuhan Sunda Kelapa [07.30-07.45]

Museum Bahari & Menara Syahbandar [08.00-08.45]

Mesjid Keramat Kampung Bandan [09.00-09.45

Stasiun Kereta Api Tanjung Priuk*[10.00-10.45]

Mesjid Al Alam - Marunda [11.30-12.20] Sholat Dzhuhur

Pelabuhan Marunda & Rumah Si Pitung [12.30-13.30] Lunch

Kampung & Gereja “Portugis” Tugu [14.00-15.00]

Pespustakaan Sejarah Jakarta Utara*[15.15-16.00] Penutupan

NARA SUMBER

Asep Kambali (Sejarawan/Pendiri KHI & JHC)

Candrian Attahiyat (Arkeolog Senior / Kepala UPT Kota Tua Jakarta)*

Muhammad Isa Anshari (Sejarawan UI)*

Alwi Shahab (Budayawan/Penulis/ Wartawan Senior)*

BIAYA & FASILITAS:

Rp. 175,000/peserta (harga berlaku umum)

Fasilitas:

Transportasi Bus AC

T-Shirt Napak Tilas

Sinopsis / Handout

Tour Guide

Air Mineral

Makan Siang (Khas Betawi + Seafood ala Bang Pitung)

Pin Unik

Tag peserta

PERSIAPAN BAGI PERSERTA DI HARI “H”

Membawa bukti transfer untuk registrasi ulang

Sunblock+ handuk kecil

Topi lebar/ penutup kepala

Sunglass

Payung + Rain Coat

Obat-obatan pribadi

Pakaian cassual dan sepatu/sandal yang nyaman

Makanan kecil/Minuman secukupnya

PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN

Transfer ke Acc. 697.0109.160 an. Asep Kambali, BCA Cab. Kartini Jakarta Pusat.

Cara Booking & Transfer:

Silahkan Booking via SMS ke 0818.0807.3636 (no call) untuk mendapatkan nomor urut pendaftaran, kemudian transfer ke rekening di atas. SMS Booking:

Nama Lengkap/Jenis Kelamin/Pekerjaan/ Email/Total peserta yang akan ikut. Kemudian akan direply dengan no.urut pendaftaran Anda. Contoh Booking: Denny Setiawan / L / Wiraswasta / denny@live.com / 5 orang

Cara Pembayaran: Denny SMS dan mendapat nomor urut 19 (untuk 1 orang), maka Denny harus transfer sejumlah Rp. 175.019. Angka 19 adalah nomor urut pendaftaran. Setelah transfer harap konfirmasi via SMS ke nomor di atas.

PERHATIAN: Pendaftaran & Pembayaran paling lambat / DITUTUP hari Jumat, 5 Juni 2009, pkl.16.00wib. Jangan lupa bawa bukti transfer pada hari H. Jika bukti transfer hilang/tertinggal berarti harus membayar ulang di tempat dan akan dikembalikan jika bukti transfer telah diketemukan dan diserahkan ke panitia. Pembatalan keikutsertaan minimal 5 hari sebelum hari H dan uang Anda akan dikembalikan penuh. Pembatalan di antara H-5 dan hari H, uang Anda tidak akan dikembalikan alias hangus.

INFORMASI UMUM:

Telpon: (021) 9465.0099 | M.0818.0807. 3636

Secretariat

KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA (KHI)

Jl. Danau Limboto No.17 Pav, Bendungan Hilir Jakarta Selatan 10210 Indonesia.

Phone:+62.21. 9465.0099; HP:+62.818.0807. 3636

Homepage: http://www.komunita shistoria. org

Group Discussion: http://www.forum. komunitashistori a.org

Add us on your FS | FB | YM : komunitashistoria@ yahoo.com
Reply With Quote
  #25  
Old 18 March 2010, 10:11
s.dewi's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Jan 2009
Posts: 492
Thanks: 0
Thanked 53 Times in 23 Posts
s.dewi s.dewi s.dewi s.dewi s.dewi s.dewi s.dewi s.dewi s.dewi s.dewi s.dewi
Default Manggarai Dulu dan Kini

Reply With Quote
  #26  
Old 21 April 2010, 22:33
friendly9's Avatar
New Member
 
Join Date: Jan 2010
Posts: 19
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
friendly9 super top memberfriendly9 super top memberfriendly9 super top memberfriendly9 super top memberfriendly9 super top memberfriendly9 super top memberfriendly9 super top memberfriendly9 super top memberfriendly9 super top memberfriendly9 super top memberfriendly9 super top member
Default

thread bagus untuk mengetahui kota jakarta
Reply With Quote
  #27  
Old 14 July 2010, 20:04
mynick's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Jul 2010
Posts: 144
Thanks: 0
Thanked 9 Times in 3 Posts
mynick super top membermynick super top membermynick super top membermynick super top membermynick super top membermynick super top membermynick super top membermynick super top membermynick super top membermynick super top membermynick super top member
Default

Makasih infonya,...nambah pengetahuan sejarah
Reply With Quote
  #28  
Old 22 July 2010, 16:17
uhuy's Avatar
New Member
 
Join Date: Jan 2010
Posts: 9
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
uhuy is an unknown quantity at this point
Default

Thread yang bermanfaat dan bagus sekali...

mw tambahin dari vivanews

Pluit, Garda Depan Benteng Vijhoek


VIVAnews - Bagi warga Jakarta, siapa yang tidak mengenal Pluit? Pluit yang terletak di utara Jakarta ini kini dikenal sebagai kawasan hunian papan atas bagi masyarakat Jakarta.

Ini terlihat dari banyaknya pemu****n elit di wilayah ini serta keberadaan mal megah yang menghias seantero kawasan yang berdekatan dengan teluk Jakarta ini. Namun, tahukah anda asal mula kawasan ini dinamakan Pluit?

Peta Topographish Bureau Batavia tahun 1903 menjelaskan kawasan di sebelah utara Jakarta ini sejak dahulu memang sudah dikenal dengan nama Pluit atau Fluit. Jika mengacu pada kamus Belanda, Fluit bisa diartikan sebagai suling atau pluit wasit pertandingan.

Atau dapat juga diartikan sebagai roti panjang sempit. Namun, rupanya sejarah nama Pluit tidak ada hubungannya dengan suling, pluit wasit maupun roti panjang.

Menurut sejarawan Betawi, Alwi Shahab, sejarah penamaan Pluit bermula saat pasukan Belanda menggunakan sebuah kapal rusak untuk menghambat pasukan kesultanan Banten yang menyerang dari arah barat Jakarta.

"Pada tahun 1660, di pantai timur Muara Kali Angke diletakkan Fluitship (kapal lurus panjang) bernama Het Witte Paert yang sudah tidak laik untuk dipakai melaut" ungkap Alwi dalam catatannya.

Kemudian, kapal rusak tersebut diijadikan kubu pertahanan untuk membantu benteng Vijhoek yang terletak di pinggir kali Grogol sebelah timur kali Angke dalam rangka menanggulangi serangan-serangan sporadis yang dilakukan pasukan kesultanan Banten selama bertahun-tahun.

Kubu tersebut kemudian dikenal dengan sebutan De Fluit oleh masyarakat setempat. Dan lambat laun dengan berlalunya waktu, penyebutan Fluit pun berubah menjadi Pluit.

Kini setelah masa kemerdekaan, jejak keberadaan kapal rusak yang dijadikan kubu pertahanan itu pun sudah tidak terlihat. Begitu pula dengan keberadaan Benteng Vijhoek yang sudah tudak tersisa.

Di sepanjang sisi aliran kali Grogol kini dipasangi pagar besi. Sejumlah jalan layang (fly over) pun menghiasi kawasan ini.
Kelurahan Pluit yang saat ini termasuk dalam bagian wilayah kecamatan Penjaringan telah berkembang pesat.

Pluit saat ini diisi oleh beragam perumahan elite dan mewah seperti Perumahan Pluit, Muara Karang, Pantai Mutiara. "Kebanyakan, penghuni perumahan di Pluit diisi oleh warga Jakarta turunan Tionghoa yang sukses menjadi pedagang Glodok" ujar seorang warga Pluit, Kimin beberapa waktu lalu.

Kimin yang menetap di Pluit sejak tahun 1970 ini mengungkapkan keturunan warga Betawi di Pluit tidak terlalu mengakar kuat seperti kawasan Jakarta lainnya di Kemang ataupun Kebayoran Baru. "Di sini rata-rata pendatang yang berdagang" ujar Kimin."

Selain perumahan elit, kini kawasan Pluit yang berbatasan dengan Teluk Jakarta di sebelah utara, kelurahan Penjaringan di sebelah Barat, kelurahan Kapuk di sebelah timur dan kelurahan Penjaringan di sebelah Barat juga dikenal dengan keberadaan Mal besar seperti Carrefour dan Pluit Village.

Pluit juga dikenal dengan sajian beragam makanan daerah, khususnya Tinghoa khas Sumatera Utara. Cepatnya perkembangan kawasan Pluit, karena wilayah ini termasuk sebagai kawasan startegis. Keberadaan Pluit berdekatan dengan pusat perdagangan Glodok dan Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Reply With Quote
  #29  
Old 25 August 2010, 14:41
de_martinz's Avatar
Silver Member
 
Join Date: May 2010
Location: BelanDa [ Belakang Dapur ]
Posts: 3,974
Thanks: 184
Thanked 58 Times in 28 Posts
de_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top memberde_martinz super top member
Default

Kisah Masjid Dibangun Satu Malam

Masjid yang berdiri sejak tahun 1600 itu, mempunyai nilai historis tersendiri.

Sumber berita

Quote:
VIVAnews - Ada ratusan tempat ibadah umat islam di Jakarta merupakan bangunan tua, bahkan umurnya lebih dari empat abad. Salah satu yang paling tua adalah Masjid Al-Alam, di Kampung Marunda Pulo RW 07 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Masjid yang berdiri sejak tahun 1600 itu, mempunyai nilai historis tersendiri. Lokasi Masjid yang berada persis di pesisir pantai Marunda merupakan salah satu 12 obyek destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara.

Konon Masjid Al Alam (Al Auliya) Marunda, dibangun hanya dalam tempo semalam. Banyak kisah heroik muncul dari masjid ini, di antaranya Si Pitung.

Kedatangan para peziarah dari berbagai daerah, tidak lepas dari keistimewaan sejarah Masjid Al Alam yang konon dibangun oleh Walisongo.

"Masjid ini dibangun Walisongo dengan tempo semalam, saat menempuh perjalanan dari Banten ke Jawa," kata M. Sambo bin Ishak, wakil ketua Masjid Al Alam. "Karena itu, nama asli masjid ini Al Auliya, masjid yang dibangun para wali Allah," lanjutnya.

Sementara di tempat terpisah, tokoh Betawi, Alwi Shahab, mengatakan bahwa pendiri masjid Al Alam adalah Fatahilah dan pasukannya pada tahun 1527 M, setelah mengalahkan Portugis di Sunda Kelapa.

Ada keyakinan di masyarakat Marunda, bahwa Fatahillah membangun Masjid Al-Alam hanya dalam sehari. Meski berbeda pendapat, baik Sambo dan Alwi Shahab mengatakan hal yang sama bahwa Masjid Al Alam dibangun hanya dalam tempo semalam, meski pijakan alasan keduanya berbeda.

Berangkat dari tempo pembangunan itu, tidak mengherankan bila masjid yang ukurannya mirip musalah itu menjadi istimewa bagi masyarakat Marunda khusunya, dan umat Islam umumnya. Terlebih bila mengingat bahwa Masjid Al Alam juga sarat nilai sejarah perlawanan terhadap penjajah.

Seratus tahun kemudian (1628-1629), lanjut Alwi Shahab, ketika ribuan prajurit Mataram pimpinan Bahurekso menyerang markas VOC (kini gedung museum sejarah Jakarta) para prajurit Islam ini lebih dulu singgah di Marunda untuk mengatur siasat perjuangan.

Penuturan Alwi Shahab tersebut, senada dengan penjelasan Sambo tentang lubang kecil berbentuk setengah oval yang terdapat di bagian kiri masjid Al Alam. Menurutnya, lubang tersebut digunakan sebagai pengintaian terhadap bala tentara musuh.

"Tidak hanya tentara Demak, tapi juga Si Pitung, Si Ronda, Si Jampang, Si Mirah dan lainnya pernah bersembunyi di sini dari kejaran Belanda. Mereka bisa selamat karena menurut cerita, bila bersembunyi di Masjid ini mereka tidak akan kelihatan." ujar Alwi.

Sementara itu, melihat arsitektur Masjid Al Alam akan mengingatkan pada model Masjid Demak, namun berskala lebih mini ukurannya 10×10 meter. Atapnya yang berbentuk joglo ditopang oleh 4 pilar bulat seperti kaki bidak catur.

Mihrab yang pas dengan ukuran badan menjorok ke dalam tembok, berada di sebelah kiri mimbar. Uniknya masjid ini berplafon setinggi dua meter dari lantai dalam.

Kemudian, di bagian kiri Masjid, dulunya merupakan kolam yang digunakan untuk mencuci kaki sebelum masuk masjid. Ini mengingatkan pada arsitektur Masjid Agung Banten Lama. Bedanya, kolam di Masjid Agung Banten Lama terletak di bagian depan halaman masjid.

Beberapa bagian masjid lainnya masih asli. Di antaranya adalah tembok di ruang utama masjid yang memiliki ketebalan sekitar 27 cm dan hiasan jendela yang terdapat di ruang pengimaman. "Itu juga asli, dalamnya terbuat dari batu giok," lanjutnya.

Selain itu, Sambo juga menunjukkan sebuah tongkat yang terukir melingkar seperti ular. Menurutnya, tongkat itu cukup istimewa dan hanya dikeluarkan setiap hari Jum'at saat khutbah.

"Tongkat ini datangnya misterius. Tiba-tiba datang ke sini lewat air," katanya.

Saat ini, masjid yang terletak di tepi pantai itu tidak pernah sepi. Selalu diziarahi, terutama setiap malam Jumat Kliwon dengan kegiatan rutin berupa istighotsah.

Begitu juga sumur tua yang usianya ratusan tahun tersebut berada di samping masjid sampai saat ini air masih tetap mengalir dan tidak pernah kering.

Dengan keistimewaan Masjid Al Alam, baik nilai-nilai sejarah perlawanan yang heroik dan karomah para pendirinya, dalam perkembangannya juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar Marunda, baik yang berhubungan dengan nilai-nilai islami maupun rizki.

Dengan ramainya para peziarah, masyarakat bisa mengambil keuntungan dengan menjual makanan di sekitar Masjid Al Alam. Apalagi saat bulan suci Ramadan.

Demikianlah keistimewaan Masjid Al Alam atau Al Auliyah Marunda. Meski dibangun hanya dalam tempo semalam, tapi manfaatnya terasa hingga ratusan tahun.

"Bangunannya mengandung budaya Jawa, Arab, dan Eropa," ungkapnya. Gaya Jawa terlihat pada atap joglo yang bertingkat dua, gaya Arab terlihat pada ukiran kaligrafi, dan gaya Eropa terlihat pada empat tiang yang menopang atap masjid.

Saat Ramadhan tiba, banyak jemaah, dari Jakarta maupun dari daerah, sejak awal hingga akhir Ramadan. Menjelang 10 hari Idul Fitri, lebih banyak orang yang datang untuk beriktikaf.

"Setelah melakukan iktikaf biasanya mereka berziarah ke rumah Si Pitung sambil menikmati suasana pantai publik Marunda," ungkap Aman. (adi)
Reply With Quote
  #30  
Old 31 August 2010, 13:32
forlifer's Avatar
New Member
 
Join Date: Aug 2010
Posts: 67
Thanks: 4
Thanked 0 Times in 0 Posts
forlifer is an unknown quantity at this point
Default

mantep om yg cerita mester, saya sering foto2 gedung2 toko di jatneg.. masih orisinil buatan kumpeni
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 21:19.