|
#21
|
||||
|
||||
|
Cerita bagus dan menarik. Bisa buat referensi nih!
|
|
#22
|
||||
|
||||
|
ada lagi yang punya nggak
__________________
Follow me @rondasiang |
|
#23
|
||||
|
||||
|
Buaya Putih, Kisah Mistik Situ Gintung
VIVAnews – Tsunami kecil di pinggiran Ibu Kota itu melambungkan nama Situ Gintung. Kisah tragisnya menyedot ribuan orang untuk menyaksikan sisa keindahan. Menempati lahan di Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, bendungan itu sudah ada sejak pemerintah kolonial. Baru sekitar tahun 1933, Belanda membangunnya sebagai tadah hujan untuk pengairan sawah. Kala itu, luas situ mencapai 33 hektare dengan kapasitas tampungan air 2,1 juta meter kubik. Namun 76 tahun bertahan, luasnya susut menjadi 21 hektare. Di sekeliling situ, sawah menghampar indah. Pepohonan rindang pun meneduhkan penghuninya. Sementara satu pulau mungil terpaku di tengah danau. Sekitar tahun 1980, keindahan Situ Gintung mulai dilirik para pebisnis. Waduk tandon hujan itu digarap menjadi objek wisata alam. Berbagai fasilitas dibangun mulai dari restoran hingga sarana olahraga. "Banyak yang mancing di sini," kata Sa'amin Abdullah, 67, yang sudah 45 tahun bermukim di dekat situ. Berbagai kegiatan massal pun acapkali digelar di Situ Gintung seperti lomba perkutut, dan lomba memancing. “Banyak juga masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari sana,” ujarnya. Di balik daya tarik wisatanya, Situ Gintung ternyata menyimpan sejumlah misteri. Legenda buaya putih salah satunya. Konon, buaya itu adalah jelmaan nenek tua penjaga situ. Sesekali buaya itu muncul di tengah danau dan memangsa penduduk sekitar sebagai tumbal. Misteri lain adalah kisah pulau mistis di tengah danau yang terkadang muncul, kadang hilang. Pulau itu, konon menjadi tempat tinggal sang penjaga situ. Jika melihat pulau itu, pengunjung bisa terhipnotis untuk menyeberangi danau dan tenggelam. “Pulau itu katanya sering mencari tumbal.” Sejumlah kisah mistis itulah yang kemudian membuat banyak orang takut beraktivitas di tengah situ. Mereka khawatir akan celaka dan menjadi tumbal penjaga situ. Pun tragedi jebolnya Situ Gintung. Sebagian warga yang percaya kisah mistis yakin 100 korban tewas dalam musibah malam buta itu menjadi tumbal penjaga situ. • VIVAnews
__________________
Follow me @rondasiang |
|
#24
|
||||
|
||||
|
info..buat teemn2 yang suka ma hal2 begini..
![]() Jakarta Heritage Trails EKSPEDISIMARUNDA IV Melacak Jejak Sejarah di Pesisir Utara Jakarta Minggu, 7 Juni 2009. Pkl.07.00-16. 00wib BENTUK KEGIATAN Tour yang kita sajikan ini merupakan tour interdisipliner, terutama memadukan ilmu-ilmu yang terdapat di dalam ilmu sosial. Dengan meracik unsur rekreasi-empirik, edukasi dan hiburan, tour ini menjadi menarik, bermanfaat dan fun. Tidak hanya itu, ketiga ranah pendidikan “Bloom” juga menjadi tujuan akhir yang akan dicapai. Sehingga, perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta (didik), seperti anak-anak usia sekolah, menjadi landasan dan tujuan dasar dari tour ini. Kita akan menelusuri kawasan-kawasan bersejarah di sekitar pesisir Utara Jakarta, gedung-gedung tua, kampung-kampung tua, kota-kota tua, tempat-tempat adat, pusat peradaban pesisir, dan beberapa museum. Kawasan bersejarah dan budaya yang terdapat di Pesisir Utara Jakarta itu menjadi milik bangsa sebagai warisan dunia. 1. Bus + Walking Tour selama +- 8 jam (07.00-16.00 WIB) 2. Belajar sambil Jalan-jalan. 3. Peserta di bagi perkelompok 4. Games & Evaluasi (Individu & Kelompok) 5. Nonton bareng Film Tempo Doeloe 6. Makan siang 7. dan evaluasi. LANDASAN DAN TUJUAN 1. Sejarah adalah menyangkut jati diri dan identitas suatu bangsa, ketika sejarah dilupakan/dihilangk an/ditinggalkan, maka bangsa itu mudah dikendalikan (dijajah) bangsa lain. 2. Terjadinya penurunan kuantitas dan kualitas warisan sejarah dan budaya (heritage) yang ditandai dengan hancurnya sebagain besar bangunan bersejarah di Indonesia. Juga terjadi penurunan penghargaan sebagian besar masyarakat Indonesia, terhadap heritage. 3. Kurangnya pengetahuan sebagian besar masyarakat terhadap pusaka dan rendahnya kesadaran sejarah dan budaya. 4. Fenomena yang mengkhawatirkan, dimana pelajaran sejarah sebagai media pengenalan heritages tidak lagi menjadi trend, tetapi menjadi nomor ke sekian dari prioritas serta pilihan banyak orang. 5. Melalui kegiatan yang mengedepankan konsep, jalan-jalan, belajar dan bermain, diharapkan sejarah tidak lagi membosankan, bikin ngantuk, garing dan ngebetein tetapi, sejarah dapat dikemas menjadi menarik, menyenangkan dan gaul. 6. Setelah mengikuti kegiatan ini diharapaklan tumbuh kesadaran sejarah dan budaya masyarakat, terutama bagi kalangan generasi muda. Hal ini merupakan visi dan misi dari Komunitas Historia Indonesia yang terus-menerus diperjuangkan. WAKTU & OBJEK KEGIATAN Hari / Tanggal: Minggu, 7 Juni 2009 Waktu : Pukul 07.00-016.00 WIB Meeting point : Museum Mandiri, Jl. Lapangan Stasiun No.1, Jakarta Barat OBYEK NAPAK TILAS Museum Mandiri [06.30-07.15] Registrasi Ulang Pelabuhan Sunda Kelapa [07.30-07.45] Museum Bahari & Menara Syahbandar [08.00-08.45] Mesjid Keramat Kampung Bandan [09.00-09.45 Stasiun Kereta Api Tanjung Priuk*[10.00-10.45] Mesjid Al Alam - Marunda [11.30-12.20] Sholat Dzhuhur Pelabuhan Marunda & Rumah Si Pitung [12.30-13.30] Lunch Kampung & Gereja “Portugis” Tugu [14.00-15.00] Pespustakaan Sejarah Jakarta Utara*[15.15-16.00] Penutupan NARA SUMBER Asep Kambali (Sejarawan/Pendiri KHI & JHC) Candrian Attahiyat (Arkeolog Senior / Kepala UPT Kota Tua Jakarta)* Muhammad Isa Anshari (Sejarawan UI)* Alwi Shahab (Budayawan/Penulis/ Wartawan Senior)* BIAYA & FASILITAS: Rp. 175,000/peserta (harga berlaku umum) Fasilitas: Transportasi Bus AC T-Shirt Napak Tilas Sinopsis / Handout Tour Guide Air Mineral Makan Siang (Khas Betawi + Seafood ala Bang Pitung) Pin Unik Tag peserta PERSIAPAN BAGI PERSERTA DI HARI “H” Membawa bukti transfer untuk registrasi ulang Sunblock+ handuk kecil Topi lebar/ penutup kepala Sunglass Payung + Rain Coat Obat-obatan pribadi Pakaian cassual dan sepatu/sandal yang nyaman Makanan kecil/Minuman secukupnya PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN Transfer ke Acc. 697.0109.160 an. Asep Kambali, BCA Cab. Kartini Jakarta Pusat. Cara Booking & Transfer: Silahkan Booking via SMS ke 0818.0807.3636 (no call) untuk mendapatkan nomor urut pendaftaran, kemudian transfer ke rekening di atas. SMS Booking: Nama Lengkap/Jenis Kelamin/Pekerjaan/ Email/Total peserta yang akan ikut. Kemudian akan direply dengan no.urut pendaftaran Anda. Contoh Booking: Denny Setiawan / L / Wiraswasta / denny@live.com / 5 orang Cara Pembayaran: Denny SMS dan mendapat nomor urut 19 (untuk 1 orang), maka Denny harus transfer sejumlah Rp. 175.019. Angka 19 adalah nomor urut pendaftaran. Setelah transfer harap konfirmasi via SMS ke nomor di atas. PERHATIAN: Pendaftaran & Pembayaran paling lambat / DITUTUP hari Jumat, 5 Juni 2009, pkl.16.00wib. Jangan lupa bawa bukti transfer pada hari H. Jika bukti transfer hilang/tertinggal berarti harus membayar ulang di tempat dan akan dikembalikan jika bukti transfer telah diketemukan dan diserahkan ke panitia. Pembatalan keikutsertaan minimal 5 hari sebelum hari H dan uang Anda akan dikembalikan penuh. Pembatalan di antara H-5 dan hari H, uang Anda tidak akan dikembalikan alias hangus. INFORMASI UMUM: Telpon: (021) 9465.0099 | M.0818.0807. 3636 Secretariat KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA (KHI) Jl. Danau Limboto No.17 Pav, Bendungan Hilir Jakarta Selatan 10210 Indonesia. Phone:+62.21. 9465.0099; HP:+62.818.0807. 3636 Homepage: http://www.komunita shistoria. org Group Discussion: http://www.forum. komunitashistori a.org Add us on your FS | FB | YM : komunitashistoria@ yahoo.com |
|
#25
|
||||
|
||||
|
|
|
#26
|
||||
|
||||
|
thread bagus untuk mengetahui kota jakarta
|
|
#27
|
||||
|
||||
|
Makasih infonya,...nambah pengetahuan sejarah
|
|
#28
|
||||
|
||||
|
Thread yang bermanfaat dan bagus sekali...
![]() ![]() ![]() mw tambahin dari vivanews Pluit, Garda Depan Benteng Vijhoek VIVAnews - Bagi warga Jakarta, siapa yang tidak mengenal Pluit? Pluit yang terletak di utara Jakarta ini kini dikenal sebagai kawasan hunian papan atas bagi masyarakat Jakarta. Ini terlihat dari banyaknya pemu****n elit di wilayah ini serta keberadaan mal megah yang menghias seantero kawasan yang berdekatan dengan teluk Jakarta ini. Namun, tahukah anda asal mula kawasan ini dinamakan Pluit? Peta Topographish Bureau Batavia tahun 1903 menjelaskan kawasan di sebelah utara Jakarta ini sejak dahulu memang sudah dikenal dengan nama Pluit atau Fluit. Jika mengacu pada kamus Belanda, Fluit bisa diartikan sebagai suling atau pluit wasit pertandingan. Atau dapat juga diartikan sebagai roti panjang sempit. Namun, rupanya sejarah nama Pluit tidak ada hubungannya dengan suling, pluit wasit maupun roti panjang. Menurut sejarawan Betawi, Alwi Shahab, sejarah penamaan Pluit bermula saat pasukan Belanda menggunakan sebuah kapal rusak untuk menghambat pasukan kesultanan Banten yang menyerang dari arah barat Jakarta. "Pada tahun 1660, di pantai timur Muara Kali Angke diletakkan Fluitship (kapal lurus panjang) bernama Het Witte Paert yang sudah tidak laik untuk dipakai melaut" ungkap Alwi dalam catatannya. Kemudian, kapal rusak tersebut diijadikan kubu pertahanan untuk membantu benteng Vijhoek yang terletak di pinggir kali Grogol sebelah timur kali Angke dalam rangka menanggulangi serangan-serangan sporadis yang dilakukan pasukan kesultanan Banten selama bertahun-tahun. Kubu tersebut kemudian dikenal dengan sebutan De Fluit oleh masyarakat setempat. Dan lambat laun dengan berlalunya waktu, penyebutan Fluit pun berubah menjadi Pluit. Kini setelah masa kemerdekaan, jejak keberadaan kapal rusak yang dijadikan kubu pertahanan itu pun sudah tidak terlihat. Begitu pula dengan keberadaan Benteng Vijhoek yang sudah tudak tersisa. Di sepanjang sisi aliran kali Grogol kini dipasangi pagar besi. Sejumlah jalan layang (fly over) pun menghiasi kawasan ini. Kelurahan Pluit yang saat ini termasuk dalam bagian wilayah kecamatan Penjaringan telah berkembang pesat. Pluit saat ini diisi oleh beragam perumahan elite dan mewah seperti Perumahan Pluit, Muara Karang, Pantai Mutiara. "Kebanyakan, penghuni perumahan di Pluit diisi oleh warga Jakarta turunan Tionghoa yang sukses menjadi pedagang Glodok" ujar seorang warga Pluit, Kimin beberapa waktu lalu. Kimin yang menetap di Pluit sejak tahun 1970 ini mengungkapkan keturunan warga Betawi di Pluit tidak terlalu mengakar kuat seperti kawasan Jakarta lainnya di Kemang ataupun Kebayoran Baru. "Di sini rata-rata pendatang yang berdagang" ujar Kimin." Selain perumahan elit, kini kawasan Pluit yang berbatasan dengan Teluk Jakarta di sebelah utara, kelurahan Penjaringan di sebelah Barat, kelurahan Kapuk di sebelah timur dan kelurahan Penjaringan di sebelah Barat juga dikenal dengan keberadaan Mal besar seperti Carrefour dan Pluit Village. Pluit juga dikenal dengan sajian beragam makanan daerah, khususnya Tinghoa khas Sumatera Utara. Cepatnya perkembangan kawasan Pluit, karena wilayah ini termasuk sebagai kawasan startegis. Keberadaan Pluit berdekatan dengan pusat perdagangan Glodok dan Bandara Internasional Soekarno Hatta. |
|
#29
|
||||
|
||||
|
Kisah Masjid Dibangun Satu Malam Masjid yang berdiri sejak tahun 1600 itu, mempunyai nilai historis tersendiri. Sumber berita Quote:
|
|
#30
|
||||
|
||||
|
mantep om yg cerita mester, saya sering foto2 gedung2 toko di jatneg.. masih orisinil buatan kumpeni
|
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|