VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 20 February 2011, 14:51
geisha
Guest
 
Posts: n/a
Default Permainan Tradisional Di Jepang

Saya suka sekali Negeri Jepang (selain negri Kincir Angin Belanda dan Indonesia Tanah Air Beta tentunya). Membayangkan Negeri yang bersih, disiplin tinggi, dan menurut saya, unik karena penuh tradisi (Menuang Teh saja ada aturannya).

Sebagai perkenalan, Berikut ini adalah daftar permainan Jepang tradisional. Ada yang merupakan permainan lokal, namun adapula yang dimainkan oleh banyak pemain di seluruh dunia dari berbagai usia.

Quote:
*SHOGI


http://www.youtube.com/watch?v=Pkz0LVBg0W4

Shogi atau catur Jepang adalah permainan papan dari Jepang yang dimainkan oleh dua orang di atas papan 9 lajur dan 9 baris yang berwarna sama. Permainan ini diperkirakan berasal dari permainan India kuno yang disebut chaturanga, dan termasuk dalam permainan papan berstrategi yang sekelompok dengan catur, janggi dari Korea, dan xiangqi dari Cina. Di seluruh dunia, shogi diperkirakan menempati urutan ketiga dalam jumlah pemain setelah catur dan xiangqi.

Ciri khas shogi yang sangat membedakannya dari catur adalah sistem memainkan kembali buah lawan yang sudah ditangkap. Walaupun sudah naik pangkat, buah yang tertangkap akan kembali ke pangkat semula. Buah lawan yang tertangkap menjadi milik pihak yang menangkap, dan dapat diletakkan kembali di atas papan untuk memerangi mantan majikan.

Kedua belah sisi yang bermain dibedakan menjadi sente dan gote. Pemain sente memainkan langkah pertama, diikuti pemain gote, begitu seterusnya secara bergantian hingga selesai. Sama halnya dengan catur, permainan ini dimenangkan setelah mematikan raja lawan (mencapai posisi skak mat). Dalam istilah shogi, skak mat disebut tsumi. Dengan adanya sistem memainkan kembali buah lawan yang sudah ditangkap, kemungkinan remis adalah sangat kecil.

Papan permainan bergaris-garis 9 lajur dan 9 baris. Kotak permainan tidak dibedakan dengan tanda atau warna. Di sisi kanan masing-masing pemain pemain terdapat tempat buah shogi (komadai) untuk meletakkan buah lawan yang sudah ditangkap.

Buah shogi berbentuk segi lima dengan ujung lancip di bagian depan yang dipakai untuk membedakan lawan atau kawan. Bagian depan yang berujung lancip diletakkan menghadap ke arah wilayah lawan. Buah pion sering dibuat lebih kecil. Buah shogi tidak dibedakan dengan warna, melainkan dengan pangkat yang ditulis dengan aksara kanji di atas permukaan buah permainan. Selain buah raja dan jenderal emas, setiap buah shogi memiliki dua pangkat yang berbeda di kedua belah sisi. Pangkat ditulis di permukaan buah permainan dengan memakai tinta hitam. Pemain amatir sering memainkan buah shogi yang salah satu permukaannya ditulis dengan tinta merah untuk menunjukkan kenaikan pangkat.

Setiap pemain diberi satu set buah shogi yang berjumlah 20 buah. Sebagian dari pangkat setara dengan pangkat dalam catur (benteng, kuda, gajah. pion), namun shogi tidak memiliki ratu (queen). Berikut ini adalah delapan jenis buah shogi, dari urutan yang terkuat hingga terlemah:
* 1 raja (玉将, gyakushō atau ōshō?)
* 1 benteng (飛車, hisha?)
* 1 menteri (角行, kakugyō?)
* 2 jenderal emas (金将, kinshō?)
* 2 jenderal perak (銀将, ginshō?)
* 2 ksatria/kuda (桂馬, keima?)
* 2 tombak (香車, kyōsha?)
* 9 pion/prajurit (歩兵, fuhyō?)

Semua nama di atas bukanlah terjemahan resmi, melainkan terjemahan harfiah dengan nama yang setara dengan nama buah catur internasional.

Dalam perangkat lunak untuk bermain shogi, buah shogi milik sente berada di layar bagian bawah. Dalam notasi shogi, langkah sente dilambangkan oleh Shogi kifu sente.png dan langkah gote dilambangkan oleh Shogi kifu gote.png. Bila sistem operasi tidak memiliki kedua lambang tersebut, maka dipakai ▲ untuk melambangkan sente dan △ untuk gote.

Peraturan dasar

* Pemain meletakkan buah permainan di 3 baris wilayah sendiri:
o Baris pertama:|tombak|kuda|jenderal perak|jenderal emas|raja|jenderal emas|jenderal perak|kuda|tombak|.
o Baris kedua: menteri di lajur yang sama dengan kuda kiri, benteng di lajur yang sama dengan kuda kanan.
o Baris ketiga: pion.

* Dalam satu kotak hanya boleh ditempati satu buah permainan.

* Buah permainan melangkah ke kotak yang boleh ditempati sesuai dengan ketentuan cara melangkah untuk masing-masing pangkat.
o Bila di kotak yang boleh ditempati sudah ada buah lawan, maka buah lawan diambil, dan menjadi milik pemain yang menangkap. Walaupun sudah naik pangkat, buah yang tertangkap kembali ke pangkat semula.
o Bila di kotak yang boleh ditempati sudah ada buah permainan sendiri, maka kotak tersebut tidak bisa dimasuki.

* Pemain hanya boleh melangkah sekali. Meletakkan kembali buah lawan yang sudah tertangkap disebut utsu (bahasa Inggris: drop), dan dihitung sebagai satu langkah. Sewaktu melakukan utsu, pion hanya bisa dipakai untuk skak, tapi tidak dapat dipakai untuk skak mat. Selain pion, buah tawanan yang lain boleh dipakai untuk skak mat.
o Ketika giliran tiba, pemain harus memilih untuk melangkah atau utsu di kotak kosong. Dilarang melangkah dua kali atau melewatkan giliran.
o Pemain langsung dinyatakan kalah bila melangkahkan buah permainan sebanyak dua kali atau melewatkan giliran.

* Buah lawan yang tertangkap dapat diletakkan di sembarang kotak kosong, kecuali:
o Kuda tidak boleh diletakkan di baris pertama (baris paling belakang) atau baris kedua wilayah lawan. Pion dan tombak tidak boleh diletakkan kembali di baris pertama wilayah lawan. Pelarangan ini sesuai dengan peraturan untuk tidak meletakkan buah yang tidak bisa dijalankan. Pion juga tidak boleh diletakkan kembali di suatu lajur, bila di lajur tersebut telah ada pion milik sendiri (pion yang belum naik pangkat).

* Kecuali raja dan jenderal emas, semua buah shogi naik pangkat (disebut naru) bila sampai di salah satu kotak pada 3 baris paling belakang wilayah lawan.
o Sewaktu naik pangkat, benteng menjadi raja naga, menteri menjadi kuda naga, jenderal perak menjadi jenderal perak berpangkat tinggi (narigin), kuda menjadi kuda berpangkat tinggi (narikei), tombak menjadi tombak berpangkat tinggi (narikyō), dan pion menjadi tokin. Setelah menerima kenaikan pangkat, cara melangkah juga ikut berubah.
o Kenaikan pangkat ditandai dengan membalik buah shogi untuk menunjukkan pangkat baru.
o Bila memainkan buah lawan yang sudah ditangkap, buah tersebut tidak langsung naik pangkat, walaupun diletakkan di dalam 3 baris wilayah lawan. Kenaikan pangkat harus menunggu giliran berikutnya.
o Buah shogi yang sudah naik pangkat tidak bisa kembali ke cara melangkah yang lama.

* Kenaikan pangkat bukan keharusan. Bergantung kepada langkah selanjutnya yang dapat diambil, pemain dapat memilih untuk tidak menaikkan pangkat untuk buah tersebut.
o Bila buah shogi sudah diputuskan tidak naik pangkat, maka buah tersebut dapat naik pangkat pada kesempatan berikutnya memasuki wilayah lawan.
o Kuda harus naik pangkat ketika sampai di baris pertama atau baris kedua wilayah lawan, sementara tombak dan prajurit harus naik pangkat ketika sampai di baris pertama wilayah lawan. Bila tidak naik pangkat, maka mereka kehilangan tempat untuk melangkah.

Jika ada permainan yang lain, mungkin teman-teman berkenan berbagi dengan saya.

Hormat saya,

Geisha

Last edited by geisha; 20 February 2011 at 15:04.
Reply With Quote
  #2  
Old 20 February 2011, 14:52
geisha
Guest
 
Posts: n/a
Default


* Darumasan ga koronda




Darumasan ga koronda adalah permainan rakyat Jepang yang dimainkan oleh tiga orang pemain atau lebih. Penjaga pos yang disebut Oni) berusaha menangkap semua pemain yang tidak dalam keadaan diam ketika kalimat Daruma-san ga koronda ("Boneka Daruma jatuh") selesai diucapkan. Peserta berusaha mendekati penjaga pos ketika kalimat Daruma-san ga koronda sedang diucapkan. Semua pemain lari bila punggung penjaga pos berhasil ditepuk. Bila sudah ada pemain yang tertangkap dan digandeng oleh penjaga pos, tawanan dapat dibebaskan dengan cara memutuskan gandengan tangan mereka.

Kalimat Daruma-san ga koronda dapat diucapkan oleh penjaga pos dengan kecepatan dan irama yang berbeda-beda. Peserta sedapat mungkin dibuat agar tidak bisa menebak saat Daruma-san ga koronda selesai diucapkan, dan merasa terlalu berbahaya untuk bergerak.

Permainan serupa di Korea menggunakan kalimat bahasa Korea, Mugunghwa kkoci pieot seumnida (arti: Bunga Mugung sudah mekar). Di beberapa daerah di Jepang, seperti di Kansai, kalimat Daruma-san ga koronda digantikan oleh kalimat lain dalam dialek setempat. Di negara-negara berbahasa Inggris, permainan serupa disebut Red Light, Green Light (lampu merah, lampu hijau). Permainan serupa Red Light, Green Light dikenal orang Perancis sebagai Un, deux, trois, soleil (Satu, dua, tiga, Matahari), dan dikenal orang Spanyol sebagai Un, dos, tres, chocolate inglÚs.

Peraturan
Penjaga pos adalah seorang pemain yang kalah dalam janken. Pos jaga dapat berupa batang pohon atau dinding. Permainan dimulai pemain dari garis start yang ditentukan bersama. Para pemain berteriak, "Hajime no ippo" ("Langkah pertama"), dan meloncat satu langkah ke arah yang diingini, biasanya menuju ke arah penjaga pos.

Penjaga pos menghadap ke pos jaga ketika mengucapkan Daruma-san ga koronda, dan tidak dapat melihat pemain yang mendekatinya dari belakang. Para pemain berlari atau berjalan sedikit demi sedikit mendekati penjaga pos, ketika penjaga pos sedang meneriakkan kalimat Daruma-san ga koronda. Setelah suku kata terakhir selesai diucapkan, penjaga pos berbalik ke arah pemain, dan mencari pemain yang masih bergerak. Ketika penjaga pos sedang melihat, pemain harus menghentikan semua gerakan dan diam seperti patung. Bila ada pemain yang bergerak, penjaga pos menangkap pemain tersebut dengan mengucapkan namanya.

Peserta yang sudah tertangkap harus pergi ke pos sebagai tawanan, dan menunggu hingga dibebaskan. Tawanan pertama harus bergandengan sebelah tangan dengan penjaga pos, sementara sebelah tangan lainnya memegangi tawanan kedua. Begitu seterusnya hingga semua pemain tertangkap. Pemain lainnya dapat membebaskan pemain yang tertawan dengan cara menepuk gandengan tangan pemain tersebut sambil berteriak "Kitta!" ("Putus!"). Kecuali tawanan yang belum dibebaskan, semua bekas tawanan dalam "mata rantai" harus berlari menjauh dengan sekencang-kencangnya. Penjaga pos memerintahkan mereka untuk berhenti dengan mengucapkan kata "Stop!" Kepada pemain yang baru saja berhasil membebaskan tawanan, penjaga pos menanyakan jumlah langkah yang boleh dilakukannya. Berdasarkan jawaban pemain (biasanya antara 3 hingga 10 langkah), penjaga pos melangkahkan kaki lebar-lebar untuk mendekati para pemain. Pemain yang berada di dekatnya ditepuk untuk dijadikan penjaga pos yang baru.

*Ayatori






Hal ini juga umum dianggap permainan anak perempuan. Tujuannya adalah untuk membuat bentuk dengan string, menggunakan jari-jari Anda. Dua orang dapat bermain, atau Anda dapat melakukannya ayatori sendirian.

Ketika bersaing, satu pemain memegang tali dalam bentuk tertentu, dan yang lainnya mengambil string sementara membuat bentuk yang berbeda. Orang yang membuat kesalahan dan reruntuhan bentuk dimaksudkan kalah. Bentuk bisa dinikmati untuk keindahan ajaib mereka. Beberapa orang mencoba ayatori untuk membuat sesuatu yang akan mengejutkan teman-teman. contoh diatas melihatkan bagaimana cara membuat sapu, mudah kok..

*Otedama



Otedama [kantung kacang] dibuat dari perca kain yang dijahit menjadi kantung2 kecil. kantung itu diisi dengan kacang azuki, beads, dsb. biasanya dimainkan oleh para gadis kecil. kantong-kantong itu dilempar ke udara lalu di tangkap lagi.

Cara main:

banyak cara untuk memainkan otedama. permainan ini disebut nage-dama. Melempar kkantung ke udara dengan satu tangan, dan ditangkap dengan tangan yang lain, dan dengan cepat dipindah ke tangan yang lain, seterusnya. Lalu tambahkan kantung yang dilempar dari 1 menjadi 2 menjadi 3, 4 dan 5. jika sudah ahli, coba lagi teknik yg lebih sulit yaitu melempar dan menangkap menggunakan 1 tangan saja.
Reply With Quote
  #3  
Old 20 February 2011, 14:52
geisha
Guest
 
Posts: n/a
Default

*Take-uma




Seperti egrang, di Indonesia.

*Ohajiki




Selain permainan origami dari Jepang, ada lagi permainan yang sangat seru untuk dimainkan. Permainan ini secara umum dianggap permainan anak perempuan.permainan ini disebut Ohajiki.

Pemain bergiliran membolak-kecil, potongan berbentuk koin yang disebut ohajiki dengan jari-jari mereka, memukul bagian lain. Di masa lalu, mereka menggunakan batu kerikil, atau potongan dari permainan lain, sekarang potongan-potongannya terbuat dari kaca. Ketika bermain, membuat lingkaran dengan ibu jari dan jari telunjuk (atau jari tengah), kemudian disentikkan satu bagian dengan ibu jari Anda.

*Origami



Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.

Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula sejak kertas diperkenalkan pada abad pertama di zaman Tiongkok kuno pada tahun 105 Masehi oleh Ts'ai Lun.

Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal dari Tiongkok adalah tongkang (jung) dan kotak.

Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.

Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.


* Sumpit (permainan tangan)






Japanese Chopstick Practice Games, langsung dari Jepang. Sangat lucu bentuknya. Bagaimana cara melatih tangan Anda menggunakan sumpit dengan baik dan benar? Tumpahkan semua isi anak-anakan ayam ke dalam mangkok kecil lalu angkat dengan menggunakan sumpit yang disediakan.

Makin kecil anak ayam yang diangkat dan diambil makin besar poin yang didapatkan. Jenis anak ayam yang disediakan juga ada dibagi jenis kelamin. Kelamin jantan dengan paruh oranye dan anak ayam betina dengan paruh berwarna pink.

Sangat lucu dan unik, apalagi bila alat ini diajarkan terlebih dahulu kepada anak-anak. Mereka juga akan menyukainya, sambil bermain sambil belajar untuk melatih menggunakan sumpit dengan baik.
Reply With Quote
  #4  
Old 20 February 2011, 14:52
geisha
Guest
 
Posts: n/a
Default

*Beigoma




Permainan ini biasanya dimainkan anak cowok. saat ini, mereka menggunakan alat yang terbuat dari besi, kalo dulu, mereka menggunakan kerang. Beigoma adalah pemintalan tradisional Jepang yang merupakan mainan untuk anak laki-laki.

Berukuran kecil dengan disk diameternya sekitar 3 cm, beigoma dipintal dengan kabelnya adalah sekitar 60 cm, maka pelemparan saat melepaskan senarnya yang berputar itu ke permukaan seperti tikar yang terlentang di atas barel. Tujuan si pelempar di beigoma yang sudah berpintal adalah untuk merobohkan beigoma lain keluar dari area bermain. Yang kalah adalah pemain pertama yang beigomanya keluar dari area bermain. Jika pintalannya benar akan dapat membuat suara yang kuat. Biasanya beigoma seringkali dihiasi dengan tulisan kanji, misalnya dengan nama pemain baseball terkenal.

*Kendama




Kendama adalah nama mainan asal Jepang berupa sebuah bola berlubang (tama) yang diikat seutas tali ke sebuah palang (ken) yang bentuknya mirip sebuah palu. Di Jepang, permainan ini dilombakan dalam kompetisi tingkat nasional. Kendama juga tersedia untuk orang kidal.

Bagian atas ujung tangkai ken disebut kensaki (ujung ken), berbentuk lancip seperti paku untuk memasukkan bola. Pada ujung sisi kiri dan sisi kanan palang terdapat cekungan yang dipakai untuk menangkap bola. Cekungan yang diameternya lebih besar disebut ōzara (piring besar), sedangkan cekungan yang diameternya lebih kecil disebut kozara (piring kecil). Cekungan pada ujung tangkai ken bagian bawah disebut chūzara (piring sedang), walaupun sebenarnya berdiameter lebih kecil dari kozara.

Kendama diciptakan pada tahun 1918 oleh Hamaji Egusa asal kota Kure, Prefektur Hiroshima. Pada awalnya, permainan ini diberi nama "Nichi Getsu Ball". Sejak abad ke-16, orang Perancis juga sudah memiliki permainan ketangkasan serupa yang disebut bilboquet (bil berarti "bola" dan boquet berarti "pohon kecil"). Berlainan dengan kendama, bilboquet hanya memiliki cekungan di kedua ujung tongkat.

Asosiasi Kendama Jepang (Nihon Kendama Kyōkai) merupakan organisasi nirlaba yang berusaha menyebarluaskan permainan kendama, mengatur standar teknik dan trik permainan, serta menentukan tingkatan kemahiran dan ranking pemain. Asosiasi juga menjual kendama yang sesuai standar asosiasi.

Cara bermain:
Permainan kendama mengenal sejumlah teknik memegang ken dan bola untuk menghasilkan trik-trik yang berbeda. Sebagian besar gerakan dalam permainan kendama dimulai dengan membawa bola dalam keadaan tergantung pada ken. Pemain menggerakkan ken agar bola terlempar ke atas, dan bola yang jatuh harus ditangkap dengan salah satu sisi ken, atau dimasukkan ke dalam ujung yang lancip.

Permainan kendama menuntut ketangkasan gerakan pemain. Pemain yang menguasai teknik tingkat lanjut bisa menangkap bola dalam urut-urutan gerakan yang sudah ditentukan sebelumnya.

*Hana ichi monme



Hana Ichi Monme adalah permainan anak-anak di Jepang yang dimainkan oleh dua kelompok pemain yang saling memperebutkan anak milik kelompok lawan. Masing-masing kelompok menyanyi bersahut-sahutan sambil bergandengan tangan melangkah maju atau mundur. Permainan ini biasanya dimainkan kelompok kecil yang terdiri dari 4 hingga 10 orang anak. Arti Hana Ichi Monme adalah Bunga Satu Monme, dan monme adalah satuan ukur lama (1 monme setara dengan 3,75 gram).

Lirik lagu berisi permintaan untuk memberikan salah seorang anak kepada kelompok lawan. Masing-masing kelompok menyebut nama anak yang diminta, dan kedua anak tersebut mengadu janken. Anak yang kalah adu janken menjadi milik kelompok lawan. Kelompok yang kalah adalah kelompok yang kehabisan anggota.

Lirik lagu
Lirik lagu dapat berbeda-beda menurut daerahnya di Jepang. Lagu ini dinyanyikan bersahut-sahutan oleh dua kelompok (kelompok A dan kelompok B).

Last edited by geisha; 20 February 2011 at 15:09.
Reply With Quote
  #5  
Old 20 February 2011, 14:52
geisha
Guest
 
Posts: n/a
Default

*GO





Igo, go, weiqi, atau baduk muncul di Cina sekitar 4000 tahun yang lalu, yang berarti bahwa Go adalah permainan papan tertua yang masih dimainkan sampai sekarang. Menurut legenda, Go dibuat oleh Kaisar Cina untuk melatih anaknya kedisiplinan, konsentrasi, dan keseimbangan. Anak tersebut pada akhirnya menjadi pemain hebat pertama dan kaisar yang baik. Ada juga yang menyebutkan bahwa permainan ini muncul karena dulu pemimpin-pemimpin perang Cina menggunakan batu-batu untuk merencanakan penyerangan.

Permainan ini masuk Jepang sekitar abad ke 7. Mulai abad ke 13, permainan ini banyak dimainkan oleh rakyat Jepang. Akhirnya di abad ke 17 didirikan perguruan-perguruan Go oleh pemerintah. Di masa ini teknik dan strategi bermain Go berkembang pesat, dan perguruan Honinbo menjadi perguruan Go terkuat. Karena restorasi Meiji subsidi pemerintah dihentikan tapi permainan ini terus berkembang di Jepang.

Go masuk ke barat cukup telat sehingga baru mulai digemari dan berkembang pesat di abad ke 20. Karena itulah pemain-pemain terkuat saat ini berasal dari Asia, terutama Korea, Jepang, dan Cina. Baru-baru ini (tahun 2000) Michael Redmond yang menjadi pemain profesional di Jepang mencapai tingkat tertinggi "dan 9", menjadikannya pemain barat pertama yang meraih tingkat tersebut.

Di Cina permainan ini disebut Weiqi, di Jepang disebut Igo, dan di Korea disebut Baduk. Secara global, saat ini lebih banyak orang yang bermain Go dibandingkan dengan Catur.





Kedua pemain, hitam dan putih, bertempur untuk memaksimalkan wilayah yang mereka kuasai, mengelilingi daerah besar di papan dengan batu-batunya, menjebak batu-batu musuh yang menyusup daerahnya, dan melindungi batu-batu mereka dari penangkapan. Strategi yang terlibat sangatlah halus namun kompleks. Beberapa pemain tingkat tinggi mendedikasikan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan strateginya. Bagi sebagian orang, igo adalah permainan strategi yang paling hebat karena mengalahkan catur maupun shogi dalam hal kompleksitasnya.

Igo biasanya diklasifikasikan sebagai permainan papan abstrak. Walaupun begitu, kemiripan permainan igo dengan perang sering disebutkan. Sebagai contoh, tulisan klasik Tiongkok The Art of War kadang-kadang diterapkan pada strategi igo. Di lain pihak, strategi umum igo sering dituangkan dalam pepatah dan bisa diterapkan pada konteks lain misalnya manajemen.

Perang di dunia nyata berakhir ketika kedua belah pihak menandatangani perjanjian. Di igo, kedua pemain harus setuju bahwa permainan telah selesai. Setelah itu nilai dan pemenangnya baru dapat ditentukan.

Aturan dasar
* Dua pemain, hitam dan putih, bergantian meletakkan batu pada titik-titik dari papan berukuran 19x19 (19 garis horizontal dan vertikal). Hitam mulai terlebih dahulu.
* Tiap batu harus memiliki liberti (titik bersebelahan yang kosong) agar bisa tetap berada di papan. Batu-batu berwarna sama yang terhubung oleh garis disebut rantai, dan saling berbagi liberti.
* Saat sebuah batu atau rantai dikelilingi oleh batu-batu musuh sehingga tidak punya liberti lagi, batu atau rantai tersebut tertangkap dan dikeluarkan dari papan.
* Jika sebuah batu tidak memiliki liberti sesaat setelah dimainkan, namun secara bersamaan menghilangkan liberti terakhir rantai lawan, maka yang tertangkap adalah rantai lawan.
* "Aturan Ko": Sebuah batu tidak boleh dimainkan di titik tertentu, jika langkah tersebut mengulang posisi papan pada langkah sebelumnya dari pemain yang bersangkutan.
* Pemain dapat melakukan pass sebagai alternatif dari meletakkan batu. Saat kedua pemain pass berturut-turut, permainan berakhir lalu nilai dihitung.

Nilai pemain adalah jumlah titik kosong yang hanya dikelilingi batu-batunya ditambah dengan jumlah batu musuh yang ditangkap. Pemain dengan nilai terbesar menang. (Perlu diketahui bahwa ada aturan yang menggunakan cara menghitung berbeda, namun hampir selalu memberikan hasil yang sama.) Untuk pembahasan yang lebih mendetil.

Ini adalah esensi permainan igo. Resiko tertangkap berarti batu-batu harus bekerja sama untuk menguasai wilayah, yang membuat permainannya sangat kompleks dan menarik.

Go tidak hanya memungkinkan permainan antar pemain dengan kekuatan sama (even game), tapi juga permainan handicap antar pemain dengan kekuatan berbeda; lihat aturan opsional.

Aturan opsional termasuk:
* nilai kompensasi, hampir selalu untuk pemain kedua, lihat komi;
* batu kompensasi yang diletakkan di papan sebelum permainan bergilir dimulai, yang memungkinkan permainan menarik antar pemain dengan kekuatan berbeda (lihat handicap igo untuk informasi tambahan).



Aspek strategis mendasar termasuk:
* Koneksi: Menjaga koneksi antar batu-batu milik sendiri berarti lebih sedikit grup yang perlu dipertahankan.
* Pemotongan: Membuat batu-batu lawan terpisah berarti lawan harus mempertahankan lebih banyak grup.
* Kehidupan: Ini adalah kemampuan batu-batu untuk mencegah penangkapannya. Pada umumnya kehidupan suatu grup memerlukan paling tidak dua "mata".
* Kematian: Ketidakmungkinan mendapatkan kehidupan, yang mengakibatkan suatu grup pada akhirnya dikeluarkan dari papan.

Last edited by geisha; 20 February 2011 at 14:56.
Reply With Quote
  #6  
Old 20 February 2011, 14:52
geisha
Guest
 
Posts: n/a
Default

* Fukuwarai (permainan menempelkan anggota wajah)




Fukuwarai
adalah permainan tradisional yang dimainkan saat tahun baru di Jepang. Permainan dilakukan dengan menggunakan gambar wanita berwajah lucu (disebut okame atau otafuku). Namun gambar bagian-bagian wajah, seperti alis, mata, hidung, dan bibir berada pada guntingan-guntingan kertas yang terpisah. Permainan ini serupa dengan permainan Tempel Ekor Keledai.

Dengan memakai kain penutup mata, pemain berusaha meletakkan bagian-bagian wajah pada tempatnya. Peletakan bagian-bagian wajah di tempat yang bukan semestinya, kemungkinan dapat menghasilkan gambar lucu yang mengundang tawa. Pemenang permainan ini adalah pemain yang dianggap membuat gambar paling lucu, atau pemain yang berhasil meletakkan bagian-bagian wajah di tempat yang benar.

Asal usul permainan ini tidak jelas. Namun permainan ini diperkirakan dimainkan karena sesuai dengan peribahasa Warau kado ni wa fuku kitaru (Keberuntungan datang di keluarga yang tidak berhenti tertawa) yang merupakan harapan orang Jepang untuk tahun yang baru. Permainan ini kemungkinan mulai dimainkan sejak paruh kedua zaman Edo, dan melekat sebagai tradisi tahun baru sejak zaman Meiji. Dari zaman Meiji hingga pertengahan zaman Showa, permainan ini banyak dimainkan orang Jepang sewaktu merayakan tahun baru di rumah bersama keluarga.

*Makura-Nage



A Makura-Nage (Japanese) adalah permainan di jepang, yaitu anak2 saling melempar bantal satu sama lain.
"makura" berarti "bantal", "nage" berarti "melempar".

* Nawatobi






Nawatobi is permainan tradisional Jepang. dimainkan dengan tali, dan kadang mereka melakukan gerakan yang rumit saat melompat.

*Menko






Permainan ini umunya dimainkan oleh anak laki-laki. Alat yang dimainkan disebut menko yang memilik gambar di satu sisi. Gambar tersebut berupa gambar pahlawan yang terkenal, seperti samurai, atlit terkenal, pahlawan di komik, dsb. Sang pemenang, boleh memiliki menko lawan.

Cara main:
1. untuk menentukan urutan, pemain menggunakan suit [batu, kertas atau gunting]. Semua pemain, kecuali yang menang dalam suit, meletakkan menko di tanah. Pemain pertama akan mencoba membalikkan menko lain dengan melempar menkonya sendiri pada menko-menko lawannya.

2. Jika menko yang di tanah terbalik, maka pemain itu boleh memiliki menko dan pemilik sebelumnya keluar dari permainan. Jika tidak ada menko yang terbalik, maka pemain berikutnya yang memiliki kesempatan untuk melempar menko. Peraturannya bervariasi, sebuah lingkaran berdiameter 1 meter digambar ditanah. menko yang keluar dari lingkaran boleh diambil oleh sang pelempar. variasi lainnya, pemain bergantian dan siapapun yang berhasil membalikkan menko pertama kali, boleh mengambil semua menko di tanah.

*Oshikura Manju



Oshikura Manju adalah permainan sederhana di jepang, yang biasanya dimainkan di musim dingin, dengan tujuan menghangatkan diri.

Permainan ini dimainkan setidaknya oleh 3 pemain, akan lebih baik jika lebih banyak pemain. Para pemain berkumpul dalam 1 lingkaran sedekat mungkin,menghadap keluar lingkaran dan saling memunggungi. Saat permainan dimulai, mereka saling mendorong mundul dan bernyanyi "Oshikura Manju osarete nakuna" yang artinya Oshikura Manju tidak menangis bahkan ketika mendorong"..heheh..entahlah, translet nya kacau. hahahhaha
"Nakuko wa dare yowamushi kemushi hasannde sutero"...siapa yang menangis seperti pinch pengecut dan ulat" yang ini tambah kacau deh transletnya..hahahhahah...dan sambil terus mendorong kebelakang.

Variasi lain permainan ini adalah siapapun yang terdorong keluar lingkaran, maka akan keluar dari kelompok sampai tertinggal 1 orang dalam lingkaran, dialah pemenangnya.

Kata "Oshikura" dalam nama permainan ini diperkirakan memiliki arti "oshikurabe" (kompetisi mendorong), tetapi awalnya, itu bukan permainan yang kompetitif, di mana para pemain mendorong satu sama lain dengan penuh semangat, yang menyebabkan mereka menjadi hangat.

Last edited by geisha; 20 February 2011 at 15:07.
Reply With Quote
  #7  
Old 20 February 2011, 14:53
geisha
Guest
 
Posts: n/a
Default

*Hanetsuki




Hanetsuki (arti harfiah: tepuk bulu) adalah permainan tradisional Jepang berupa saling berbalasan memukul kok tanpa jaring. Permainan mirip bulu tangkis ini dimainkan dengan raket yang disebut hagoita. Kok dibuat dari biji buah mukuroji (pohon familia Sapindaceae) yang dicucuk dengan bulu unggas berwarna-warni. Tradisi bermain hanetsuki di kalangan anak perempuan dipercaya membawa nasib baik, dan merupakan salah satu tradisi tahun baru di Jepang.

Permainan sepak menyepak bulu unggas yang diberi pemberat uang logam dikenal di Cina sekitar abad ke-14. Di Jepang, permainan tersebut mulai dikenal pada zaman Muromachi, dan diperkirakan sebagai asal usul permainan hanetsuki yang dikenal sekarang ini. Menurut buku harian Kanmon Nikki dari zaman Muromachi, kalangan aristokrat dan pelayan wanita dilaporkan senang bermain hanetsuki di dalam istana kaisar. Pemain yang kalah harus menghidangkan sake kepada pemain yang menang.
**mirip kek badminton lah..

*Kagome Kagome




Kagome Kagome adalah permainan anak-anak di Jepang yang dimainkan sekelompok anak-anak yang bernyanyi sambil berjalan bergandengan tangan melingkari seorang anak yang sedang menjadi oni. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu anak-anak Kagome Kagome. Anak yang menjadi oni duduk mendekam di tengah lingkaran sambil menutup mata dengan kedua belah tangan. Ketika lagu selesai dinyanyikan, anak itu harus menebak nama anak yang persis ada di belakangnya. Anak yang namanya berhasil ditebak mendapat giliran berjaga.

Permainan ini umumnya dilakukan oleh kelompok kecil yang terdiri dari 5 hingga 6 orang anak. Bila peserta terlalu banyak, anak yang sedang menjadi oni sulit untuk menebak nama anak yang persis ada di belakangnya. Permainan dimulai dengan janken untuk mengundi anak yang akan dijadikan oni.

Lirik lagu yang dinyanyikan sewaktu mengelilingi oni dapat berbeda sedikit menurut daerahnya di Jepang. Lirik yang populer sekarang adalah lirik yang didokumentasikan oleh Naoji Yamanaka di kota Noda, Prefektur Chiba pada awal zaman Showa.

Lirik lagu Kagome Kagome dapat ditafsirkan bermacam-macam. Berbagai kanji yang berbeda dapat dipakai untuk menulis kata kagome sehingga artinya menjadi berbeda-beda:

* kagome (anyaman kotak dari bambu)
* kakome (kelilingi), imperatif
* kagame (duduklah mendekam), imperatif.

Bahasa Jepang
かごめかごめ 篭の中の鳥は
Romaji
Kagome kagome kago no naka no tori wa
Bahasa Indonesia
Kagome, Kagome, burung dalam sangkar,

Bahasa Jepang
いついつ出やる 夜明けの晩に
Romaji
Itsu itsu deyaru yoake no ban ni
Bahasa Indonesia
Kapan kapan kau keluar? Saat malam dini hari

Bahasa Jepang
鶴と亀と滑った
Romaji
Tsuru to kame to subetta
Bahasa Indonesia
Burung jenjang dan penyu tergelincir

Bahasa Jepang
後ろの正面だあれ。
Romaji
Ushiro no shōmen daare.
Bahasa Indonesia
Siapa yang ada tepat di belakang?

Kata kagome juga dapat berarti tempat hukuman mati yang dikelilingi pagar bambu, segi enam, heksagram, atau ditulis sebagai kagome yang berarti wanita hamil. Begitu pula halnya dengan kata-kata berikutnya yang mengundang berbagai penafsiran. Oleh karena itu, lirik lagu ini melahirkan berbagai cerita misteri, mulai dari kisah wanita hamil yang keguguran karena jatuh didorong mertua, wanita penghibur yang selalu dikurung dan diawasi, hingga sandi menuju lokasi Emas Terpendam Tokugawa.

Last edited by geisha; 20 February 2011 at 14:58.
Reply With Quote
  #8  
Old 20 February 2011, 14:55
*****'s Avatar
Silver Member
 
Join Date: Nov 2010
Location: Coba lihat jendela..
Posts: 2,146
Thanks: 0
Thanked 81 Times in 27 Posts
***** super top member***** super top member***** super top member***** super top member***** super top member***** super top member***** super top member***** super top member***** super top member***** super top member***** super top member
Default

wah udah dipesan toh tempatnya
__________________
Kata Bapak Tebe Kalo Threadnya REPOST Lariiiii
Reply With Quote
  #9  
Old 20 February 2011, 15:00
fat_bastard's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Dec 2010
Location: JALAN SESAMA DEKAT WARUNG ROKOK MILIK PAK HAJI BOKIR JIKA GA TAU SILAHKAN TANYA MAK NGEREK
Posts: 5,318
Thanks: 2,204
Thanked 2 Times in 1 Post
fat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top memberfat_bastard super top member
Default

ijin menyimak dulu gan......
__________________
[SIGPIC][/SIGPIC]Il Magico Milan...
Vinci Per Noi.....
Reply With Quote
  #10  
Old 20 February 2011, 15:09
geisha
Guest
 
Posts: n/a
Default

* Uta-garuta








Karuta adalah permainan kartu bergambar dari Jepang. Permainan ini paling sedikit dimainkan oleh tiga orang pemain, termasuk orang yang membacakan kartu. Karuta sering dimainkan sebagai salah satu tradisi tahun baru Jepang.

Karuta berasal dari carta, kosakata bahasa Portugis untuk surat, lembaran surat, atau kartu. Di Jepang, istilah karuta dulunya berarti permainan kartu remi. Namun pada zaman sekarang, karuta berarti hanafuda dan berbagai jenis permainan yang memakai satu set kartu yang terdiri dari yomifuda (kartu untuk dibaca) dan torifuda (kartu untuk diambil). Setiap kartu yomifuda berisi kata-kata untuk dibacakan. Pembaca kartu adalah orang yang tidak ikut bermain, dan sekaligus berperan sebagai wasit.

Jenis
Dua jenis karuta yang sering dimainkan adalah uta garuta (kartu puisi) dan iroha-garuta (kartu iroha).

Uta garuta
Satu set uta garuta terdiri dari 200 lembar kartu. Kartu yomifuda berisi tanka dari antologi puisi klasik Hyakunin Isshu dan gambar potret penyair yang menciptakannya. Tanka terdiri dari lima baris dengan pola mora 5-7-5-7-7. Bait bagian atas (5-7-5) disebut kami-no-ku dan bait bagian bawah (7-7) disebut shimo-no-ku. Sebuah tanka ditulis secara lengkap pada yomifuda, sementara torifuda hanya berisi bait bagian bawah dan tanpa gambar. Tanka pada masing-masing yomifuda dibacakan hingga ada pemain yang menemukan torifuda yang cocok. Pemain sering kali sudah bisa menebak kartu yang harus diambil sebelum sebuah tanka selesai dibacakan.

Iroha garuta
Berbeda halnya dengan uta-garuta, anak-anak yang baru bisa membaca hiragana sudah dapat bermain iroha-garuta. Anak-anak biasanya bermain iroha garuta untuk belajar mengenal aksara.

Satu set iroha garuta terdiri dari 96 lembar kartu (yomifuda dan torifuda). Setiap aksara dalam susunan mengabjad bahasa Jepang (gojūon) memiliki sepasang kartu dalam bentuk yomifuda dan torifuda. Isi yomifuda adalah peribahasa, sementara torifuda berisi gambar yang cocok dengan isi peribahasa dalam yomifuda yang menjadi pasangannya. Pada torifuda, aksara pertama dari peribahasa ditulis dengan hiragana dalam ukuran besar yang mencolok.

Aturan
* Di hadapan pemain, satu set torifuda dijajarkan di atas bidang rata (di atas tatami), agar mudah dilihat dan diambil pemain.
* Dua pemain atau lebih berusaha secepat-cepatnya untuk menemukan dan mengambil torifuda yang cocok. Kartu yang tepat ditepuk dengan telapak tangan sebelum diambil. Bergantung kepada jenis kartu yang dimainkan, kartu yang diambil adalah kartu yang berisi aksara kana (gambar) atau lanjutan tanka yang sedang dibacakan. Begitu seterusnya hingga semua yomifuda selesai dibacakan, dan semua torifuda terkumpul. Pemenang adalah pemain yang mengumpulkan kartu terbanyak.

Asosiasi Karuta Jepang memiliki peraturan sendiri untuk pertandingan karuta Hyakunin Isshu. Hanya separuh dari keseluruhan kartu yang dipakai dalam pertandingan
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 23:22.