VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 26 April 2011, 15:38
Bonjour's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Nov 2010
Posts: 7,707
Thanks: 16
Thanked 24 Times in 11 Posts
Bonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top member
Lightbulb Rhesus darah

Sistem penggolongan darah manusia telah cukup banyak ditemukan sampai saat ini, seperti sistem golongan darah ABO, Sistem MNSs, Faktor Rh, dan sebagainya. Golongan darah seseorang ditentukan oleh jenis antigen yang terdapat dalam permukaan sel-sel darah merah (eritrosit) yang dimilikinya. Antigen ini akan bereaksi dengan antibodi atau aglutinin yang sesuai. Yang berada di plasma darahnya . Landsteiner mengamati antigen /aglutinogen A,B dan AB di sel erytrocyt serta aglutinin / zat anti a,b dan ab di plasma darahnya sehingga menciptakan golongan darah ABO , slanjutnya ia melanjutkan risetnya untuk melakukan pengamatan golongan darah sistem Rhesus yang memperhatikan faktor Rhesus berupa ada dan tidaknya antigen-Rh dalam eritrositnya.

Sstem rhesus ini ditemukan melalui penyuntikan sel-sel darah merah kera Macacca rhesus kepada marmot (guinea-pig) untuk mendapatkan anti serum. Anti serum yang didapat ternyata bereaksi dengan sel-sel darah merah. , antigen-Rh yang ditemukan dalam darah kera Macaca rhesus oleh Landsteiner dan Wiener pada tahun 1940 itu juga ditemukan dalam darah manusia.
Berdasarkan ada tidaknya antigen-Rh, maka golongan darah manusia
dibedakan atas dua kelompok, yaitu :

Quote:
1. Orang Rh-positif (Rh+), berarti darahnya memiliki antigen-Rh yang ditunjukkan dengan reaksi positif atau terjadi penggumpalan eritrosit pada waktu dilakukan tes dengan anti-Rh (antibodi Rh).

2. Orang Rh-negatif (Rh-), berarti darahnya tidak memiliki antigen-Rh yang ditunjukkan dengan reaksi negatif atau tidak terjadi penggumpalan saat dilakukan tes dengan anti-Rh (antibodi Rh).
Menurut Landsteiner golongan darah Rh ini termasuk keturunan (herediter) yang diatur oleh satu gen yang terdiri dari 2 alel, yaitu Rh dan rh. Rh dominan terhadap rh sehingga terbentuknya antigen-Rh ditentukan oleh gen dominan Rh. Orang bergolongan darah Rh+ jika mempunyai genotip RhRh atau Rhrh, sedangkan orang Rh- mempunyai genotip rhrh..

Faktor Rh dalam darah seseorang mempunyai arti penting dalam klinik. Orang yang serum dan plasma darahnya tidak mempunyai anti-Rh dapat distimulir (dipacu) untuk membentuk anti-Rh. Pembentukan anti-Rh ini dapat melalui jalan :

Quote:
1. Transfusi Darah. Contoh kasus ini misalnya pada seorang perempuan Rh- yang kerena sesuatu hal harus ditolong dengan transfusi darah. Darah donor kebetulan Rh+, berarti mengandung antigen-Rh. Antigen- Rh ini akan dipandang sebagai protein asing sehingga perempuan itu akan distimulir membentuk anti-Rh. Serum darah perempuan yang semula bersih dari anti-Rh akan mengandung anti-Rh. Anti-Rh akan terus bertambah jika transfusi dilakukan lebih dari sekali. Anti-Rh akan membuat darah yang mengandung antigen-Rh menjadi menggumpal sehingga perempuan Rh- tersebut tidak bisa menerima darah dari orang Rh+. Orang Rh- harus selalu ditransfusi dengan darah Rh-. Seseorang yang akan melakukan transfusi sebaiknya selain memeriksa golongan darah dengan sistem ABO juga harus memeriksakan faktor Rhnya.

Dari kasus inilah kemudian kita mengenal bayi yang menderita Erythro blastosis fetalis , bayi kelahiran yang kedua dan seterusnya yang selalu mati karena ibunya Rh esus negatif dan anak pertamanya Rhesus + .untuk jelasnya lihat uraian ini .
Quote:
2. Perkawinan. Kasus ini bisa terjadi misalnya seorang perempuan Rh- (genotip rr) menikah dengan laki-laki Rh+ (bergenotip homozigotik RR) dan perempuan tersebut hamil. Janin dari pasangan ini tentunya akan bergolongan darah Rh+ (genotip Rr) yang diwarisi dari ayahnya. Sebagian kecil darah janin yang mengandung antigen-Rh tersebut akan menembus plasenta dan masuk kedalam tubuh ibunya. Serum dan plasma darah ibu distimulir untuk membentuk anti-Rh sehingga darah ibu yang mengalir kembali ke janin mengandung anti-Rh. Anti- Rh ini akan merusak sel darah merah janin yang mengandung antigen- Rh sehingga janin akan mengalami hemolisis eritrosit. Hemolisis eritrosit akan menghasilkan bilirubin indirek yang bersifat tidak larut air tetapi larut lemak dan tentunya akan meningkatkan kadar bilirubin darah janin. Peningkatan ini dapat menyebabkan ikterus patologis yaitu suatu keadaan dimana kadar bilirubin dalam darah mencapai suatu nilai yang mempunyai potensi menimbulkan kern ikterus bila tidak segera ditangani. Kern ikterus merupakan suatu kerusakan otak akibat perlengketan bilirubin indirek pada otak terutama pada korpus striatum, talamus, nukleus sub talamus, hipokampus, nukleus merah dan nukleus pada dasar ventrikulus IV. Bayi yang mengalami kern ikterus biasanya mengalami kuning disekujur tubuhnya.
Ada 2 kemungkinan bagi janin yang mengalami ketidakcocokan Rh ini, yaitu : Bayi pertama bisa selamat karena anti-Rh yang dibentuk oleh ibu itu masih sedikit sedangkan bayi pada kehamilan kedua bisa meninggal jika anemia berat. Penyakit seperti ini dikenal dengan nama eritoblastosis fetalis. Kejadian ini akan terulang pada waktu ibu hamil berikutnya (Campbell, dkk, 2004: 91). Bayi dapat juga hidup, tetapi biasanya akan mengalami cacat, lumpuh, dan retardasi mental.

RHESUS NEGATIF

Quote:
Rhesus negatif bukanlah suatu kelainan, melainkan suatu kondisi dimana sel darah merahnya tidak mengandung antigen rhesus atau tidak terdapat faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya. Pemeriksaan rhesus tidak kalah pentingnya dengan pemeriksaan golongan darah. Hal ini berkaitan dengan proses transfusi darah. Jika suatu hari orang tersebut kekurangan darah maka harus diketahui dengan jelas golongan darah dan rhesusnya.
Quote:
Orang-orang dengan rhesus negatif sangat jarang ditemui di negara-negara Asia. Tetapi pada orang-orang di negara Eropa dan Amerika, rhesus negatif banyak ditemui. Meski demikian, tidak 100% orang Asia memiliki rhesus darah positif, pada beberapa orang ditemui memiliki rhesus negatif. Rhesus negatif ini terjadi karena faktor yang diturunkan oleh orang tuanya, baik ayah maupun ibu. Terlebih lagi jika kedua orang tuanya memiliki rhesus negatif. Jika kedua orang tuanya memiliki rhesus yang berbeda maka si anak akan mengikuti rhesus yang dominan. Jadi rhesus pada bayi dibawa dari separuh sifat ayah dan ibunya. Perbedaan rhesus antara ayah dan ibu dapat menyebabkan bayi menderita penyakit Rh atau hemolitik.
Quote:
Rhesus negatif dapat ditemui tidak hanya pada golongan darah tertentu saja, melainkan dapat ditemukan pada semua golongan darah. Selain itu, rhesus negatif juga ditemui tidak pada jenis kelamin tertentu. Bisa pada anak laki-laki maupun perempuan.
Quote:
Sebenarnya tidak perlu khawatir jika memilki bayi dengan rhesus negatif, karena daya tahan tubuh dan kemungkinan penyakit yang diderita sama dengan bayi normal. Rhesus negatif akan menjadi masalah ketika orang tersebut memerlukan donor darah. Karena seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mayoritas penduduk Asia memiliki rhesus positif. Jika seseorang menerima donor darah dengan rhesus yang berbeda maka akan terjadi reaksi antigen dan antibodi di dalam tubuhnya sehingga menyebabkan panas, menggigil, tubuh biru-biru karena darah di dalam tubuhnya pecah. Kondisi ini semakin lama akan semakin memburuk dan memerlukan lebih banyak darah.
Reply With Quote
  #2  
Old 26 April 2011, 15:41
Bonjour's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Nov 2010
Posts: 7,707
Thanks: 16
Thanked 24 Times in 11 Posts
Bonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top memberBonjour super top member
Default

Quote:
Originally Posted by dokterbeat View Post
ijiin nyimak gan
ijin nyimak lagi
tadi di thread gw yg all about donor darah lu juga nulis ini
gubrak dah gw mah
Reply With Quote
  #3  
Old 27 April 2011, 07:58
samudra27's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Dec 2010
Location: samudrabirucinta
Posts: 7,638
Thanks: 18
Thanked 141 Times in 121 Posts
samudra27 super top membersamudra27 super top membersamudra27 super top membersamudra27 super top membersamudra27 super top membersamudra27 super top membersamudra27 super top membersamudra27 super top membersamudra27 super top membersamudra27 super top membersamudra27 super top member
Default

infonya sangat menarik membantu dan menambah wawasan..
Reply With Quote
  #4  
Old 30 June 2011, 08:57
giulie's Avatar
Moderator In Training
 
Join Date: Jul 2010
Location: Somewhere I belong
Posts: 34,388
Thanks: 140
Thanked 131 Times in 48 Posts
giulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top member
Default

wuihhhhhhh..jadi inget waktu kuliah...karena nubie ngetes rhesus..jadinya bubar semua
hahhah
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 14:50.