|
|||||||
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
|
#1
|
||||
|
||||
|
Yang setuju hukuman mati buat koruptor dukung dong gerakan ini!
100JUTA ORG Dukung DPR Revisi UU TIPIKOR psl 2,3,5 s/d 13 JADI HUKUMAN MATI Jika anda baca UU TIPIKOR Nomor 31 tahun 1999, hukuman penjara maksimal 20 thn (ini maksimal loh) dan denda maksimal pada hanya Rp. 1M, aihhhh ringannya hukuman koruptor di Indonesia, pantas saja koruptor ga da matinya.
|
|
#2
|
||||
|
||||
|
Quote:
Korupsi itu datangnya dari mana sih, korupsi itu datangnya dari niat dan kesempatan, jadi semua orang kalau ada niat dan ada juga kesempatan maka akan melakukan korupsi, ga liat siapa itu bahkan orang yang sering nulis di forum ini pun kalau ada niat dan kesempatan akan melakukan korupsi juga, aku jamin 100 % untuk itu. karena korupsi itu katanya enak kok. yang pasti orang orang yang sering buka internet di jam kerja itu juga sudah korupsi, karena telah menggunakan jam kerja untuk melakukan kegiatan yang bukan kerjaanya, begitu juga anak anak sekolah yang sering di warnet pada jam belajar juga sedang belajar korupsi paling tidak telah tidak jujur kepada orang tuanya, Dan bahkan tradisi mengumpulkan bantuan bencana di jalan jalan dan untuk solidaritas palestina dll, juga bisa menimbulkan korupsi karena ga ada yang menjamin bahwa uang yang telah terkumpul tersebut sampai ke tangan yang berhak. apalagi untuk yang ke palestina itu siapa yang mengecek bahwa bantuan itu sampai. Makanya untuk menjaga dan mengurangi tindakan itu di beberapa kantor selalu dilakukan perpindahan pegawai setiap 4 tahun, apa itu menjamin tidak akan ada korupsi ? tidak juga tetapi paling tidak mengurangi. Korupsi itu bisa juga timbul karena budaya rakyat kita yang ga mau antri, maunya begitu datang urusan selesai, tanpa menghiraukan orang lain yang juga antri dari tadi, akhirnya membujuk bujuk... kalau disini terjadi transaksi yang salah siapa ? Menurut saya untuk korupsi ga perlu dihukum mati, karena bila itu dijalankan akan banyak korban dan ga ada orang yang mau melayani masyarakat. dan ekonomi akan mandek.
Last edited by David Koperboy; 25 April 2010 at 17:18. |
|
#3
|
||||
|
||||
|
Banyak bgt tulisannya seh kak, jd mls baca semuanya. Berhubung nilai literaty sy juga cuma 18 dari skala 100. Jd yg tak komentari yg terakhir2 saja.
Quote:
Ga ada yang mau melayani masyarakat? Ah, perasaan kakak saja ini. Yang mengantri jadi PNS masih seabreg, walaupun hukumannya mati buat yang korupsi, toh kalo mereka korupsi ga perlu takut dihukum mati. Ekonomi mandek? Yang bener saja ini, masa cuma menghukum mati paling seorang dua orang sehari ekonomi mandek? Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China, rata2 dalam sehari ada lebih dari satu koruptor yang dihukum mati, pelayanan masyarakat msh jalan, ekonomi jd lebih maju, malahan jadi negeri yang lebih maju dibandingkan sebelumnya. |
|
#4
|
||||
|
||||
|
Quote:
Sekarang okelah hukuman mati bisa dilakukan di negeri ini, lantas siapa yang pantas menghukum mati, mengingat kondisi keadilan negeri ini yang carut marut tsb. hakimnya korup, polisinya korup, jaksanya korup, pengacaranya juga korup dan bahkan mungkin tukang jagalnya juga pasti korup. apa perlu memakai jasa kereta api untuk memenggalnya diatas rel. karena mungkin hanya kereta api yang ga korupsi. ( yang korupsi kondektur nya cs ). Mungkin bisa merekrut pegawai baru...... he he he bisa juga sih walau harus memakan waktu tahunan untuk membersihkan dari sifat korup itu, atau bahkan bisa jadi pegawai barupun mewarisi sifat korup orang tuanya. hukuman mati untuk sekedar wacana sih bisa saja, tapi untuk dilaksanakan....... sulit. karena apa..... susah mencari orang jujur sekarang ini. yang bagus untuk saat ini adalah mulai dari kita sendiri, hindari perilaku kita dari tindakan yang menjurus ke arah korupsi, kalau semua orang itu berlaku baik maka negara juga akan baik, kalau orang kebanyakan lebih sering mengurusi orang lain dari pada mengaca pada diri sendiri, selalu iri terhadap keberhasilan orang lain yang lebih maju lantas mencap orang itu koruptor? ga usah seperti itu lah. bagaimana bisa menjadi manusia jujur kalau setiap ujian selalu nyontek.
Last edited by David Koperboy; 25 April 2010 at 22:29. |
|
#5
|
||||
|
||||
|
Quote:
Jangankan denda satu milyar, ngembaliin uang yang dikorupsinya mereka gak bisa kok (dengan bunga2nya lho, kalau pokoknya saja pasti lebih krn korupsinya 10 tahun yang lalu), dendanya jangan pakai rupiah dong karena rupiah terus merosot, hukuman dan dendanya dihargai dengan penghijauan kembali hutan yang gundul sekian (belum tahu berapa) hektar, sekalian menyelamatkan bumi kita yang makin gersang ini toh. |
|
#6
|
||||
|
||||
|
Quote:
|
|
#7
|
||||
|
||||
|
Quote:
|
|
#8
|
||||
|
||||
|
Quote:
|
|
#9
|
||||
|
||||
|
Lihat komen ini, bner2 gak nyambung. Apa hubungannya sulit melaksanakan hukuman mati hanya kerna orang jujur sulit dicari? emang orang jujur itu apa yg akan menghukum dan mengeksekusi. Hukuman itu ditetapkan oleh negara, dan negara yg akan melaksanakannya.
|
|
#10
|
||||
|
||||
|
Tujuan utama hukuman adalah memberikan efek jera kepada pelakunya dan memberikan pelajaran kpd orang lain utk tdk melakukan hal yg sama spt itu. Jika hukuman itu tdk sampai pd tujuannya maka hukum itu sia-sia.
Sbg contoh knapa Islam memberlakukan hukum sedemikian keras, Qishsos (mati), potong tangan, rajam, cambuk adalah utk menutup niat bagi yg ingin melakukan kejahatan. Apakah kita takut dgn hukum ini? tentu kita tdk perlu takut jika kita tdk punya niat atau keinginan utk melakukan kejahatan itu. Siap yg takut dgn hukuman berat ini? tentu sj orang punya niat atau keinginan utk melakukan kejahatan itu. |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|