VIVAnews Forums
Welcome to VivaForum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 25 April 2010, 13:12
hayaishi's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Apr 2010
Posts: 228
Thanks: 4
Thanked 5 Times in 3 Posts
hayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top member
Exclamation 100JT ORG Dukung DPR Revisi UU TIPIKOR psl 2,3,5s/d13 JADI HUKUMN MATI

Yang setuju hukuman mati buat koruptor dukung dong gerakan ini!

100JUTA ORG Dukung DPR Revisi UU TIPIKOR psl 2,3,5 s/d 13 JADI HUKUMAN MATI

Jika anda baca UU TIPIKOR Nomor 31 tahun 1999, hukuman penjara maksimal 20 thn (ini maksimal loh) dan denda maksimal pada hanya Rp. 1M, aihhhh ringannya hukuman koruptor di Indonesia, pantas saja koruptor ga da matinya.
Reply With Quote
  #2  
Old 25 April 2010, 17:08
David Koperboy's Avatar
New Member
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 56
Thanks: 0
Thanked 5 Times in 5 Posts
David Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top member
Default ?

Quote:
Originally Posted by hayaishi View Post
Yang setuju hukuman mati buat koruptor dukung dong gerakan ini!

100JUTA ORG Dukung DPR Revisi UU TIPIKOR psl 2,3,5 s/d 13 JADI HUKUMAN MATI

Jika anda baca UU TIPIKOR Nomor 31 tahun 1999, hukuman penjara maksimal 20 thn (ini maksimal loh) dan denda maksimal pada hanya Rp. 1M, aihhhh ringannya hukuman koruptor di Indonesia, pantas saja koruptor ga da matinya.
Nampaknya indonesia sudah menuju ke tradisi balas dendam, sebenarnya tradisi hukuman mati itu hanya berlaku pada zaman dimana undang undang belum dibuat, yaitu kerajaan kerajaan zaman dulu yang pada mulanya dilakukan untuk lawan politiknya atau orang orang yang tidak sejalan dengan nya. seperti kalau kita membaca sejarah dunia hukuman mati berlaku di zaman perancis dulu dengan pisau penggal gouletinenya yang akhirnya yang menciptakan alat itu pun terpenggal juga.di era modern seperti sekarang ini sebenarnya tradisi hukuman mati itu sudah lambat laun menghilang dan kalaupun ada itu untuk beberapa kasus saja, di Malaysia hukuman mati diberlakukan untuk kasus narkoba dll. Indonesia sendiri belum pernah meratifikasi ttg hukuman mati, walau mmg beberapa orang telah di eksekusi untuk kasus teroris dan beberapa kasus narkoba dan itupun memakan waktu yang cukup lama. untuk kasus korupsi sendiri kayaknya belum bisa dilakukan mungkin ada beberapa alasan antara lain orang kita belum tahu benar, yang masuk kasus korupsi itu kasus apa saja sih, karena yang namanya korupsi itu bukan cuma korupsi uang, bagaimana dengan orang yang suka korupsi waktu apa perlu dihukum mati juga? jangan sampai masalah korupsi ini hanya menjadi lahan balas dendam antar pejabat, karena kalau sudah begitu akan timbul hubungan yang tidak sehat, karena masing masing akan saling curiga satu sama lain.
Korupsi itu datangnya dari mana sih, korupsi itu datangnya dari niat dan kesempatan, jadi semua orang kalau ada niat dan ada juga kesempatan maka akan melakukan korupsi, ga liat siapa itu bahkan orang yang sering nulis di forum ini pun kalau ada niat dan kesempatan akan melakukan korupsi juga, aku jamin 100 % untuk itu. karena korupsi itu katanya enak kok. yang pasti orang orang yang sering buka internet di jam kerja itu juga sudah korupsi, karena telah menggunakan jam kerja untuk melakukan kegiatan yang bukan kerjaanya, begitu juga anak anak sekolah yang sering di warnet pada jam belajar juga sedang belajar korupsi paling tidak telah tidak jujur kepada orang tuanya,
Dan bahkan tradisi mengumpulkan bantuan bencana di jalan jalan dan untuk solidaritas palestina dll, juga bisa menimbulkan korupsi karena ga ada yang menjamin bahwa uang yang telah terkumpul tersebut sampai ke tangan yang berhak. apalagi untuk yang ke palestina itu siapa yang mengecek bahwa bantuan itu sampai.
Makanya untuk menjaga dan mengurangi tindakan itu di beberapa kantor selalu dilakukan perpindahan pegawai setiap 4 tahun, apa itu menjamin tidak akan ada korupsi ? tidak juga tetapi paling tidak mengurangi.
Korupsi itu bisa juga timbul karena budaya rakyat kita yang ga mau antri, maunya begitu datang urusan selesai, tanpa menghiraukan orang lain yang juga antri dari tadi, akhirnya membujuk bujuk... kalau disini terjadi transaksi yang salah siapa ?
Menurut saya untuk korupsi ga perlu dihukum mati, karena bila itu dijalankan akan banyak korban dan ga ada orang yang mau melayani masyarakat. dan ekonomi akan mandek.

Last edited by David Koperboy; 25 April 2010 at 17:18.
Reply With Quote
  #3  
Old 25 April 2010, 18:34
hayaishi's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Apr 2010
Posts: 228
Thanks: 4
Thanked 5 Times in 3 Posts
hayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top memberhayaishi super top member
Default

Banyak bgt tulisannya seh kak, jd mls baca semuanya. Berhubung nilai literaty sy juga cuma 18 dari skala 100. Jd yg tak komentari yg terakhir2 saja.
Quote:
Originally Posted by David Koperboy View Post
Menurut saya untuk korupsi ga perlu dihukum mati, karena bila itu dijalankan akan banyak korban dan ga ada orang yang mau melayani masyarakat. dan ekonomi akan mandek.
Memang akan makan banyak korban, itu harga yang pantas dibayar untuk kemajuan suatu negara, apalagi hanya mengorbankan sampah (lebih tepatnya parasit). Kakak bukan koruptor kan? Jadi tidak perlu takut dgn hukuman mati ini, OK?
Ga ada yang mau melayani masyarakat? Ah, perasaan kakak saja ini. Yang mengantri jadi PNS masih seabreg, walaupun hukumannya mati buat yang korupsi, toh kalo mereka korupsi ga perlu takut dihukum mati.
Ekonomi mandek? Yang bener saja ini, masa cuma menghukum mati paling seorang dua orang sehari ekonomi mandek?
Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China, rata2 dalam sehari ada lebih dari satu koruptor yang dihukum mati, pelayanan masyarakat msh jalan, ekonomi jd lebih maju, malahan jadi negeri yang lebih maju dibandingkan sebelumnya.
Reply With Quote
  #4  
Old 25 April 2010, 22:19
David Koperboy's Avatar
New Member
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 56
Thanks: 0
Thanked 5 Times in 5 Posts
David Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top memberDavid Koperboy super top member
:peluk:

Quote:
Originally Posted by hayaishi View Post
Banyak bgt tulisannya seh kak, jd mls baca semuanya. Berhubung nilai literaty sy juga cuma 18 dari skala 100. Jd yg tak komentari yg terakhir2 saja.

Memang akan makan banyak korban, itu harga yang pantas dibayar untuk kemajuan suatu negara, apalagi hanya mengorbankan sampah (lebih tepatnya parasit). Kakak bukan koruptor kan? Jadi tidak perlu takut dgn hukuman mati ini, OK?
Ga ada yang mau melayani masyarakat? Ah, perasaan kakak saja ini. Yang mengantri jadi PNS masih seabreg, walaupun hukumannya mati buat yang korupsi, toh kalo mereka korupsi ga perlu takut dihukum mati.
Ekonomi mandek? Yang bener saja ini, masa cuma menghukum mati paling seorang dua orang sehari ekonomi mandek?
Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China, rata2 dalam sehari ada lebih dari satu koruptor yang dihukum mati, pelayanan masyarakat msh jalan, ekonomi jd lebih maju, malahan jadi negeri yang lebih maju dibandingkan sebelumnya.
Maksudku begini lho, saya rasa kita ingin hidup ini secara damai, dan supaya hidup ini damai kita perlu menjaga toleransi kepada banyak orang tanpa rasa dendam yang kita sendiri ga tahu karena apa. karena manusia diciptakan oleh tuhan untuk hidup berdampingan, hidup atau mati itu urusan tuhan bukan urusan manusia dan manusia tidak berhak untuk menghakimi orang lain untuk mati apalagi kita tidak tahu kesalahannya kecuali manusia itu memang manusia sempurna ( yang sekarang sudah nggak ada ). kembali ttg masalah korupsi. korupsi itu mengandung nilai yang tidak terbatas mungkin mulai dari Rp 5 s/d 6 T dan yang lebih besar lagi kalau kalau menyelewengkan uang negara itu disebut korupsi, termasuk juga orang yang suka mbolos kerja, belanja di mall saat jam kerja itu juga sudah termasuk kategori korupsi, jadi mungkin perilaku korup itu sudah sering orang lakukan tanpa dia menyadarinya, lantas apa jadinya kalau orang seperti itu juga mesti dihukum mati karena korupsi juga kan ? walau kecil kecilan. kok sadis amat.
Sekarang okelah hukuman mati bisa dilakukan di negeri ini, lantas siapa yang pantas menghukum mati, mengingat kondisi keadilan negeri ini yang carut marut tsb. hakimnya korup, polisinya korup, jaksanya korup, pengacaranya juga korup dan bahkan mungkin tukang jagalnya juga pasti korup. apa perlu memakai jasa kereta api untuk memenggalnya diatas rel. karena mungkin hanya kereta api yang ga korupsi. ( yang korupsi kondektur nya cs ).
Mungkin bisa merekrut pegawai baru...... he he he bisa juga sih walau harus memakan waktu tahunan untuk membersihkan dari sifat korup itu, atau bahkan bisa jadi pegawai barupun mewarisi sifat korup orang tuanya.
hukuman mati untuk sekedar wacana sih bisa saja, tapi untuk dilaksanakan....... sulit. karena apa..... susah mencari orang jujur sekarang ini. yang bagus untuk saat ini adalah mulai dari kita sendiri, hindari perilaku kita dari tindakan yang menjurus ke arah korupsi, kalau semua orang itu berlaku baik maka negara juga akan baik, kalau orang kebanyakan lebih sering mengurusi orang lain dari pada mengaca pada diri sendiri, selalu iri terhadap keberhasilan orang lain yang lebih maju lantas mencap orang itu koruptor? ga usah seperti itu lah.
bagaimana bisa menjadi manusia jujur kalau setiap ujian selalu nyontek.

Last edited by David Koperboy; 25 April 2010 at 22:29.
Reply With Quote
  #5  
Old 26 April 2010, 00:02
soesie's Avatar
New Member
 
Join Date: Apr 2010
Posts: 3
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
soesie is an unknown quantity at this point
Unhappy Koruptor ?

Quote:
Originally Posted by hayaishi View Post
Yang setuju hukuman mati buat koruptor dukung dong gerakan ini!

100JUTA ORG Dukung DPR Revisi UU TIPIKOR psl 2,3,5 s/d 13 JADI HUKUMAN MATI

Jika anda baca UU TIPIKOR Nomor 31 tahun 1999, hukuman penjara maksimal 20 thn (ini maksimal loh) dan denda maksimal pada hanya Rp. 1M, aihhhh ringannya hukuman koruptor di Indonesia, pantas saja koruptor ga da matinya.
Jangan salahkan koruptor, mereka pada korupsi, salah pengawas dan institusi hukum karena mereka mau diajak kong-kalikong.
Jangankan denda satu milyar, ngembaliin uang yang dikorupsinya mereka gak bisa kok (dengan bunga2nya lho, kalau pokoknya saja pasti lebih krn korupsinya 10 tahun yang lalu), dendanya jangan pakai rupiah dong karena rupiah terus merosot, hukuman dan dendanya dihargai dengan penghijauan kembali hutan yang gundul sekian (belum tahu berapa) hektar, sekalian menyelamatkan bumi kita yang makin gersang ini toh.
Reply With Quote
  #6  
Old 26 April 2010, 06:37
Chobit's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Apr 2010
Location: Bandung
Posts: 449
Thanks: 1
Thanked 2 Times in 1 Post
Chobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top member
Default

Quote:
Originally Posted by David Koperboy View Post
Nampaknya indonesia sudah menuju ke tradisi balas dendam, sebenarnya tradisi hukuman mati itu hanya berlaku pada zaman dimana undang undang belum dibuat, yaitu kerajaan kerajaan zaman dulu yang pada mulanya dilakukan untuk lawan politiknya atau orang orang yang tidak sejalan dengan nya. seperti kalau kita membaca sejarah dunia hukuman mati berlaku di zaman perancis dulu dengan pisau penggal gouletinenya yang akhirnya yang menciptakan alat itu pun terpenggal juga.di era modern seperti sekarang ini sebenarnya tradisi hukuman mati itu sudah lambat laun menghilang dan kalaupun ada itu untuk beberapa kasus saja, di Malaysia hukuman mati diberlakukan untuk kasus narkoba dll. Indonesia sendiri belum pernah meratifikasi ttg hukuman mati, walau mmg beberapa orang telah di eksekusi untuk kasus teroris dan beberapa kasus narkoba dan itupun memakan waktu yang cukup lama. untuk kasus korupsi sendiri kayaknya belum bisa dilakukan mungkin ada beberapa alasan antara lain orang kita belum tahu benar, yang masuk kasus korupsi itu kasus apa saja sih, karena yang namanya korupsi itu bukan cuma korupsi uang, bagaimana dengan orang yang suka korupsi waktu apa perlu dihukum mati juga? jangan sampai masalah korupsi ini hanya menjadi lahan balas dendam antar pejabat, karena kalau sudah begitu akan timbul hubungan yang tidak sehat, karena masing masing akan saling curiga satu sama lain.
Korupsi itu datangnya dari mana sih, korupsi itu datangnya dari niat dan kesempatan, jadi semua orang kalau ada niat dan ada juga kesempatan maka akan melakukan korupsi, ga liat siapa itu bahkan orang yang sering nulis di forum ini pun kalau ada niat dan kesempatan akan melakukan korupsi juga, aku jamin 100 % untuk itu. karena korupsi itu katanya enak kok. yang pasti orang orang yang sering buka internet di jam kerja itu juga sudah korupsi, karena telah menggunakan jam kerja untuk melakukan kegiatan yang bukan kerjaanya, begitu juga anak anak sekolah yang sering di warnet pada jam belajar juga sedang belajar korupsi paling tidak telah tidak jujur kepada orang tuanya,
Dan bahkan tradisi mengumpulkan bantuan bencana di jalan jalan dan untuk solidaritas palestina dll, juga bisa menimbulkan korupsi karena ga ada yang menjamin bahwa uang yang telah terkumpul tersebut sampai ke tangan yang berhak. apalagi untuk yang ke palestina itu siapa yang mengecek bahwa bantuan itu sampai.
Makanya untuk menjaga dan mengurangi tindakan itu di beberapa kantor selalu dilakukan perpindahan pegawai setiap 4 tahun, apa itu menjamin tidak akan ada korupsi ? tidak juga tetapi paling tidak mengurangi.
Korupsi itu bisa juga timbul karena budaya rakyat kita yang ga mau antri, maunya begitu datang urusan selesai, tanpa menghiraukan orang lain yang juga antri dari tadi, akhirnya membujuk bujuk... kalau disini terjadi transaksi yang salah siapa ?
Menurut saya untuk korupsi ga perlu dihukum mati, karena bila itu dijalankan akan banyak korban dan ga ada orang yang mau melayani masyarakat. dan ekonomi akan mandek.
Jng bnyk omong, bilang sj klw gak stuju hukuman mati. Semua alasan itu gak ada yg kuat. Apa dgn hukum yg sekarang koruptor akan berkurang/habis dr Ind? gak mungkin. Manusia paling takut dgn mati, maka mati jd hukuman. klw cm dipenjara, apalagi dgn penjara spt di Ind yg bisa "tawar2", pemberantasan korupsi gak bakal jalan. Perbaikan sistem perlu, pengawasan juga perlu dan tentu sj hukuman berat juga perlu, baru ada sinergi.
Reply With Quote
  #7  
Old 26 April 2010, 06:49
Chobit's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Apr 2010
Location: Bandung
Posts: 449
Thanks: 1
Thanked 2 Times in 1 Post
Chobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top member
Default

Quote:
Originally Posted by David Koperboy View Post
Dan bahkan tradisi mengumpulkan bantuan bencana di jalan jalan dan untuk solidaritas palestina dll, juga bisa menimbulkan korupsi karena ga ada yang menjamin bahwa uang yang telah terkumpul tersebut sampai ke tangan yang berhak. apalagi untuk yang ke palestina itu siapa yang mengecek bahwa bantuan itu sampai.
Kasi contoh tuh yg relevan donk!!! sumbangan itu diniatkan utk amal sampai atau tdk tetap sj dpt pahala, tapi yg tdk amanah tentu akan dpt adzab. Menyamakan sumbangan pribadi, dgn uang negara yg dikorup bener2 gak nyambung.
Reply With Quote
  #8  
Old 26 April 2010, 06:56
Chobit's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Apr 2010
Location: Bandung
Posts: 449
Thanks: 1
Thanked 2 Times in 1 Post
Chobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top member
Default

Quote:
Originally Posted by David Koperboy View Post
Sekarang okelah hukuman mati bisa dilakukan di negeri ini, lantas siapa yang pantas menghukum mati, mengingat kondisi keadilan negeri ini yang carut marut tsb. hakimnya korup, polisinya korup, jaksanya korup, pengacaranya juga korup dan bahkan mungkin tukang jagalnya juga pasti korup. apa perlu memakai jasa kereta api untuk memenggalnya diatas rel. karena mungkin hanya kereta api yang ga korupsi. ( yang korupsi kondektur nya cs ).
Pakai otak bro!!! emang 100% aparatur negara ini korup, sampai gak ada sdikitpun yg pantas utk menghukum mati. Komentar tuh jng asal. Aq yakin masih bnyk aparatur yg baik dan tdk korup di negara ini....
Reply With Quote
  #9  
Old 26 April 2010, 07:06
Chobit's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Apr 2010
Location: Bandung
Posts: 449
Thanks: 1
Thanked 2 Times in 1 Post
Chobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top member
Default

Quote:
Originally Posted by David Koperboy View Post
hukuman mati untuk sekedar wacana sih bisa saja, tapi untuk dilaksanakan....... sulit. karena apa..... susah mencari orang jujur sekarang ini.
Lihat komen ini, bner2 gak nyambung. Apa hubungannya sulit melaksanakan hukuman mati hanya kerna orang jujur sulit dicari? emang orang jujur itu apa yg akan menghukum dan mengeksekusi. Hukuman itu ditetapkan oleh negara, dan negara yg akan melaksanakannya.
Reply With Quote
  #10  
Old 26 April 2010, 07:19
Chobit's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Apr 2010
Location: Bandung
Posts: 449
Thanks: 1
Thanked 2 Times in 1 Post
Chobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top memberChobit super top member
Default

Tujuan utama hukuman adalah memberikan efek jera kepada pelakunya dan memberikan pelajaran kpd orang lain utk tdk melakukan hal yg sama spt itu. Jika hukuman itu tdk sampai pd tujuannya maka hukum itu sia-sia.
Sbg contoh knapa Islam memberlakukan hukum sedemikian keras, Qishsos (mati), potong tangan, rajam, cambuk adalah utk menutup niat bagi yg ingin melakukan kejahatan. Apakah kita takut dgn hukum ini? tentu kita tdk perlu takut jika kita tdk punya niat atau keinginan utk melakukan kejahatan itu.
Siap yg takut dgn hukuman berat ini? tentu sj orang punya niat atau keinginan utk melakukan kejahatan itu.
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 14:14.