|
#1
|
||||
|
||||
![]() MONZA, Kompas.com — Renault yakin, target untuk meraih podium di GP Singapura pada 26 September mendatang merupakan hal yang realistis. Kesulitan yang dialami pada GP Italia akhir pekan kemarin bukanlah sebuah hadangan untuk mewujudkan impian tersebut (naik podium). Ya, di Sirkuit Monza, Renault nyaris tak berkutik menghadapi kedigdayaan Ferrari dan McLaren. Robert Kubica harus puas finis di urutan delapan, sedangkan rekan setimnya, Vitaly Petrov, gagal menuai poin meskipun bisa menyentuh garis finis. Ini yang membuat tim Perancis tersebut ditengarai akan sulit meruntuhkan dominasi Ferrari dan McLaren, plus Red Bull Racing. Namun, Eric Boullier mempunyai pandangan yang berbeda. Bos Renault ini mengatakan, karakteristik trek di Singapura sangat cocok dengan Renault sehingga dia optimistis timnya bisa lebih kompetitif. "Sebenarnya di Italia kami tidak berharap tampil seperti di Spa, tetapi impian agar dua mobil meraih poin mungkin sedikit ambisius," ujar Boullier kepada Autosport. "Tentu saja akan menjadi akhir pekan yang bagus di sini jika kami menyelamatkan muka dan melakukan ini, tetapi sayang kenyataannya tidak sesuai harapan. Kami tidak berharap bisa secepat atau sebagus Spa." "Tetapi jika saya memakai semua paketan yang kami miliki sekarang dengan konfigurasi high-downforce, tampaknya cukup menjanjikan. F-duct kami bekerja dengan sangat baik, dan dengan lay out trek tradisional seperti Singapura atau Jepang (26 Oktober) yang akan datang, kami berada dalam posisi yang lebih bagus sehingga saya tidak kaget jika kami bisa tampil seperti di Spa." Dalam balapan di Spa, Belgia, dua pekan lalu, dua pebalap Renault berhasil menuai poin. Menggunakan F-duct yang membantu performa mobil, Kubica finis di peringkat tiga dan Petrov finis di peringkat sembilan. |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|