|
#21
|
||||
|
||||
|
weits atlit2 bulutangkis kita kan kalah sama luar negeri bro
![]() sekarang ini emang China yang mendominasi, tapi paling gak peringkat kita masih tinggi dibanding negara asean lainnya permainan maria kristin juga sudah mulai maju, terbukti dia mampu membawa perak pada olimpiade kemaren
|
|
#22
|
||||
|
||||
|
Quote:
kejuaraan terbesar terdekat ya all england minggu ini kan...klo itu mah pasti di siarin dunk
__________________
"It's true that we don't know what we have until we've lost it, but its also true that we don't know what we're missing until we FIND it"
|
|
#23
|
||||
|
||||
|
Quote:
![]() yang ada malah temen2 di forum sebelah update dari website, yang skornya di update secara langsung ![]() tapi moga aja tv indo bisa siaran secara langsung
|
|
#24
|
||||
|
||||
|
Wah China dominasi All England 2009! Liat tuh semua gelar juara diborong sementara Indonesia kok melempem, masuk final saja susah yah? Kapan nih tim Indonesia bisa bangkit lagi?
|
|
#25
|
||||
|
||||
|
Daftar Juara di All England
Reuters Jakarta - Lin Dan akhirnya memastikan diri menjadi juara tunggal putra All England. Ini adalah gelar keempat yang diraih oleh Lin Dan di turnamen tersebut. Berikut ini daftar para juara di All England di setiap nomor sejak 2001: Juara Tunggal Putra : 2009 Lin Dan (China) 2008 Chen Jin (China) 2007 Lin Dan (China) 2006 Lin Dan (China) 2005 Chen Hong (China) 2004 Lin Dan (China) 2003 Muhammad Hafiz Hashim (Malaysia) 2002 Chen Hong (China) 2001 Pullela Gopichand (India) Juara Tunggal Putri : 2009 Wang Yihan (China) 2008 Tine Rasmussen (Denmark) 2007 Xie Xingfang (China) 2006 Xie Xingfang (China) 2005 Xie Xingfang (China) 2004 Gong Ruina (China) 2003 Zhou Mi (China) 2002 Camilla Martin (Denmark) 2001 Gong Zhichao (China) Juara Ganda Putra: 2009 Cai Yun/Fu Haifeng (China) 2008 Jung Jae-sung/ Lee Yong-dae (Korea Selatan) 2007 Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong (Malaysia) 2006 Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen ( Denmark) 2005 Cai Yun/ Fu Haifeng (China) 2004 Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen (Denmark) 2003 Sigit Budiarto/Candra Wijaya (Indonesia) 2002 Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon (Korea Selatan) 2001 Tony Gunawan/ Halim Heryanto (Indonesia) Juara Ganda Putri: 2009 Zhang Yawen/Zhao Tingting (China) 2008 Lee Hyo-jung/Lee Kyung-won (Korea Selatan) 2007 Wei Yili/Zhang Yawen (China) 2006 Gao Ling/Huang Sui (China) 2005 Gao Ling/Huang Sui (China) 2004 Gao Ling/Huang Sui (China) 2003 Gao Ling/Huang Sui (China) 2002 Gao Ling/Huang Sui (China) 2001 Gao Ling/ Huang Sui (China) Juara Ganda Campuran: 2009 He Hanbin/Yu Yang (China) 2008 Zheng Bo/Gao Ling (China) 2007 Zheng Bo/ Gao Ling (China) 2006 Zhang Jun/ Gao Ling (China) 2005 Nathan Robertson/ Gail Emms (Inggris) 2004 Kim Dong-moon/Ra Kyung-min (Korea Selatan) 2003 Zhang Jun/Gao Ling (China) 2002 Kim Dong-moon/Ra Kyung-min (Korea Selatan) 2001 Zhang Jun/Gao Ling (China) ( key / key ) |
|
#26
|
||||
|
||||
|
indo mo jadi apa neh
__________________
"It's true that we don't know what we have until we've lost it, but its also true that we don't know what we're missing until we FIND it"
|
|
#27
|
||||
|
||||
|
Bulutangkis Indonesia Gagal di Swiss
Senin, 17 Maret 2008 - 01:39 wib BASEL - Kegagalan demi kegagalan dialami tim bulutangkis Indonesia. Setelah tanpa gelar di All England, Merah Putih kembali mengulanginya hasil memalukan itu pada Swiss Super Series 2008 di St. Jacob Shalle, Basel. Satu-satunya harapan Indonesia meraih gelar melalu pasangan ganda putra, Markis Kido/Hendra Setiawan, punah sudah. Markis/Hendra harus mengakui ketangguhan ganda Korea Selatan Jung Jae-sung/Lee Yong-dae (Korsel) 21-17, 16-21, 13-21, Senin (17/3/2008). Sebenarnya, pasangan muda Indonesia itu sempat membuka peluang menjadi juara setelah merebut set pertama 21-17. Rupanya, keunggulan itu seperti menjadi antiklimaks. Kedua tidak mampu memperagakan penampilan memukau di dua set berikutnya. Sebaliknya, Jae-sung/Yong-dae mencoba memperbaiki kelemahan di set pertama. Permainan menekan ganda Korsel itu akhirnya membuahkan hasil. Keduanya mampu merebut set kedua dan ketiga 16-21, 13-21. Sebelumnya, tunggal putra Taufik Hidayat tidak mampu meredam Bao Chunlai. Taufik dihentikan pada babak perempat final dengan 22-20, 16-21, 12-21. Ganda campuran terbaik Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir juga harus mengakui keunggulan Anthony Clark/Donna Kellogg (Inggris) 25-23, 14-21, 14-21 di babak semifinal. Sementara, Indonesia tidak mampu berbuat banyak di nomor tunggal dan ganda putri. Pebulutangkisi di dua nomor tersebut terhempas di babak awal. Hasil Swiss Super Series: Tunggal putra: Lin Dan (China) vs Lee Chong Wei (Malaysia) 21-13, 21-18 Ganda putra: Jung Jae-sung/Lee Yong-dae (Korsel) vs Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia) 17-21, 21-16, 21-13 Tunggal putri: Xie Xingfang (China) vs Zhang Ning (China) 21-18, 21-17 Ganda putri: Yang Wei/Zhang Jiewen (China) vs Wei Yili/Zhang Yawen (China) 21-18, 22-24, 21-8 Ganda campuran: He Hanbin/Yu Yang (China) vs Anthony Clark/Donna Kellogg (Inggris) 21-15, 21-9 (fmh) |
|
#28
|
||||
|
||||
|
Sori berita sebelumnya berita lama, salah harusnya yg ini
Dua Tunggal Putri Indonesia Tumbang Kamis, 12 Maret 2009 - 00:54 wib BASEL - Dua Tunggal putri Indonesia Adrianti Firdasari dan Pia Zebaedah gagal menunjukkan tajinya pada ajang Swiss Super Series 2009 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu (11/3/2009). Perjuangan dua srikandi Merah Putih tersebut harus terhenti setelah ditaklukkan lawan-lawannya. Adrianti yang turun menghadapi pebulutangkis unggulan empat dari Prancis Hongyan Pi memang sempat membuka harapan Indonesia saat memenangi set pertama dengan skor 17-21. Sayang, Adrianti gagal mempertahankan dominasinya pada set kedua. Lewat permainan ketat, Hongyan Pi sukses memaksakan pertandingan diakhiri rubber set, setelah menang di set kedua 21-19. Pada set ketiga, Adrianti yang terlihat mulai kehabisan tenaga hanya mampu memberikan perlawanan ketat hingga poin 12. Alhasil, Hongyang sukses mengambil alih kendali di sisa set ketiga dan menang dengan skor 21-12. Sementara tunggal putri lainnya, Pia Zebaedah juga gagal melaju ke babak selanjutnya setelah ditundukkan pebulutangkis Jepang Megumi Taruno lewat pertandingan dua set langsung 21-15 dan 21-15. |
|
#29
|
||||
|
||||
|
Jumat, 13/03/2009 02:46 WIB
Swiss Terbuka Peluang Revans Taufik Atas Chong Wei Basel - Sekitar sepekan lalu, Taufik Hidayat ditekuk Lee Chong Wei di semifinal All England. Peluang balas dendam tersaji karena keduanya akan berhadapan di perempatfinal Swiss Terbuka. Taufik yang unggulan tujuh maju ke babak delapan besar untuk menghadapi Chong Wei dengan berbekal kemenangan atas Gong Weijie yang merupakan pemain non-unggulan atas China. Pebulutangkis Indonesia yang sudah tak berstatus sebagai pemain pelatnas tersebut butuh waktu satu jam dan sepuluh menit untuk menundukkan Gong, 21-19 18-21 21-14. Chong Wei yang kini akan dihadapi Taufik sendiri maju usai mengalahkan wakil Thailand Boonsak Ponsana dengan 21-8 21-15, dalam pertandingan yang memakan waktu 28 menit. Sementara itu, pasangan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir juga berhasil menjejak perempatfinal setelah melewati hadangan Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun. Nova/Lili yang unggulan pertama butuh waktu 40 menit untuk memastikan tiket. Di perempatfinal, Nova/Lili akan menghadapi pasangan non-unggulan lain, Zheng Bo/ Ma Jin, yang sebelumnya memberi kejutan dengan menyungkurkan unggulan lima Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. |
|
#30
|
||||
|
||||
|
Gagal Lewati Pasangan China, Devin/Lita Tersingkir
Kamis, 12 Maret 2009 | 21:18 WIB BASEL, KOMPAS.com — Indonesia harus kehilangan lagi pemainnya di babak kedua Super Series Swiss Terbuka. Kali ini ganda campuran Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita kandas karena gagal melewati pasangan China yang merupakan unggulan ketiga, He Hanbin/Yu Yang. Dalam laga di St Jakobshalle, Basel, Kamis (12/3), pasangan dari Tanah Air yang tidak diunggulkan tersebut menyerah dua set langsung, 15-21 20-22, hanya dalam waktu 34 menit. Dengan demikian, untuk sektor ganda campuran, Indonesia tinggal menaruh harapan kepada pasangan nomor satu dunia, Nova Widianto/Liliyana Natsir, yang akan bertemu pemain Korsel Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun. Di awal pertandingan, Devin/Lita sempat memimpin 2-0. Namun, setelah itu ganda campuran China tersebut bisa mengejar, bahkan mengunci lawannya sampai kedudukan 6-2. Meskipun Devin/Lita berusaha menyusul, perjuangan mereka tak mampu menghentikan laju He/Yu menang 21-15. Pada game kedua, He/Yu langsung melejit dan tampaknya akan menang mudah karena sudah unggul jauh, 18-8. Namun di luar dugaan, Devin/Lita mampu bangkit dari keterpurukan dan memberikan perlawanan sengit sehingga saat skor 20-17 mereka bisa menyusul dan memaksa deuce. Sayang, tenaga Devin/Lita tampaknya sudah habis untuk mengejar ketinggalannya sehingga saat deuce mereka tak mampu memberikan perlawanan maksimal yang membuat He/Yu langsung memperoleh dua poin. Alhasil, ganda campuran China itu menang 22-20 dan berhak meraih tiket ke perempat final. |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|