|
#1
|
||||
|
||||
|
100% saya setuju apa yang disampaikan pak SBY. Seharusnya para elit parpol (yang kalah dan belum legowo) berkaca pada rakyat yang lebih siap kalah dibanding petinggi-petinggi parpol yang "nafsu" kekuasaannya sangat terlihat. Permasalahan DPT dan lain-lain memang benar namun sikapilah secara proporsional, konstitusional, dan beretika. Khusus mengenai Gerindra (baca headline detiknews.com hari ini) yang justru menuntut SBY meminta maaf, seharusnya justru berkaca pada pak SBY. Awalnya saya agak bersimpati dengan Prabowo karena berharap 2014 bisa menjadi salah satu alternative calon presiden jika pak SBY sudah tidak bisa maju lagi dan jika tidak ada calon lain yang lebih segar dan menjanjikan. Namun beberapa waktu lalu komentarnya di televisi sangat tendensius, emosional, bernafsu dan sepertinya menunjukkan karakter aslinya, kurang lebih katanya," kita tidak mau bangsa ini menjadi bangsa yang akal-akalan ...... kok bisa Demokrat suaranya naik sampai 300-an % .... dan seterusnya". Mengaitkan dengan rumor peristiwa kudeta 1998 tadinya saya kurang percaya seorang Prabowo akan melakukan hal itu (termasuk 'kabarnya' memaki-maki presiden Habibie). Kini saya menjadi agak percaya barangkali hal itu memang terjadi dan saya menjadi tidak bersimpati atas pencalonannya sebagai calon pemimpian bangsa. Pemimpin bangsa harus seorang negarawan. Seharusnya berkaca pada pak SBY, salah satu kunci ketokohan dan kepopulerannya adalah karakter kenegarawanannya nya yang terasa pas di hati rakyat (sesuai adat ketimuran) yaitu santun, toleran dan berhati-hati, tidak asal bicara (statement-nya proporsional, terukur dan tidak provokatif meskipun sedang menanggapi serangan lawan2 politiknya), terlihat serius dan nampaknya ikhlas kepada rakyat, terlepas dari kompeten/tidak dalam membawa bangsa ini menuju kemakmuran memang harus ditunggu dan dibuktikan sampai selesai tugasnya 2014, sebagai rakyat kita doakan saja pemimpin kita. Berusaha untuk "menyerang" SBY dalam situasi seperti sekarang merupakan blunder buat para kandidat pemimpin, contohlah Megawati yang mengecam habis BLT kataya membuat rakyat menjadi bangsa yang tidak ber-harga diri... lalu tahu-tahu iklannya mencoba mencuri manfaat politis dari BLT sembari berharap rakyat tidak mengerti (bodoh)..... hhhh siapa yang bodoh?.... Jadi para calon yang mencalonkan diri menjadi pemimpin sekali lagi perlu modal dasar menjadi pemimpin yaitu "negarawan", cobalah berkontemplasi dan refleksikan diri anda dengan mengasah hati, pikiran, dan nurani anda agar benar2 ikhlas dalam membantu rakyat, kalau sudah benar2 ikhlas maka karakter kenegarawanan anda akan muncul.... naluri rakyat tidak akan bisa dibohongi apakah anda ikhlas atau sedang menjadi aktor yang sedang bermain karakter. . Dan selebihnya tentu saja harus cerdas, visioner dan kompeten..... Selamat berjuang.
|
|
#2
|
||||
|
||||
well said
|
|
#3
|
||||
|
||||
|
Quote:
Jadi kalo Pemilu kajak gitu yg menurut anda lebih bagus dp Pemilu skrg ini ? Jelas bagi rakyat bagaimana pola pikir anda, dan biarlah rakyat menilai anda ... ikutlah capres 2009, 2014 dst. dan lihat hasil nya. |
|
#4
|
||||
|
||||
|
Moga-moga aja pemimpin yang akan datang adalah org2 yang yang ihklas..... amin.......
|
|
#5
|
||||
|
||||
|
Sebenarnya mereka niatnya ikhas demi nusa dan bangsa (moga bangsa ind), tapi karena sudah keluar duit banyak jadi paniik kalo enggak bisa mengembalikannya ......
Maju tak gentar ..... mengembalikan uang yang keluar ........ itulah wajah salah satu sudut politik indonesiaku tercinta :-) Pemilu akan damai & menerima dengan legowo kalau mereka tidak mengeluarkan uang sepeserpun ... Bagaikan main judi, biasanya yang kalah akan marah-marah dan cari segudang alasan ...... way not Last edited by mbah_bajul; 4 May 2009 at 16:54. |
|
#6
|
||||
|
||||
|
awas nti ada nyantronin istana bawa panser n senjata
|
|
#7
|
||||
|
||||
|
Wah.... kalau ini mah ketakutan SBY yang keder menghadapi Prabowo dalam Pilpres nanti. Udahlah gak usah bilang, awalnya mengagumi Prabowo, yang pasti Anda adalah pengagum SBY. Jadi wajar kalau Anda tdak respek pada Prabowo. Gak usah banyak alasan. Kalau saya sebaliknya, saya respek dengan Prabowo. Dia satu-satunya tokoh yang memiliki visi perubahan yang jelas, yakni ekonomi kerakyatan, yang merupakan revisi dari mazhab neo-liberal yang menghamba pada mekanisme pasar bebas dan IMF. Di bawah SBY, Indonesia justru semakin terpuruk. Indikasinya utang luar negeri kita bertambah banyak, hidup rakyat semakin berat. Jadi kalau SBY melanjutkan kekuasaan, kondisi kita akan stagnan. Kalau Prabowo, dengan visi perubahannya, sangat mungkin bisa MEMPERBAIKI KEADAAN INI.
HALUAN BARU, PEMIMPIN BARU, DUKUNG PRABOWO
|
|
#8
|
||||
|
||||
|
Quote:
|
|
#9
|
||||
|
||||
|
Prabowo bisa kalahkan SBY, rejim yang bergantung pada utang luar negeri & IMF
|
|
#10
|
||||
|
||||
![]() nga ada salahnya kita buktiin dengan haluan baru...pemimpin baru...plus berjuang untuk keutuhan NKRI...
|
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|