VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 27 June 2010, 13:34
meeracle's Avatar
New Member
 
Join Date: Jun 2010
Posts: 3
Thanks: 0
Thanked 7 Times in 1 Post
meeracle is an unknown quantity at this point
Default Standard Chartered Bank Penipu

Karuan aja Standard Chartered Bank (SCB). Demi menarik masyarakat untuk menjadi nasabah kartu kredit, bank sekelas SCB harus melakukan kebohongan publik yang dapat diasumsikan sebagai tindakan penipuan disertai dengan melegalisasi tindakan pembajakan hak cipta terhadap merek jam tangan Swiss Army.

Ini terjadi setelah sebelumnya saya ditawarkan aplikasi kartu kredit SCB oleh telemarketing dibawah pimpinan Vicky Gunadi yang mengatasnamakan SCB melalui telepon seluler saya dengan mengimingi saya sebuah hadiah berupa jam tangan bermerek Swiss Army apabila aplikasi saya telah disetujui oleh SCB. Hal ini ditindaklanjuti pada tanggal 18 Mei 2010 dengan pengisian aplikasi dan pemenuhan kelengkapan dokumen yang diarahkan oleh saudara Azis.

Pada tanggal 29 Mei 2010, saya diberitahukan oleh pihak SCB melalui pesan singkat bahwa aplikasi saya telah disetujui. Dengan dasar tersebut, saya langsung menghubungi saudara Vicky untuk menagih hadiah yang telah dijanjikan. Pada tanggal 4 Juni 2010, hadiah tersebut telah dikirimkan ke alamat rumah saya selagi saya masih melakukan aktifitas kerja saya. Sepulang saya bekerja saya terkejut ternyata hadiah jam tangan Swiss Army yang dijanjikan SCB tersebut ternyata merupakan barang palsu. Spontan saya segera menghubungi saudara Vicky untuk mempertanyakan kekecewaan saya terkait dengan jam tangan palsu yang dikirimkan oleh pihaknya. Namun saya tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari saudara Vicky. Saudara Vicky berkelit kalau pihaknya memang tidak pernah menjanjikan jam tangan Swiss Army tersebut adalah merek asli, sehingga dapat diasumsikan bahwa saudara Vicky mengetahui dan sadar kalau barang yang dikirimkan kepada saya adalah jam tangan Swiss Army palsu. Bahkan saya terkesan digurui dengan pertanyaan yang saya anggap konyol, “Di jam tangan itu ada tulisannya pak, dan tulisannya apa?” Tanya saudara Vicky. Saya katakan memang tulisan di jam tangan tersebut memang Swiss Army, namun bisa saya pastikan bahwa jam tangan itu palsu. Dia justru menjawab dengan nada menggurui, “berarti kami benar pak telah memberikan bapak jam tangan Swiss Army.” Jujur saya merasa dipermainkan dengan jawaban tersebut, sehingga saya harus mengatakan kepadanya kalau saya akan melanjutkan hal ini kepada pihak Customer Contact Center (CCC) SCB yang dengan kelugasan saudara Vicky dijawab dengan kalimat, “terserah bapak.”

Karena saya menganggap bahwa saudara Vicky tidak dapat menjawab pertanyaan saya, maka saya berinisiatif untuk melanjutkan pengaduan saya kepada CCC SCB. Pengaduan saya diterima oleh saudari Lydia. Saudari Lydia menanggapi pengaduan saya yang selanjutnya dijanjikan untuk ditindak lanjuti oleh pihak SCB. Pengaduan saya mendapat respon berupa pesan singkat pada tanggal 7 Juni 2010 dengan nomor pengaduan 10224851 yang pengaduannya telah diterima sejak tanggal 4 Juni 2010.
Tanggal 10 Juni 2010, saya kembali menghubungi pihak CCC SCB untuk menanyakan status pengaduan saya. Pada saat itu dijelaskan bahwa status pengaduan belum dapat diketahui dan baru akan diketahui setelah 14 hari kerja terhitung setelah pengaduan saya masuk (4 Juni 2010) yang berarti pihak SCB akan menghubungi saya pada tanggal 24 Juni 2010. Namun sampai tanggal 25 Juni 2010, pihak SCB belum juga menghubungi saya untuk mengkonfirmasi status pengaduan saya. Karenanya, saya berinisiatif untuk mempertanyakan kembali status pengaduan saya di tanggal 25 Juni 2010. Saya kembali menghubungi pihak CCC SCB yang direspon oleh saudari Lala. Setelah saya diminta menahan telepon selama lebih dari 7 menit, akhirnya saudari Lala menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan, pengaduan saya telah dianggap selesai secara sepihak oleh SCB tanpa ada konfirmasi dan permintaan keterangaan dari versi saya sebagai pihak pengadu. Sauadari Lala menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan tersebut didapatkan bahwa tim marketing pimpinan saudara Vicky Gunadi sebagai pihak marketing yang melayani saya beralasan bahwa timnya memang secara sengaja membuat program hadiah tersebut untuk menarik calon nasabah agar mau menjadi nasabah kartu kredit SCB. Program tersebut dilakukan secara mandiri yang disisihkan dari pendapatan mereka sendiri. Anehnya program tersebut dilakukan oleh tim marketing saudara Vicky tanpa adanya kordinasi dari SCB. Saudari Lala hanya bisa menjelaskan hal tersebut dan secara impilisit memaksa saya untuk menerima keputusan tersebut. Karena dasar tersebut saya meminta untuk disambungkan kepada atasan dari saudari Lala, namun saudari Lala bersikukuh dan bernada otoriter bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan olehnya.

Dari hal ini saya akhirnya bertanya-tanya tentang profesionalitas SCB sebagai bank yang cukup terkemuka di dunia terhadap nasabahnya. Pertama, apakah standar operasi SCB tidak memiliki koordinasi terhadap program yang dilakukan oleh bagian marketingnya sehingga bagian marketing SCB dapat melakukan program secara liar yang berpotensi dapat merusak reputasi SCB? Kalalu tidak ada, ini menjadi fenomena yang sangat aneh mengingat SCB merupakan bank yang cukup terkemuka di dunia. Kedua, dengan tidak adanya tindak lanjut dan penyelesiaan yang melibatkan semua pihak termasuk saya sebagai pengadu terkait masalah ini, apakah ini berarti SCB telah mengafirmasi program yang dirilis oleh tim marketing SCB tersebut? Apabila iya, tentunya ini dapat diasumsikan bahwa bahwa SCB telah secara sadar telah melakukan kebohongan publik, penipuan dan juga melegalisasi praktik pembajakan hak cipta terhadap suatu merek jam tangan Swiss Army, Guess, dan lain sebagainya (pihak telemarketing juga menawarkan merek lain apabila saya tidak tertarik dengan merek Swiss Army). Kemudian, dengan menganggap selesai secara sepihak permasalahan ini, tentunya bisa berarti bahwa SCB telah melepaskan serta mengabaikan tanggung jawabnya untuk menghormati hak-hak dari nasabahnya.

Ketiga, terkait dengan sopan santun dalam berinteraksi dengan nasabah atau konsumen. Apakah SCB memang membiarkan perlakukan beberapa staff terkait yang telah merugikan nasabah atau konsumen seperti berkata dan berinteraksi secara kasar serta terkesan menggurui seperti berkata “terserah bapak”, menahan telepon pengaduan dengan cukup lama, tidak memenuhi permintaan untuk berbicara dengan atasan ketika musyawarah yang dilakukan oleh di level CCC telah menemui jalan buntu?

Setidaknya pengalaman ini dapat menjadi suatu yang berharga bagi rekan-rekan apabila ditawarkan produk oleh Standard Chartered Bank
Reply With Quote
The Following 7 Users Say Thank You to meeracle For This Useful Post:
anakmoeda (1 July 2010), dest (29 June 2010), de_martinz (29 June 2010), finzblackheart (27 June 2010), lowongan-kerja.us (26 July 2010), moon_electra (24 August 2010), yankiijo (6 August 2010)
  #2  
Old 28 June 2010, 10:23
wallpaper000's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Nov 2009
Posts: 273
Thanks: 1
Thanked 0 Times in 0 Posts
wallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top member
Default

Yah gan, namanya aja bank STANDARD.......Makanya lain kali pilih bank yang di atas STANDARD....., ini bank memang no.1 klo soal nawarin orang buat ngutang, kadang kirim SMS tengah malem juga gan, kalo bukan nawarin KTA ya KK, sehari pernah ada tuh 10x an sms/telp.......Dan hati hati juga dengan tawaran - tawaran via telp, banyak modus penipuannya, terutama yg minta detail informasi pribadi
Reply With Quote
  #3  
Old 29 June 2010, 09:03
meeracle's Avatar
New Member
 
Join Date: Jun 2010
Posts: 3
Thanks: 0
Thanked 7 Times in 1 Post
meeracle is an unknown quantity at this point
Default

BT seh emang Gan ama Standard... tapi gimana caranya ya buat kasih efek jera ke mereka.. Kabarnya, mereka sereing dapet keluhan dan surat pembaca.. tapi tetep aja mereka cuek... hebat mereka...
Apa kirimin ke pimpinan2 bulenya kayak di london & hongkong aje ye???
Reply With Quote
  #4  
Old 29 June 2010, 13:03
wallpaper000's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Nov 2009
Posts: 273
Thanks: 1
Thanked 0 Times in 0 Posts
wallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top member
Default

Quote:
Originally Posted by meeracle View Post
BT seh emang Gan ama Standard... tapi gimana caranya ya buat kasih efek jera ke mereka.. Kabarnya, mereka sereing dapet keluhan dan surat pembaca.. tapi tetep aja mereka cuek... hebat mereka...
Apa kirimin ke pimpinan2 bulenya kayak di london & hongkong aje ye???
Perlu itu gan.....PM plz kl ada no yg bisa dihub utk customer complaints, terutama kl ada yg direct number ke manajernya kek ato sapa lah gt yg berwenang, karena apa yg mereka lakukan ke anda jelas menyalahi hak cipta, dan kl yg sy alami sendiri, ya jelas menyalahi privasi orang itu namanya kl telp/sms jam 11 malem segala.......
Reply With Quote
  #5  
Old 29 June 2010, 13:24
paijo painul's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Jan 2010
Posts: 141
Thanks: 0
Thanked 12 Times in 5 Posts
paijo painul is an unknown quantity at this point
Default Segera tutup !!!!

Saran saya, segera tutup kartu kredit Anda, sebelum alami kejadian2 yang lebih memilukan dan menyeramkan. Saya sudah alami banyak kejadian tidak uenak, PERCAYALAH...
Reply With Quote
  #6  
Old 29 June 2010, 13:52
andricraft's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Jun 2010
Posts: 76
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
andricraft is an unknown quantity at this point
Default

Harus jadi masukan buat lembaga perlindungan konsumen nie... biar bisa di minimalisir
__________________
Andik Vermansyah
Reply With Quote
  #7  
Old 3 July 2010, 22:04
meeracle's Avatar
New Member
 
Join Date: Jun 2010
Posts: 3
Thanks: 0
Thanked 7 Times in 1 Post
meeracle is an unknown quantity at this point
Default

Okey.. thanks buat advisenya gan...

Surat ane seh dah sampe surat pembaca, dan dah ada tanggapan dari customer complain.. ini aja baru dapat sms lagi, kalo katanya pengaduan ane lagi diselidiki... dah dua kali jadinya ama ini..
tinggal hasil penyelidikannya aja neh gimana.. kalo masih berbelit2 juga enaknya mah di PM aja ke pusatnya dia.. atau ke YLKI kali ya.. atau ke lembaga yang urus hak cipta merek aja apa... kira2 di Indonesia lembaga macam itu ada gak ya?
Reply With Quote
  #8  
Old 26 July 2010, 16:21
Banned
 
Join Date: Jun 2010
Location: keliling indonesia yg tercinta
Posts: 766
Thanks: 438
Thanked 29 Times in 19 Posts
lowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top memberlowongan-kerja.us super top member
Default

nais inpoh brader, sangat berguna bagi kita semua
Reply With Quote
  #9  
Old 27 July 2010, 15:37
wallpaper000's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Nov 2009
Posts: 273
Thanks: 1
Thanked 0 Times in 0 Posts
wallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top memberwallpaper000 super top member
Default

Quote:
Originally Posted by meeracle View Post
Okey.. thanks buat advisenya gan...

Surat ane seh dah sampe surat pembaca, dan dah ada tanggapan dari customer complain.. ini aja baru dapat sms lagi, kalo katanya pengaduan ane lagi diselidiki... dah dua kali jadinya ama ini..
tinggal hasil penyelidikannya aja neh gimana.. kalo masih berbelit2 juga enaknya mah di PM aja ke pusatnya dia.. atau ke YLKI kali ya.. atau ke lembaga yang urus hak cipta merek aja apa... kira2 di Indonesia lembaga macam itu ada gak ya?
Lembaga semacam itu saya rasa ada, tapi kembali lagi kepada perusahaan yang bersangkutan, apakah mereka mau menerima komplain tersebut, atau malah bersikap defensif terhadap kesalahan mereka, dan lebih parah lagi, bisa - bisa mereka menuntut yang komplain untuk pencemaran nama baik lah ini lah itu lah....
Reply With Quote
  #10  
Old 28 July 2010, 17:03
mjenisayarizona's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Jan 2010
Posts: 147
Thanks: 0
Thanked 11 Times in 6 Posts
mjenisayarizona is an unknown quantity at this point
:pengumuman:

info penting banget nih gan........
makasih udah dishare


Lowongan Kerja Accounting -- Lowongan kerja Telecommunication -- Lowongan kerja Mining/ Pertambangan -- Lowongan Kerja Oil and Gas -- Lowongan Kerja Marketing -- Lowongan Kerja Laboratory -- Lowongan Kerja Hospitality & Food and Beverage -- Lowongan Kerja IT -- Lowongan Kerja Banking
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 00:59.