|
#1
|
||||
|
||||
|
Kepolisian Resor Jakarta Selatan mengatakan pembunuhan terhadap Sekretaris Jenderal Partai Pemersatu Bangsa (PPB), Irzen Octa, 50 tahun, dipicu masalah tagihan kartu kredit yang tidak sesuai. Hal itu dikatakan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Budi Irawan, Kamis 31 Maret 2011.
"Motif pembunuhan karena utang. Tagihan kartu kredit yang tidak sesuai," kata Budi saat dihubungi. Menurut polisi, korban tidak terima karena tagihan kartu kreditnya membengkak dari Rp 48 juta menjadi Rp 100 juta. Hal itu terjadi saat ia akan membayar tagihan kartu kredit di kantor Citibank Cabang Menara Jamsostek, Jakarta Selatan pada Selasa (29/3) lalu. Akibat kesal, pegawai Citibank berinisial A beserta dua rekannya H dan D menghabisi nyawa Irzen di salah satu ruang di lantai 5 gedung itu. Kami temukan barang bukti di TKP, berupa bercak darah yang menempel di gorden dan dinding ruangan di lantai lima," kata Budi lagi. Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam peristiwa itu. Sejauh ini petugas juga sudah memeriksa lima orang, yaitu A yang merupakan pegawai Citibank, H dan D yang bertugas sebagai debt collector. Dari hasil visum terhadap korban, diketahui pembuluh darah pada otak korban pecah. Ketiga tersangka, kata Budi, dijerat pasal berlapis yaitu pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 2,8 tahun, pasal 170 tentang pengeroyokan dengan ancaman 5,5 tahun dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman 1 tahun penjara. Irzen sendiri ditemukan meninggal Selasa 29 Maret 2011 pagi di gedung Menara Jamsostek, Jakarta Selatan. Belum ada penjelasan resmi mengenai kasus ini dari pihak Citibank. |
|
#2
|
||||
|
||||
|
|
|
#3
|
||||
|
||||
|
ko saling bunuh gitu yaw
![]() ![]()
__________________
|
|
#4
|
||||
|
||||
|
nice info kang
__________________
|
|
#5
|
||||
|
||||
|
Kasus meninggalnya H. Irzan, Sekjen Partai Pemersatu Bangsa (PB) di Citibank, Menara Jamsostek, Jaksel, diduga akibat dianiaya oleh debt collector. Dari hasil penyelidikan petugas, korban ‘dieksekusi’ di ruang khusus saat ia tengah negosiasi utangnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman menegaskan polisi sudah menahan tiga orang yang diduga sebagai pelakunya. “Saat ini sudah tiga orang ditahan. Nanti pemeriksaan akan terus berkembang dan diusut sampai tuntas,” kata Sutarman usai meninjau persidangan Ustad Abu Bakar Ba’asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 31 Maret 2011. Mantan Kapolda Jawa Barat ini menjelaskan, korban H.Irzan tewas saat mengurus utangnya sebesar Rp48 juta di bank asing tersebut. Ternyata, utang tersebut membengkak menjadi Rp100 juta setelah ditambah bunga. Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Eddy Pramono didampingi Kasat Reskrim AKBP Budi Irawan Msi mengungkapkan, tersangka yang ditahan berinisial A, D dan H. “Satu merupakan pegawai Citibank dan dua lainnya penagih utang,” ungkap kapolres. Sekjen Partai Pemersatu Bangsa itu sempat diinterogasi di ruang ‘eksekusi’ di lantai lima Citibank. Menurut Gatot, para tersangka dikenakan pasal 351 (3) KUHP jo. pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Warga Perumahan Budi Indah, Batu Ceper, Kota Tangerang selain mengalami kekerasan fisik, juga mengalami kekerasan psikis, seperti dibentak-bentak. “Akibatnya, ia terkena serangan jantung dan membuat pembuluh darahnya pecah hingga mengeluarkan darah dari hidung,” kata Kombes Gatot. Sedangkan bercak darah yang ditemukan di lantai dan kain gorden diduga akibat penganiayaan. Diberitakan sebelumnya, H.Irzan alias H.Okta tewas saat mengurus utangnya di Citibank, Selasa siang 29 Maret 2011 . Saat korban dalam keadaan sekarat, pihak Citibank menghubungi keluarganya. Keluarga curiga korban dianiaya hingga membuatnya sekarat, namun hal itu dibantah Citibank. http://www.berita2.com/metropolitan/...gak-utang.html |
|
#6
|
||||
|
||||
|
ow baca dulu ah hehehee seru kayaknya
__________________
|
|
#7
|
||||
|
||||
|
ijin nyimak gan
|
|
#8
|
||||
|
||||
|
bermasalah banget bank asing yg satu ini, kemarin karyawannya nilep uang nasabah 17 miliar, sekarang membunuh nasabah
|
|
#9
|
||||
|
||||
|
waktu nawarin kartu kredit di pasang cewek-cewek manis dan seksi, ga punya dan ga mau punya, dipaksa punya
HP di SMS tiap hari ditawarin kredit tanpa agunan...tapi.... waktu kartu kredit nunggak tiba2 cewek2 cantik itu berubah wujud menjadi preman-preman bringas haus darah kredit nunggak ternyata yg harus diagunkan adalah NYAWA...... |
|
#10
|
||||
|
||||
|
LINTAH DARAT... TIAP HARI PASANG JERAT.. PINJAM DI CITYBANK ... HARAM.. HARAM.. HARAM...
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() :b om:![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() :b om:
|
![]() |
| Bookmarks |
| Tags |
| city bank |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|