|
#1
|
||||
|
||||
![]() Ternyata Saudi Mengemban Kepentingan AS di Timur Tengah IslamTimes – Keberadaan Saudi di Bahrain untuk membantu mendorong supremasi AS di Timur Tengah dan untuk melindungi kepentingannya, kata seorang komentator politik dengan Cross Solidarity Movement. __________________________________________________ "Ini (Bahrain) adalah rumah bagi Armada Kelima AS dimana proyek kekuasaan AS di bagian dunia, terutama terhadap Iran, dan kontrol di pulau yang sangat penting," kata Mark Glenn dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Kamis. "Bahrain merupakan pusat ekonomi yang besar bagi perbankan internasional jadi ... pemerintah AS dan negara-negara Barat lainnya, benar-benar khawatir tentang revolusi ini akan jatuh di tangan ... rakyat yang akan membentuk sebuah rezim yang tidak akan bersikap kooperatif dengan kepentingan Amerika dan kepentingan perbankan di sana," tambah Glenn. Glenn juga mengatakan bahwa kehadiran tentara Saudi di tanah Bahrain akan memastikan bahwa kemenangan gerakan pro-demokrasi tampaknya tidak terjadi dengan persetujuan dan arahan dari Amerika Serikat. "Alasan tunggal untuk pasukan Saudi berada di sana (Bahrain) adalah karena AS menyadari bahwa dia tidak dapat mempertahankan ... ilusi tidak memihak, bahwa dia tidak punya kemampuan [dalam tindakan terakhir] dengan menempatkan pasukan Amerika disana," kata Glenn. "Pasukan Saudi di Bahrain untuk memastikan bahwa protes tidak berubah menjadi sebuah revolusi popular/rakyat," kata komentator politik. Glenn kemudian mengatakan bahwa "... ada semacam kegelisahan di pihak Amerika dan lain-lainnya dimana mungkin Bahrain, dengan populasi yang mayoritasnya Syiah, bisa jatuh dalam pengaruh Iran." Setidaknya enam orang tewas di Bahrain ketika pasukan Saudi dan Bahrain melancarkan serangan brutal terhadap demonstran anti-pemerintah di ibukota Manama Bahrain pada Rabu. Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain (BCHR) mengatakan pembunuhan terorganisir negara mengambil tempat di jalanan negara. BCHR juga mengatakan bahwa dokter di rumah sakit Ibnu al-Nafees mengeluh karena tentara telah menyerbu gedung dan mengambil tubuh seorang pengunjuk rasa yang meninggal serta beberapa yang terluka. Dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Kamis, Amnesty International juga menyerukan pemerintah Barat untuk menghentikan pengiriman senjata ke Bahrain, ketika rezim sedang melakukan langkah kekerasan "tidak beralasan" terhadap para demonstran, dengan menggunakan senjata yang disediakan oleh Barat. Lebih dari 1.000 tentara Arab Saudi dan 500 polisi dari Uni Emirat Arab, yang didukung oleh tank dan helikopter, di negara kaya minyak Bahrain untuk membantu menghancurkan sebulan protes anti-pemerintah. sumber: http://www.islamtimes.org/vsngzn19.kjoa74i1ra.html |
|
#2
|
||||
|
||||
|
entah mengapa AS selalu saja turut campur atau lebih tepatnya begitu dominan cawe2 di timur tengah.
|
|
#3
|
||||
|
||||
|
jahat sekali tuh saudi..
gak bisa mengemban amanah nabi muhammad sebagai pembenci AS.. ![]() ![]()
__________________
|
|
#4
|
||||
|
||||
|
Quote:
![]() ![]()
__________________
|
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|