Thread: Kultur Jaringan
View Single Post
  #1  
Old 10 December 2010, 08:18
giulie's Avatar
giulie Female giulie is offline
Moderator In Training
 
Join Date: Jul 2010
Location: Somewhere I belong
Posts: 34,387
Thanks: 140
Thanked 131 Times in 48 Posts
giulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top member
Default Kultur Jaringan

trit diatas isinya tentang kloning manusia, yang berhasil dan yang gagal. hasilnya ...well silahkan di klik aja..

kalo tumbuhan, di koning bisa g yah?
...


jawabnya bisa banget, dan tingkat kesuksesan tinggi sekali..
Kalo di dunia tumbuhan, lebih sering di sebut kultur jaringan.

Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.

nah, jaringan apa nih yang bisa di buat kultur?
cam macam lah..bisa dari daun, akar, tangkai, biji, dll. Asalkan jaringan yg bersifat meristematik, sel2 muda yg masih aktiv membelah. dengan ukuran 1cm daun, bisa dihasilkan berpuluh puluh hasil tanaman baru.

Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Contoh, Angrek bulan murni semakin sulit didapat di hutan karena pembalakan hutan, serangan hama, etc.

Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.

Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif. Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro (bahasa Latin), berarti "di dalam kaca" karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi. Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkebang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan-jaringan hidup. Oleh karena itu, semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.








Semoga bermanfaat
Reply With Quote
The Following 2 Users Say Thank You to giulie For This Useful Post:
POHON ASAM (19 December 2010), reza_21 (17 February 2011)