Quote:
Originally Posted by jay87th
Ma'af sebelumnya sekiranya ada yang tersinggung. Seandainya ada suatu kaum, menganggap sesorang tertuduh yang merugikan kaum itu, dan kaum itu telah berbagai cara untuk mengakiri perbauatan seseorang itu , tapi tak juga berhasil hingga kemarahan kaum itu tak tertahan. Suatu saat seorang tertuduh itu tertangkap dan dibunuh selanjutnya mayatnya dengan kondisi yang mengenasikan dipajang ditempat umum sambil mengatai dia harus menanggung dosa bahkan dosa kita semua. Secara logika orang tersebut termasuk orang yang puas mensyukuri kematian musuh besarnya, atau terhasut oleh orang yang merasa musuh besarnya telah tewas.
Singkat cerita jangan seperti jaka sembung memenggal kepala musuhnya, lantas kepala musuhnya ditancapkan di sebuah tonggak agar orang banyak bisa melihatnya, si joko sembung lantas mengucap dengan kata-kata agar musuhnya menanggung dosa seluruh pengikutnya karena kemarahan dan gembiranya atas kematian musuh besarnya.
|
yg ini agak simpang siur...bisa dijelasin gan?