VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 21 August 2011, 20:20
tagged's Avatar
tagged tagged is offline
Junior Member
 
Join Date: Jul 2011
Posts: 145
tagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top member
Thumbs up Sejarah Konflik Indonesia vs Malaysia

Kali-kali posting tentang sejarah yah om




Quote:
Quote:
Konflik Indonesia VS Malaysia atau yang lebih dikenal sebagai Konfrontasi Indonesia-Malaysia adalah sebuah perang mengenai masa depan Malaya, Brunei, Sabah dan Sarawak yang terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966.
Quote:
Perang ini berawal dari keinginan Federasi Malaya lebih dikenali sebagai Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961 untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak kedalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan perjanjian Manila Accord Wikisource-logo.svg oleh karena itu Keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap pembentukan Federasi Malaysia yang sekarang dikenal sebagai Malaysia sebagai “boneka Inggris” merupakan kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru serta dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia.
Quote:
Pelanggaran perjanjian internasional konsep THE MACAPAGAL PLAN antara lain melalui perjanjian Manila Accord Wikisource-logo.svg tanggal 31 Juli 1963, Manila Declaration Wikisource-logo.svg tanggal 3 Agustus 1963, Joint Statement Wikisource-logo.svg tanggal 5 Agustus 1963[4] mengenai dekolonialisasi Wikisource-logo.svg yang harus mengikut sertakan rakyat Sarawak dan Sabah yang status kedua wilayah tersebut sampai sekarang masih tercatat pada daftar Dewan Keamanan PBB sebagai wilayah Non-Self-Governing Territories
Latar belakang Konflik Indonesia dengan Malaysia

Quote:
Pada 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan. Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya, Federasi Malaya dengan membentuk Federasi Malaysia.
Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia; Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Filipina juga membuat klaim atas Sabah, dengan alasan daerah itu memiliki hubungan sejarah dengan Filipina melalui Kesultanan Sulu.
Quote:
Di Brunei, Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) memberontak pada 8 Desember 1962. Mereka mencoba menangkap Sultan Brunei, ladang minyak dan sandera orang Eropa. Sultan lolos dan meminta pertolongan Inggris. Dia menerima pasukan Inggris dan Gurkha dari Singapura. Pada 16 Desember, Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command) mengklaim bahwa seluruh pusat pemberontakan utama telah diatasi, dan pada 17 April 1963, pemimpin pemberontakan ditangkap dan pemberontakan berakhir.
Quote:
Filipina dan Indonesia resminya setuju untuk menerima pembentukan Federasi Malaysia apabila mayoritas di daerah yang hendak dilakukan dekolonial memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi oleh PBB. Tetapi, pada 16 September, sebelum hasil dari pemilihan dilaporkan. Malaysia melihat pembentukan federasi ini sebagai masalah dalam negeri, tanpa tempat untuk turut campur orang luar, tetapi pemimpin Indonesia melihat hal ini sebagai perjanjian Manila Accord Wikisource-logo.svg yang dilanggar dan sebagai bukti kolonialisme dan imperialisme Inggris.
Quote:
“ Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda[6], amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak”
Quote:
Demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur yang berlangsung tanggal 17 September 1963, berlaku ketika para demonstran yang sedang memuncak marah terhadap Presiden Sukarno yang melancarkan konfrontasi terhadap Malaysia[7]an juga kerana serangan pasukan militer tidak resmi Indonesia terhadap Malaysia. Ini berikutan pengumuman Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia pada 20 Januari 1963. Selain itu pencerobohan sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase pada 12 April berikutnya.
Quote:
Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan demonstrasi anti-Indonesian yang menginjak-injak lambang negara Indonesia[8] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia. Soekarno memproklamirkan gerakan Ganyang Malaysia melalui pidato beliau yang amat bersejarah, berikut ini:
Quote:
“ Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.
Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.
Yoo…ayoo… kita… Ganjang…
Ganjang… Malaysia
Ganjang… Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!”
Soekarno.
Quote:
Perang Indonesia VS Malaysia

Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya:
Quote:
* Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia

* Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia

Pada 27 Juli, Sukarno mengumumkan bahwa dia akan meng-”ganyang Malaysia”. Pada 16 Agustus, pasukan dari Rejimen Askar Melayu DiRaja berhadapan dengan lima puluh gerilyawan Indonesia.

Meskipun Filipina tidak turut serta dalam perang, mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.

Federasi Malaysia resmi dibentuk pada 16 September 1963. Brunei menolak bergabung dan Singapura keluar di kemudian hari.

Ketegangan berkembang di kedua belah pihak Selat Malaka. Dua hari kemudian para kerusuhan membakar kedutaan Britania di Jakarta. Beberapa ratus perusuh merebut kedutaan Singapura di Jakarta dan juga rumah diplomat Singapura. Di Malaysia, agen Indonesia ditangkap dan massa menyerang kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur.

Di sepanjang perbatasan di Kalimantan, terjadi peperangan perbatasan; pasukan Indonesia dan pasukan tak resminya mencoba menduduki Sarawak dan Sabah, dengan tanpa hasil.

(Sumber : Wikipedia.Org)
__________________
----------------------
Reply With Quote
  #2  
Old 21 August 2011, 20:21
tagged's Avatar
tagged tagged is offline
Junior Member
 
Join Date: Jul 2011
Posts: 145
tagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top membertagged super top member
Default

Di lanjut yah om

Quote:
Quote:
komando aksi sukarelawan

Pada 1964 pasukan Indonesia mulai menyerang wilayah di Semenanjung Malaya. Di bulan Mei dibentuk Komando Siaga yang bertugas untuk mengkoordinir kegiatan perang terhadap Malaysia (Operasi Dwikora).

Komando ini kemudian berubah menjadi Komando Mandala Siaga (Kolaga). Kolaga dipimpin oleh Laksdya Udara Omar Dani sebagai Pangkolaga. Kolaga sendiri terdiri dari tiga Komando, yaitu Komando Tempur Satu (Kopurtu) berkedudukan di Sumatera yang terdiri dari 12 Batalyon TNI-AD, termasuk tiga Batalyon Para dan satu batalyon KKO. Komando ini sasaran operasinya Semenanjung Malaya dan dipimpin oleh Brigjen Kemal Idris sebagai Pangkopur-I. Komando Tempur Dua (Kopurda) berkedudukan di Bengkayang, Kalimantan Barat dan terdiri dari 13 Batalyon yang berasal dari unsur KKO, AURI, dan RPKAD. Komando ini dipimpin Brigjen Soepardjo sebagai Pangkopur-II. Komando ketiga adalah Komando Armada Siaga yang terdiri dari unsur TNI-AL dan juga KKO. Komando ini dilengkapi dengan Brigade Pendarat dan beroperasi di perbatasan Riau dan Kalimantan Timur.

Di bulan Agustus, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor. Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut DiRaja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Tentera Malaysia hanya sedikit saja yang diturunkan dan harus bergantung pada pos perbatasan dan pengawasan unit komando. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service(SAS). Tercatat sekitar 200 pasukan khusus Indonesia (Kopassus) tewas dan 2000 pasukan khusus Inggris/Australia (SAS) juga tewas setelah bertempur di belantara kalimantan (Majalah Angkasa Edisi 2006).

Pada 17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung didaratkan di Labis, Johor. Pada 29 Oktober, 52 tentara mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan membunuh pasukan Resimen Askar Melayu DiRaja dan Selandia Baru dan menumpas juga Pasukan Gerak Umum Kepolisian Kerajaan Malaysia di Batu 20, Muar, Johor.
Ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Sukarno menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mencoba membentuk Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces, Conefo) sebagai alternatif.

Sebagai tandingan Olimpiade, Soekarno bahkan menyelenggarakan GANEFO (Games of the New Emerging Forces) yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta pada 10-22 November 1963. Pesta olahraga ini diikuti oleh 2.250 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan, serta diliput sekitar 500 wartawan asing.

Pada Januari 1965, Australia setuju untuk mengirimkan pasukan ke Kalimantan setelah menerima banyak permintaan dari Malaysia. Pasukan Australia menurunkan 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service. Ada sekitar empat belas ribu pasukan Inggris dan Persemakmuran di Australia pada saat itu. Secara resmi, pasukan Inggris dan Australia tidak dapat mengikuti penyerang melalu perbatasan Indonesia. Tetapi, unit seperti Special Air Service, baik Inggris maupun Australia, masuk secara rahasia (lihat Operasi Claret). Australia mengakui penerobosan ini pada 1996.
Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya. Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Resimen Askar Melayu Di Raja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.

Pada 1 Juli 1965, militer Indonesia yang berkekuatan kurang lebih 5000 orang melabrak pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Sem****a. Serangan dan pengepungan terus dilakukan hingga 8 September namun gagal. Pasukan Indonesia mundur dan tidak penah menginjakkan kaki lagi di bumi Malaysia. Peristiwa ini dikenal dengan “Pengepungan 68 Hari” oleh warga Malaysia.
malaysia mencuri kebudayaan dan wilayah indonesia…
Quote:
Akhir konfrontasi / Konflik

Menjelang akhir 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S/PKI. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda.

Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.
wikipedia.org
__________________
----------------------
Reply With Quote
  #3  
Old 21 August 2011, 20:23
Saras008's Avatar
Saras008 Saras008 is offline
Gold Member
 
Join Date: Jul 2011
Posts: 5,203
Saras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top memberSaras008 super top member
Default

nice inpo .............
Reply With Quote
  #4  
Old 22 August 2011, 12:00
hktoyshop's Avatar
hktoyshop hktoyshop is offline
Super Member
 
Join Date: Feb 2009
Location: http://hk-toys.com
Posts: 34,935
hktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top member
Default

nyimak dulu gan..
lumayan panjang nih..
__________________
mampir gan di mari blog ane yang pingin ketawa
http://gambar.humor-jorok.com
Reply With Quote
  #5  
Old 22 August 2011, 12:05
rugratzz's Avatar
rugratzz rugratzz is offline
Silver Member
 
Join Date: Jul 2011
Posts: 1,603
rugratzz super top memberrugratzz super top memberrugratzz super top memberrugratzz super top memberrugratzz super top memberrugratzz super top memberrugratzz super top memberrugratzz super top memberrugratzz super top memberrugratzz super top memberrugratzz super top member
Default

sampe skrg kadang masih ada knfilk
Reply With Quote
  #6  
Old 23 August 2011, 14:26
vangosh vangosh is offline
New Member
 
Join Date: Dec 2010
Location: jl sukarno hatta no 627
Posts: 3
vangosh is an unknown quantity at this point
Default

tp sekarang Indonesia sangat maju korupsinya sedangkan malaysia ketinggalan
Reply With Quote
  #7  
Old 25 August 2011, 13:04
ikada's Avatar
ikada ikada is online now
Platinum Member
 
Join Date: Apr 2011
Location: pati
Posts: 26,013
ikada super top memberikada super top memberikada super top memberikada super top memberikada super top memberikada super top memberikada super top memberikada super top memberikada super top memberikada super top memberikada super top member
Default

wahhhhhhhhhhhh pelu tahu nih
Reply With Quote
  #8  
Old 26 August 2011, 10:08
mashoble's Avatar
mashoble mashoble is offline
New Member
 
Join Date: May 2011
Posts: 86
mashoble is an unknown quantity at this point
Default

Weeih menyeramkan banget yaaa
__________________
Laptop Review | Price Laptop
Reply With Quote
  #9  
Old 26 August 2011, 12:49
ariesadhi ariesadhi is offline
New Member
 
Join Date: Aug 2011
Location: JAKUT
Posts: 28
ariesadhi super top memberariesadhi super top memberariesadhi super top memberariesadhi super top memberariesadhi super top memberariesadhi super top memberariesadhi super top memberariesadhi super top memberariesadhi super top memberariesadhi super top memberariesadhi super top member
Default

just info aja :

ni berita ane dpt dr almarhum bokap yg saat itu turut berjuang beliau mengatakan bahwa negara malaysia itu sangatlah kecil beruntung ada australia n inggris yg membekingi jika tidak malaysia akan menjadi salahsatu propinsi negara kita. satu lagi setelah perjanjian utk mengakhiri konflik tsb beberapa tahun kemudian ada kerjasama rahasia antara soeharto n pm saat itu. yaitu pengiriman manusia/orang/warga indonesia secara besar2an jelang pemilu di malaysia hal ini dilakukan krn pada masa2 itu etnis melayu di malaysia komposisinya sangat berimbang dengan etnis pendatang spt ; india, cina, pakistan, dll etnis melayu bisa dikatakan tidak ada apa2nya di negeri sendiri. maka dlm hal ini etnis melayu membentuk suatu partai yg bernama umno (kelak akan menjadi partai besar).

konspirasinya adalah dikarenakan masa itu jumlah penduduk asli melayu sangatlah sedikit jika dibandingakn dengan warga pendatang spt tersebut diatas, maka dibuatlah perjanjian diam2 (entah apa namanya) antara soeharto n pemimpin umno saat itu untuk mengirimkan sebanyak2nya warga indonesia utk masuk ke wilayah malaysia jelang pemilu nanti (saat itu). dibuatkanlah kartu identitas diri kepada ribuan warga indonesia tsb, dsediakan tmpt tinggal, dll (inilah yg mana skrg byk warga malaysia kakek buyutnya bila ditelusuri berasal dari indonesia termasuk salahsatu PM malaysia yg masih keturunan bugis. (ini juga bisa dikatakan awal mulanya pengiriman TKI).

bodoh banget ya pemerintah saat itu, mau2 aja dibodoh2in......
Reply With Quote
  #10  
Old 26 August 2011, 14:48
devianto's Avatar
devianto devianto is online now
New Member
 
Join Date: Jan 2011
Posts: 41
devianto is an unknown quantity at this point
tembak

Lanjut aja perangnya, gw yakin kita siap semua...
Gak ada yg gak mungkin bagi rakyat Indonesia....
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 02:49.