VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 11 January 2011, 15:30
BarakGilgar's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 924
Thanks: 21
Thanked 26 Times in 18 Posts
BarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top member
:naikkuda: Tari Kuda Lumping

Kuda Lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Konon, tari Kuda Lumping merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari Kuda Lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda.

Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari Kuda Lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.

Seringkali dalam pertunjukan tari Kuda Lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain. Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada jaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.

Di Jawa Timur, seni ini akrab dengan masyarakat di beberapa daerah, seperti Malang, Nganjuk, Tulungagung, dan daerah-daerah lainnya. Tari ini biasanya ditampilkan pada event-event tertentu, seperti menyambut tamu kehormatan, dan sebagai ucapan syukur, atas hajat yang dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa.

Dalam pementasanya, tidak diperlukan suatu koreografi khusus, serta perlengkapan peralatan gamelan seperti halnya Karawitan. Gamelan untuk mengiringi tari Kuda Lumping cukup sederhana, hanya terdiri dari Kendang, Kenong, Gong, dan Slompret, yaitu seruling dengan bunyi melengking. Sajak-sajak yang dibawakan dalam mengiringi tarian, biasanya berisikan himbauan agar manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta.

Selain mengandung unsur hiburan dan religi, kesenian tradisional Kuda Lumping ini seringkali juga mengandung unsur ritual. Karena sebelum pagelaran dimulai, biasanya seorang pawang hujan akan melakukan ritual, untuk mempertahankan cuaca agar tetap cerah mengingat pertunjukan biasanya dilakukan di lapangan terbuka.

Dalam setiap pagelarannya, tari Kuda Lumping ini menghadirkan 4 fragmen tarian yaitu 2 kali tari Buto Lawas, tari Senterewe, dan tari Begon Putri.

Pada fragmen Buto Lawas, biasanya ditarikan oleh para pria saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Pada bagian inilah, para penari Buto Lawas dapat mengalami kesurupan atau kerasukan roh halus. Para penonton pun tidak luput dari fenomena kerasukan ini. Banyak warga sekitar yang menyaksikan pagelaran menjadi kesurupan dan ikut menari bersama para penari. Dalam keadaan tidak sadar, mereka terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya.

Untuk memulihkan kesadaran para penari dan penonton yang kerasukan, dalam setiap pagelaran selalu hadir para datuk, yaitu orang yang memiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali melalui baju serba hitam yang dikenakannya. Para datuk ini akan memberikan penawar hingga kesadaran para penari maupun penonton kembali pulih.

Pada fragmen selanjutnya, penari pria dan wanita bergabung membawakan tari senterewe.

Pada fragmen terakhir, dengan gerakan-gerakan yang lebih santai, enam orang wanita membawakan tari Begon Putri, yang merupakan tarian penutup dari seluruh rangkaian atraksi tari Kuda Lumping.
Reply With Quote
The Following User Says Thank You to BarakGilgar For This Useful Post:
dewacuk (20 January 2011)
  #2  
Old 11 January 2011, 15:34
cybogr's Avatar
Super Moderator
 
Join Date: Aug 2010
Location: bandung
Posts: 8,110
Thanks: 5
Thanked 129 Times in 44 Posts
cybogr super top membercybogr super top membercybogr super top membercybogr super top membercybogr super top membercybogr super top membercybogr super top membercybogr super top membercybogr super top membercybogr super top membercybogr super top member
Default







__________________
A
AA
AAA
d(-_-)b
#--||||--/
| |

@pengamenkeren

Reply With Quote
  #3  
Old 11 January 2011, 15:46
BarakGilgar's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 924
Thanks: 21
Thanked 26 Times in 18 Posts
BarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top member
Default

Quote:
Originally Posted by cybogr View Post






ko ada yg mirip bos
Reply With Quote
  #4  
Old 11 January 2011, 15:52
giulie's Avatar
Moderator In Training
 
Join Date: Jul 2010
Location: Somewhere I belong
Posts: 34,387
Thanks: 140
Thanked 131 Times in 48 Posts
giulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top membergiulie super top member
Default

Quote:
Originally Posted by sarkam singgalang View Post
ko ada yg mirip bos
yo..
mirip dirimu

plek
Reply With Quote
  #5  
Old 12 January 2011, 11:02
BarakGilgar's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 924
Thanks: 21
Thanked 26 Times in 18 Posts
BarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top member
Default

Quote:
Originally Posted by giulie View Post
yo..
mirip dirimu

plek
hus tante ra ento ngomong ngono to
tapi mang ya sih
Reply With Quote
  #6  
Old 14 January 2011, 12:34
hktoyshop's Avatar
Super Member
 
Join Date: Feb 2009
Location: http://hk-toys.com
Posts: 35,485
Thanks: 13
Thanked 567 Times in 358 Posts
hktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top member
Default

Quote:
Originally Posted by sarkam singgalang View Post
hus tante ra ento ngomong ngono to
tapi mang ya sih
terjemahin dulu ah ke mbah google..
__________________
mampir gan di mari blog ane yang pingin ketawa
http://gambar.humor-jorok.com
Reply With Quote
  #7  
Old 19 January 2011, 15:38
BarakGilgar's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 924
Thanks: 21
Thanked 26 Times in 18 Posts
BarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top member
Default

Quote:
Originally Posted by hktoyshop View Post
terjemahin dulu ah ke mbah google..
tar tak kasih tau arti nya tenang aja
Reply With Quote
  #8  
Old 19 January 2011, 15:47
likalikulakilakitaklakula's Avatar
New Member
 
Join Date: Jan 2011
Posts: 78
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
likalikulakilakitaklakula is an unknown quantity at this point
Default

awas.... mendem....
Reply With Quote
  #9  
Old 20 January 2011, 05:02
dewacuk's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Jan 2011
Posts: 160
Thanks: 5
Thanked 0 Times in 0 Posts
dewacuk member hancur leburdewacuk member hancur leburdewacuk member hancur leburdewacuk member hancur leburdewacuk member hancur leburdewacuk member hancur leburdewacuk member hancur leburdewacuk member hancur leburdewacuk member hancur leburdewacuk member hancur leburdewacuk member hancur lebur
Default

Quote:
Originally Posted by sarkam singgalang View Post
Kuda Lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Konon, tari Kuda Lumping merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari Kuda Lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda.

Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari Kuda Lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.

Seringkali dalam pertunjukan tari Kuda Lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain. Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada jaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.

Di Jawa Timur, seni ini akrab dengan masyarakat di beberapa daerah, seperti Malang, Nganjuk, Tulungagung, dan daerah-daerah lainnya. Tari ini biasanya ditampilkan pada event-event tertentu, seperti menyambut tamu kehormatan, dan sebagai ucapan syukur, atas hajat yang dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa.

Dalam pementasanya, tidak diperlukan suatu koreografi khusus, serta perlengkapan peralatan gamelan seperti halnya Karawitan. Gamelan untuk mengiringi tari Kuda Lumping cukup sederhana, hanya terdiri dari Kendang, Kenong, Gong, dan Slompret, yaitu seruling dengan bunyi melengking. Sajak-sajak yang dibawakan dalam mengiringi tarian, biasanya berisikan himbauan agar manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta.

Selain mengandung unsur hiburan dan religi, kesenian tradisional Kuda Lumping ini seringkali juga mengandung unsur ritual. Karena sebelum pagelaran dimulai, biasanya seorang pawang hujan akan melakukan ritual, untuk mempertahankan cuaca agar tetap cerah mengingat pertunjukan biasanya dilakukan di lapangan terbuka.

Dalam setiap pagelarannya, tari Kuda Lumping ini menghadirkan 4 fragmen tarian yaitu 2 kali tari Buto Lawas, tari Senterewe, dan tari Begon Putri.

Pada fragmen Buto Lawas, biasanya ditarikan oleh para pria saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Pada bagian inilah, para penari Buto Lawas dapat mengalami kesurupan atau kerasukan roh halus. Para penonton pun tidak luput dari fenomena kerasukan ini. Banyak warga sekitar yang menyaksikan pagelaran menjadi kesurupan dan ikut menari bersama para penari. Dalam keadaan tidak sadar, mereka terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya.

Untuk memulihkan kesadaran para penari dan penonton yang kerasukan, dalam setiap pagelaran selalu hadir para datuk, yaitu orang yang memiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali melalui baju serba hitam yang dikenakannya. Para datuk ini akan memberikan penawar hingga kesadaran para penari maupun penonton kembali pulih.

Pada fragmen selanjutnya, penari pria dan wanita bergabung membawakan tari senterewe.

Pada fragmen terakhir, dengan gerakan-gerakan yang lebih santai, enam orang wanita membawakan tari Begon Putri, yang merupakan tarian penutup dari seluruh rangkaian atraksi tari Kuda Lumping.
thank's for the info. ane baru tau nih sejarahnya..
Reply With Quote
  #10  
Old 20 January 2011, 17:00
BarakGilgar's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 924
Thanks: 21
Thanked 26 Times in 18 Posts
BarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top memberBarakGilgar super top member
Default

Quote:
Originally Posted by dewacuk View Post
thank's for the info. ane baru tau nih sejarahnya..
ya sama2 gan
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 13:24.