VIVAnews Forums
VIVA | NEWS | BOLA | LIFE | SOCIO | BLOG
Welcome to VivaForum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 30 January 2011, 15:33
Pertamax's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Jan 2011
Location: In my desolation row
Posts: 6,011
Thanks: 102
Thanked 70 Times in 43 Posts
Pertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top member
Post Bissu: Komunitas Unik dan Hampir punah di tanah Bugis

Quote:





Sepertinya hanya di budaya Bugis, dikenal lima (5) jenis gender. Menurut penelitian anthropolog Australia, Sharyn Graham dalam research reportnya; Sex, Gender and Priests in South Sulawesi, Indonesia, IIASNewsletter|#29|November 2002 27 , budaya Bugis mengenal empat jenis gender dan satu para-gender; laki-laki (oroane), perempuan (makunrai), perempuan yang berpenampilan seperti layaknya laki-laki ( calalai), laki-laki yang berpenampilan seperti layaknya perempuan (calabai) dan para-gender bissu. Jenis yang terakhir ini lebih banyak disalah artikan dan dianggap identik dengan jenis calabai, walau secara peran dan kedudukannya dalam budaya
Bugis tidak demikian. Juga, tidak sedikit yang mempertautkan keunika para-gender Bissu ini dengan kepercayaan lokal yang disebut Tolotang, hal yang mana dibantah secara nyata oleh komunitas Amparita Sidrap yang menjadi representasi penganut Tolotang dalam suku Bugis.

Kehadiran dan Peranannya

Gambaran pergeseran struktur nilai dalam kebudayaan Bugis selayaknya bisa kita sematkan pada salah satu realitas budaya bugis yang mulai terpinggirkan; Bissu. Peran Bissu di awal pembentukan masyarakat Bugis sangatlah kuat. Keberadaan Bissu dalam sejarah manusia Bugis dianggap sezaman dengan kelahiran suku Bugis itu sendiri. Ketika Batara Guru sebagai cikal bakal manusia Bugis dalam sure’La Galigo, turun ke bumi dari dunia atas (botinglangik) dan bertemu dengan permaisurinya We Nyili Timo yang berasal dari dunia bawah (borikliung), bersamaan dengan itu turun pula seorang Bissu pertama bernama Lae-lae sebagai penyempurna kehadiran leluhur orang Bugis tersebut. Menurut tutur lisan Hajji Baco’, seorang Bissu, Batara Guru yang ditugasi oleh Dewata mengatur bumi rupanya tidak punya kemampuan management yang handal, karenanya diperlukan bissu dari botinglangik untuk mengatur segala sesuatu mengenai kehidupan. Ketika Bissu ini turun ke bumi, maka terciptalah pranata-pranata masyarakat Bugis melalui daya kreasi mereka, menciptakan bahasa, budaya, adat istiadat dan semua hal yang diperlukan untuk menjalankan kehidupan di bumi.


Melalui perantara bissu inilah, para manusia biasa dapat berkomunikasi dengan para dewata yang bersemayam di langit.


Bissu adalah pendeta agama Bugis kuno pra-Islam. Bissu dianggap menampung dua elemen gender manusia, lelaki dan perempuan (hermaphroditic beings who embody female and male elements), juga mampu mengalami dua alam; alam makhluk dan alam roh (Spirit). Ketua para bissu adalah seorang yang bergelar Puang Matowa atau Puang Towa. Secara biologis, sekarang, bissu kebanyakan diperankan oleh laki-laki yang memiliki sifat-sifat perempuan (wadam) walau ada juga yang asli perempuan, yang biasanya dari kalangan bangsawan tinggi, walau tidak mudah membedakan mana bissu yang laki-laki dan mana bissu yang perempuan. Dalam kesehariannya, bissu berpenampilan layaknya perempuan dengan pakaian dan tata rias feminim, namun juga tetap membawa atribut maskulin, dengan membawa badik misalnya. Dalam pengertian bahasa, bissu berasal dari kata bugis; bessi, yang bermakna bersih. Mereka disebut Bissu karena tidak berdarah, suci (tidak kotor), dan tidak haid. Ada juga yang menyatakan bahwa kata Bissu
berasal dari kata Bhiksu atau Pendeta Buddha, sebagaimana diungkapkan oleh C Pelras dalam Manusia Bugis, hal 68, sebagai salah satu bentuk pengaruh bahasa Sansekerta dalam bahasa Bugis. Tentang agama Buddha sendiri, beberapa sanak-saudara saya yang tinggal di Sengkang mengaku masih menganut agama Buddha ini, yang dikatakan sebagai agama mula-mula orang Bugis. Mereka masih melakukan ritual keagamaan tersendiri, walau saya belum melakukan perbandingan dengan ritual agama Buddha yang dilakukan oleh umumnya masyarakat Buddha di Indonesia.
Juga ada bukti sejarah yang memperkuat fenomena ini, misalnya penemuan Arca Buddha bercorak Amarawati di Sempaga di pantai Sulawesi Selatan yang berasal dari abad II Masehi. Ditengarai bahwa para pendeta Buddha, Biksu ini
‘menumpang’ kapal-kapal dagang India
menuju perairan Nusantara.


Dalam struktur budaya bugis, peran Bissu tergolong istimewa karena dalam kehidupan sehari-hari dianggap sebagai satu-satunya operator komunikasi antara manusia dan dewa melalui upacara ritual tradisionalnya dengan menggunakan bahasa dewa/langit ( basa Torilangi), karenanya Bissu juga berperan sebagai penjaga tradisi tutur lisan sastra Bugis Kuno sure’
La Galigo. Apabila sure’ ini hendak dibacakan, maka sebelum dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, orang menabuh gendang dengan irama tertentu dan membakar kemenyan. Setelah tabuhan gendang berhenti, tampillah Bissu
mengucapkan pujaan dan meminta ampunan kepada dewa-dewa yang namanya akan disebut dalam pembacaan sure’ itu. Bissu juga berperan
mengatur semua pelaksanaan upacara tradisional, seperti upacara kehamilan,
kelahiran, perkawinan ( indo’ botting), kematian, pelepasan nazar, persembahan, tolak bala, dan lain-lain.
Bersambung..
mudah-mudahan ane ga repost gan
Reply With Quote
The Following User Says Thank You to Pertamax For This Useful Post:
garuda_jaya (10 March 2011)
  #2  
Old 30 January 2011, 15:34
Pertamax's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Jan 2011
Location: In my desolation row
Posts: 6,011
Thanks: 102
Thanked 70 Times in 43 Posts
Pertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top memberPertamax super top member
Default

Lanjutan..

Quote:
Sakti?

Dari surek La Galigo sendiri sebagai referensi utama sejarah purba suku Bugis, membuktikan bahwa justru kehadiran Bissu dianggap sebagai pengiring lestarinya tradisi keilahian/religiusitas nenek moyang. Di masa lalu berdasarkan sastra klasik Bugis epos La Galigo, sejak zaman Sawerigading, peran Bissu sangat sentral, bahkan dikatakan sebagai mahluk suci yang memberi stimulus ‘perahu cinta’ bagi Sawerigading dalam upayanya mencari pasangan jiwanya; We Cudai. Di tengah kegundahan Sawerigading yang walau sakti mandraguna tapi tak mampu menebang satu pohon pun untuk membuat kapal raksasa Wellerrengge, Bissu We Sawwammegga tampil dengan
kekuatan sucinya yang diperoleh karena ambivalensinya; lelaki sekaligus
perempuan, manusia sekaligus Dewa (Sharyn Graham, 2002).

Kisah kesaktian Bissu ini dapat juga kita temukan dalam kisah Arung Palakka ketika pada tahun 1667 melakukan penyerbuan bersama tentara Soppeng terhadap Lamatti, sebuah distrik di Bone Selatan, sebanyak seratus Bissu Lamatti tampil dengan senjata walida (pemukul tenun) sambil mendendangkan memmang (nyanyian). Anehnya, tak satupun senjata prajurit Bone dan soppeng yang mampu melukai para bissu sakti tersebut (LY Andaya, 2006, al 106).

Dalam ritual yang masih bisa ditemui sampai sekarang, tradisi maggiri’ merupakan salah satu pameran kesaktian Bissu. Tradisi menusuk diri dengan badik ini dimaksudkan untuk menguji apakah roh leluhur/dewata yang sakti sudah merasuk ke dalam diri bissu dalam sebuah upacara, sehingga apabila sang Bissu kebal dari tusukan badik itu, ia dan roh yang merasukinya dipercaya dapat memberikan berkat kepada yang meminta nya. Namun, apabila badik tersebut menembus dan melukai sang Bissu, maka yang merasukinya adalah roh lemah atau bahkan tidak ada roh leluhur sama sekali yang menghinggapi (Sharyn Graham).


Konflik dengan Islam?


Namun di saat yang bersamaan, karena proses konstruksi politik dan agama, Bissu dianggap sebagai satu celah yang tercela dalam masyarakat Bugis modern yang Islami karena dianggap menentang sunnatullah yang hanya mengenal jenis gender laki-laki dan perempuan, selain peran sinkretisme yang dibawanya. Bahkan salah satu doktrin yang memojokkan status mereka adalah adanya pemeo bahwa bila menyentuh Bissu atau calabai maka konon akan membawa sial selama 40 hari – 40 malam. Ironis! Menjadi bissu
tidak lagi dianggap dapat menaikkan derajat sosial sebagaimana yang
berlaku di masa lampau, malah mendatangkan petaka keterasingan dalam masyarakat (agamis) Bugis modern.

Dalam beberapa diskursus, eksistensi Bissu cenderung fenomenal mengingat keberadaannya yang kontroversial dalam masyarakat Bugis modern yang Islami. Karena keberadaannya yang ambivalen, bissu dianggap tidak menerima
sunnatullah, karena secara fisik mereka adalah laki-laki tapi berpenampilan
seperti perempuan ( tranvestities). Bissu juga dianggap menyimpang dari agama karena kecenderungannya menganggap arajang dan mustika arajang memiliki kekuatan gaib dari leluhur (dinamisme). Padahal, menurut para bissu
itu, mereka justru melakukan pemujaan terhadap Tuhan walau dengan tata cara ritual yang mereka yakini. Dan juga, mereka tidak menolak sunnatullah,
melainkan menerima dan menjalankan sunnatullah.

Di tahun 1950-an saat pecah pemberontakan DI/TII Kahar Muzakar, Bissu merupakan salah satu pihak yang paling menderita. Kahar Muzakkar menganggap kegiatan para Bissu ini adalah menyembah berhala, tidak sesuai dengan ajaran Islam dan membangkitkan feodalisme. Karena itu kegiatan, alat-alat upacara, serta para pelakunya diberantas. Ratusan perlengkapan upacara dibakar atau di tenggelamkan ke laut. Banyak sanro (dukun) dan Bissu di bunuh atau dipaksa menjadi pria yang harus bekerja keras.

Penderitaan para Sanro dan Bissu masih berlanjut ketika Orde Lama (Orla) ditumbangkan oleh rejim Orde Baru (Orba) pada tahun 1965. Keributan yang
menyoroti arajang dan pelaksanaan upacara mappalili terjadi di Segeri. Arajang hampir diganyang oleh salah satu ormas pemuda yang berkuasa ketika itu. Para Bissu dan mereka yang percaya akan kesaktian arajang menjadi tertuduh penganut komunis atau anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Mereka dianggap tidak beragama, melakukan perbuatan siriq, dianggap menganut ajaran anisme. Barang siapa masih menganggap arajang sebagai benda kramat berarti menduakan Tuhan. Di antara mereka yang tertangkap harus memilih antara mati di bunuh atau memilih masuk agama Islam serta menjadi manusia normal (pria). Muncul doktrin dalam masyarakat, bahwa bila melihat Bissu atau Wandu maka konon mereka yang melihatnya akan sial tidak mendapatkan rejeki selama 40 hari – 40 malam. Demikian pula seluruh amal baik yang diperbuatnya selama 40 hari tersebut tidak diterima pahalanya oleh Tuhan YME. Karena itu, jika melihat Bissu atau Wandu maka dia harus diusir jauh-jauh. Banyak di antara sanro dan Bissu yang sebelumnya sangat dihormati oleh masyarakat, kini menjadi sasaran lemparan dan olok-olokan bocah di jalanan.

Gerakan pemurnian ajaran Islam tersebut mereka sebut “Operasi Toba” (Operasi Taubat) yang gencar-gencarnya terjadi pada tahun 1966. Sejak itu, upacara Mappalili mengalami kemunduran, upacara-upacara Bissu tidak lagi
diselenggarakan secara besar-besaran. Para Bissu bersembunyi dari ancaman maut yang memburunya. Masyarakat tidak lagi peduli akan nasib mereka, karena sebagian dari mereka memang mendukung gerakan “Operasi Toba” tersebut. Sebagian masyarakat yang bersimpati kepada para Bissu, hanya tinggal diam tanpa bisa berbuat apa-apa. Namun ketika masyarakat menuai padinya, ternyata hasilnya memang kurang memuaskan sehingga beberapa masyarakat beranggapan hal tersebut terjadi karena tidak melakukan upacara Mappalili . Dengan kesadaran itulah beberapa di antara mereka menyembunyikan Bissu yang tersisa agar tidak di bunuh dan agar upacara mappalili dapat dilaksanakan lagi. Bissu-bissu yang selamat itulah yang masih ada sekarang ini. Kini jumlah mereka yang tersisa di seluruh wilayah adat Sulawesi Selatan tidak lebih dari empat puluh orang saja. Padahal untuk melakukan sebuah upacara Mappalili yang besar, jumlah Bissu minimal harus
berjumlah empatpuluh orang (Bissu PattappuloE) dalam sebuah wilayah adat.

Last edited by P‎ertamax; 30 January 2011 at 15:37.
Reply With Quote
  #3  
Old 31 January 2011, 11:36
hktoyshop's Avatar
Platinum Member
 
Join Date: Feb 2009
Location: http://hk-toys.com
Posts: 32,763
Thanks: 13
Thanked 530 Times in 333 Posts
hktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top memberhktoyshop super top member
Default

nyimak dulu gan..
Reply With Quote
  #4  
Old 8 February 2011, 06:30
Maya_Cikedot's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Jan 2011
Location: Dunia Maya
Posts: 1,743
Thanks: 5
Thanked 37 Times in 17 Posts
Maya_Cikedot super top memberMaya_Cikedot super top memberMaya_Cikedot super top memberMaya_Cikedot super top memberMaya_Cikedot super top memberMaya_Cikedot super top memberMaya_Cikedot super top memberMaya_Cikedot super top memberMaya_Cikedot super top memberMaya_Cikedot super top memberMaya_Cikedot super top member
Default

weleh2 saya baru tau gan
Reply With Quote
  #5  
Old 8 February 2011, 10:43
Banned
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 939
Thanks: 1
Thanked 30 Times in 22 Posts
jeeelo member hancur leburjeeelo member hancur leburjeeelo member hancur leburjeeelo member hancur leburjeeelo member hancur leburjeeelo member hancur leburjeeelo member hancur leburjeeelo member hancur leburjeeelo member hancur leburjeeelo member hancur leburjeeelo member hancur lebur
Default

besar ya kommunitasnya,,
Reply With Quote
  #6  
Old 8 February 2011, 11:31
Farid.07's Avatar
Banned
 
Join Date: Jan 2011
Location: Owner VIVAforum
Posts: 7,454
Thanks: 0
Thanked 167 Times in 127 Posts
Farid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top member
Default

wow .... ternyata ada komunitas yang berkomunikasi dengan para dewa ....
Reply With Quote
  #7  
Old 8 February 2011, 11:33
munyen-x's Avatar
Junior Member
 
Join Date: Dec 2010
Posts: 194
Thanks: 10
Thanked 0 Times in 0 Posts
munyen-x is an unknown quantity at this point
Default

trims infonya...
Reply With Quote
  #8  
Old 23 June 2012, 20:02
idgscool's Avatar
Platinum Member
 
Join Date: Jan 2011
Location: www.fotoartis.biz
Posts: 17,868
Thanks: 5
Thanked 364 Times in 272 Posts
idgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top member
Default

wah jangan sampai punah neh gimana ya
Reply With Quote
  #9  
Old 23 June 2012, 20:03
idgscool's Avatar
Platinum Member
 
Join Date: Jan 2011
Location: www.fotoartis.biz
Posts: 17,868
Thanks: 5
Thanked 364 Times in 272 Posts
idgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top memberidgscool super top member
Default

Quote:
Originally Posted by munyen-x View Post
trims infonya...
info apa gan yang udah didapat
Reply With Quote
  #10  
Old 23 June 2012, 20:05
grobakz's Avatar
Platinum Member
 
Join Date: Mar 2011
Location: purwokerto
Posts: 13,990
Thanks: 5
Thanked 168 Times in 145 Posts
grobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top membergrobakz super top member
Default

Quote:
Originally Posted by Maya_Cikedot View Post
weleh2 saya baru tau gan
samaa gana anee juga abruu tauuu
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 00:59.