VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 5 February 2011, 20:52
lapak info's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Jan 2011
Location: Jakarta
Posts: 7,747
Thanks: 30
Thanked 108 Times in 81 Posts
lapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top member
Default Misteri Ratu Pantai Selatan

Kanjeng Ratu Kidul
Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkimpoian tersebuT bahagialah sang raja.

Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu raja menolak. "Sangat menggelikan. Saya tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku", kata Raja Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.

Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukun mengutuk Kadita, anak tirinya. "Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya." Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.

Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya. "Puterimu akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri," kata Dewi Mutiara. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.

Puteri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati yang mulia. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan..

Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadi seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera Selatan yang hidup selamanya.

Kanjeng Ratu Kidul = Ratna Suwinda
Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19), seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, bertemu dengan seorang pertapa yang memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Karena sang pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh pun jatuh cinta kepadanya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan bibi dari Joko Suruh, bernama Ratna Suwida, menolak cintanya. Ketika muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untuk bertapa di sebuah bukit. Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa dan menjadi penguasa spiritual di sana. Ia berkata kepada pangeran, jika keturunan pangeran menjadi penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung Merapi, ia akan menikahi seluruh penguasa secara bergantian.

Generasi selanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Ke-2, mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruh energinya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaan utara. Meditasinya menarik perhatian Kanjeng Ratu Kidul dan dia berjanji untuk membantunya. Selama tiga hari dan tiga malam dia mempelajari rahasia perang dan pemerintahan, dan intrik-intrik cinta di istana bawah airnya, hingga akhirnya muncul dari Laut Parangkusumo, kini Yogyakarta Selatan. Sejak saat itu, Ratu Kidul dilaporkan berhubungan erat dengan keturunan Senopati yang berkuasa, dan sesajian dipersembahkan untuknya di tempat ini setiap tahun melalui perwakilan istana Solo dan Yogyakarta.

Begitulah dua buah kisah atau legenda mengenai Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan. Versi pertama diambil dari buku Cerita Rakyat dari Yogyakarta dan versi yang kedua terdapat dalam Babad Tanah Jawi. Kedua cerita tersebut memang berbeda, tapi anda jangan bingung. Anda tidak perlu pusing memilih, mana dari keduanya yang paling benar. Cerita-cerita di atas hanyalah sebuah pengatar bagi tulisan selanjutnya.

Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta
Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan berkata TIDAK. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta. Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini. Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap menjadi polemik. Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi (cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan seperti apa yang terjalin di antara keduanya?

Y. Argo Twikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai lingkungan alam sangat penting dilakukan.

Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbal balik dengan lingkungan yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatan yang lebih kuat, masih menurut Twikromo, maka penggunaan simbol pun sering diaktualisasikan. Jika dihubungkan dengan makhluk halus, maka Javanisme mengenal penguasa makhluk halus seperti penguasa Gunung Merapi, penguasa Gunung Lawu, Kayangan nDelpin, dan Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan inilah yang oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul. Keempat penguasa tersebut mengitari Kesultanan Yogyakarta. Dan untuk mencapai keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka raja harus mengadakan komunikasi dengan "makhluk-makhluk halus" tersebut.

Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan keselamatan dan ketenteraman.

Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik. Pada kegiatan labuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang dilaksanakan di tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka (tahun Jawa). Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan masyarakat Yogyakarta.

Kepercayaan terhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari Bedaya Lambangsari dan Bedaya Semang yang diselenggarakan untuk menghormati serta memperingati Sang Ratu. Bukti lainnya adalah dengan didirikannya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan sultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul.

Penghayatan mitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini dan dilaksanakan oleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada umumnya di wilayah kesultanan. Salah satu buktinya adalah adanya kepercayaan bahwa jika orang hilang di Pantai Parangtritis, maka orang tersebut hilang karena "diambil" oleh sang Ratu.

Selain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul juga diyakini oleh saudara mereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah berjanji kepada Panembahan Senopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram, untuk menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan masyarakat dari malapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan Surakarta) memiliki leluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti halnya Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai bentuk penghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul. Salah satunya adalah pementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang, yang diselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan para raja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisional pengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahi susuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalam wujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan.


Sampai sekarang, di masa yang sangat modern ini, legenda Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan, adalah legenda yang paling spektakuler. Bahkan ketika anda membaca kisah ini, banyak orang dari Indonesia atau negara lain mengakui bahwa mereka telah bertemu ratu peri yang cantik mengenakan pakaian tradisional Jawa. Salah satu orang yang dikabarkan juga pernah menyaksikan secara langsung wujud sang Ratu adalah sang maestro pelukis Indonesia, (almarhum) Affandi. Pengalamannya itu kemudian ia tuangkan dalam sebuah lukisan.

SUMBER : CEK TKP
Reply With Quote
  #2  
Old 7 February 2011, 21:41
Banned
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 638
Thanks: 1
Thanked 0 Times in 0 Posts
Indah99 is an unknown quantity at this point
Default

Waaah serem
Reply With Quote
  #3  
Old 7 February 2011, 22:01
rooswahyoe's Avatar
New Member
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 2
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
rooswahyoe is an unknown quantity at this point
Default

sepertinya perlu ada pelurusan deh... Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul adalah berbeda. Nyi Roro Kidul adalah patih dari kerajaan gaib Pantai Selatan dimana Ratu Kidul yg menjadi penguasa. Nyi Roro Kidul sudah ada ribuan tahun sebelum Kanjeng Ratu Kidul yang memang anak Prabu Munding Wangi.
Reply With Quote
  #4  
Old 7 February 2011, 22:02
randiandrio's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Jan 2011
Location: Gang Iman
Posts: 2,770
Thanks: 86
Thanked 95 Times in 59 Posts
randiandrio super top memberrandiandrio super top memberrandiandrio super top memberrandiandrio super top memberrandiandrio super top memberrandiandrio super top memberrandiandrio super top memberrandiandrio super top memberrandiandrio super top memberrandiandrio super top memberrandiandrio super top member
Default

ane jadi takut gan
Reply With Quote
  #5  
Old 7 February 2011, 23:54
Farid.07's Avatar
Banned
 
Join Date: Jan 2011
Location: Owner VIVAforum
Posts: 7,453
Thanks: 0
Thanked 169 Times in 128 Posts
Farid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top memberFarid.07 super top member
Default

Antara Misteri Dan Mitos !!!

Tapi tetep serem ....
Reply With Quote
  #6  
Old 8 February 2011, 09:00
joko..lurus's Avatar
New Member
 
Join Date: Oct 2010
Location: JOGJAKARTA
Posts: 16
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
joko..lurus is an unknown quantity at this point
Default

antara percaya dan tidak
Reply With Quote
  #7  
Old 8 February 2011, 09:42
Banned
 
Join Date: Jan 2011
Posts: 54
Thanks: 0
Thanked 3 Times in 2 Posts
kebumennews member hancur leburkebumennews member hancur leburkebumennews member hancur leburkebumennews member hancur leburkebumennews member hancur leburkebumennews member hancur leburkebumennews member hancur leburkebumennews member hancur leburkebumennews member hancur leburkebumennews member hancur leburkebumennews member hancur lebur
Default

lo bgt jalan2 ach sekalian minta duwit
Reply With Quote
  #8  
Old 8 February 2011, 10:53
kora-kora kuya's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Nov 2010
Location: KotaKita
Posts: 5,003
Thanks: 11
Thanked 8 Times in 3 Posts
kora-kora kuya super top memberkora-kora kuya super top memberkora-kora kuya super top memberkora-kora kuya super top memberkora-kora kuya super top memberkora-kora kuya super top memberkora-kora kuya super top memberkora-kora kuya super top memberkora-kora kuya super top memberkora-kora kuya super top memberkora-kora kuya super top member
Default

mitologi ini emang sdg berumur sgt sgt lama.. mjd bagian dr budaya jawa lbh khususnya yogyakarta..
Reply With Quote
  #9  
Old 8 February 2011, 14:59
akbarz's Avatar
Senior Member
 
Join Date: Dec 2010
Location: sidoarjo
Posts: 667
Thanks: 3
Thanked 40 Times in 31 Posts
akbarz super top memberakbarz super top memberakbarz super top memberakbarz super top memberakbarz super top memberakbarz super top memberakbarz super top memberakbarz super top memberakbarz super top memberakbarz super top memberakbarz super top member
Default

Quote:
mitologi ini emang sdg berumur sgt sgt lama.. mjd bagian dr budaya jawa lbh khususnya yogyakarta..
setuju. Ini juga salah satu yang menarik minat wisatawan ke Indonesia khususnya Jogja
Reply With Quote
  #10  
Old 8 February 2011, 16:08
lapak info's Avatar
Gold Member
 
Join Date: Jan 2011
Location: Jakarta
Posts: 7,747
Thanks: 30
Thanked 108 Times in 81 Posts
lapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top memberlapak info super top member
Default

Quote:
Originally Posted by akbarz View Post
setuju. Ini juga salah satu yang menarik minat wisatawan ke Indonesia khususnya Jogja
iya gan..tapi sereemm wuuiiihh
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 02:14.