VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Like Tree8Likes
  • 2 Post By judhianto
  • 1 Post By KerenCoy
  • 1 Post By ahmadyazidozi
  • 1 Post By KerenCoy
  • 1 Post By judhianto
  • 1 Post By abdeeas
  • 1 Post By abdeeas

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 5 November 2012, 16:14
judhianto Male
Guest
 
Posts: n/a
:naikkuda: Nabi Ibrahim, Ksatria Iman Penakluk Nalar

Dalam Islam, tokoh terpenting setelah Nabi Muhammad adalah Nabi Ibrahim. Indikasi pentingnya Nabi Ibrahim adalah:
  • Hanya Ibrahim yang namanya wajib disebut dalam bacaan tahiyat akhir setiap sholat disamping Muhammad. Tanpa mendo'akan dia, tidak sah sholat kita.
  • Hanya Ibrahim yang episode hidupnya dirayakan sebagai hari raya. Idul Adha dan ibadah kurban adalah mengenang saat Ibrahim menyembelih Ismail.
  • Hanya Ibrahim yang episode hidupnya dirayakan dalam salah satu rukun Islam, yaitu ibadah Haji. Sa'i adalah mengenang Hajar yang berlari mengejar fatamorgana air setelah ditinggal Ibrahim ditengah gurun. Lempar jumrah adalah mengenang Ibrahim yang melempar iblis saat mencegahnya menyembelih Ismail.
  • Ka'bah yang merupakan arah ibadah umat Islam adalah bangunan yang didirikan oleh Ibrahim dan anaknya.

Apa yang bisa dan harus dicontoh dari Ibrahim sehingga Allah memberikan penghormatan sedemikian besar?

Jika SBY dapat gelar "Knight Grand Cross of the Order of Bath", maka Ibrahim cocok sebagai "Grand Knight of Faith" - Ksatria Iman. Ibrahim adalah pembela sejati iman, baginya iman adalah diatas segalanya.
Apa saja yang telah dilakukan Ibrahim dalam membuktikan dirinya sebagai Ksatria Iman?
Berikut ini daftar yang bisa kita susun:
  • Iman lebih penting dari orang tua dan masyarakat.
    Ibrahim berani menentang bapaknya dan masyarakat dimana ia hidup, saat ia menemukan bahwa agama dan sembahan bapaknya serta masyarakatnya tidak lagi sesuai dengan Tuhan yang baru ia temukan. Ia merusak patung para dewa dan berani menentang bapak dan norma masyarakatnya - apapun resikonya. Ia tidak takut kehilangan nyawanya.
  • Iman lebih penting dari anak, istri, pertimbangan kemanusiaan dan akal sehat.
    Saat Ibrahim diperintahkan meninggalkan istri dan anaknya yang masih bayi ditengah gurun, ia melaksanakannya. Meninggalkan ibu dengan bayinya ditengah gurun tanpa bekal dan naungan adalah sama dengan membunuhnya, perintah itu sama dengan "bunuh anak dan istrimu!". Ia melaksanakan dengan patuh dan tanpa protes. Iman lebih penting dari akal sehat, kemanusiaan, kasih sayang kepada istri dan anak.
  • Penegasan Iman lebih penting dari anak, pertimbangan kemanusiaan dan akal sehat.
    Saat Ibrahim mendapatkan mimpi untuk menyembelih anaknya, ia melaksanakannya. Perintah menyembelih anak jauh lebih jelas tujuannya daripada meninggalkannya di gurun. Mimpi itu adalah versi vulgar dari perintah "bunuh anakmu!". Ia melaksanakan dengan patuh dan tanpa protes. Iman lebih penting dari akal sehat, kemanusiaan, kasih sayang kepada istri dan anak.
  • Bila menyangkut iman, tidak perlu ada verifikasi.
    Perintah menyembelih Ismail datang melalui mimpi. Itu adalah sumber yang sangat tidak bisa diandalkan kebenarannya, mimpi adalah bunga tidur yang seringkali tanpa arti, sejajar dengan lamunan kosong dan halusinasi. Sumber kosong itu langsung dipercaya Ibrahim karena dianggap berasal dari Allah sebagai pusat keimanannya.
  • Jika mengenai iman, sah untuk mengabaikan logika dan menggunakan kekerasan untuk mempertahankannya. Argumen logis adalah tipu daya.
    Ketika iblis mencegat Ibrahim saat mendaki bukit untuk menyembelih anaknya, Iblis sama sekali tidak mengajak berbuat jahat, yang dilakukan Iblis adalah mengingatkan akan prosedur logis orang yang berakal, yaitu mengingatkan akan:
    • Verifikasi perintah.
      Apakah Ibrahim sudah melakukan verifikasi kepada Allah bahwa benar Allah memerintahkan menyembelih Ismail seperti dalam mimpinya?
    • Kebenaran perintah.
      Jika Allah Maha Pengasih apa benar ia memerintahkan tindakan yang sama sekali tidak mewakili sifat Maha Pengasih tersebut?
    • Akal sehat, kemanusiaan dan kasih sayang bapak kepada anak, sesuatu yang membuat kita bernilai sebagai manusia.
      Jika perintah iman bertentangan dengan hal yang membuat kita bernilai sebagai manusia, apakah iman tersebut wajar dan patut dituruti?
    Apa yang dilakukan Ibrahim? Ia tidak memberi argumen logis atau melayani perdebatan logika. Ia melempari iblis dengan batu. Ia memakai kekerasan dan bukan akal untuk menghadapi pertanyaan yang sepenuhnya logis tersebut.

Itulah yang bisa kita tarik dari heroisme Ibrahim sebagai Ksatria Iman ...

Jadi apa pendapat para agan?

Sumber: Islam Anti Nalar. Benarkah?
kangpaijo03 and imanbnp2tki like this.
Reply With Quote
  #2  
Old 6 November 2012, 07:38
ri4nx's Avatar
Platinum Member
 
Join Date: Mar 2011
Location: solo
Posts: 24,734
Thanks: 0
Thanked 242 Times in 188 Posts
ri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top memberri4nx super top member
Default

luar biasa ya gan nabi ibrahim ini ................
Reply With Quote
  #3  
Old 7 November 2012, 12:27
bayu ninja's Avatar
Super Member
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 43,672
Thanks: 32
Thanked 48 Times in 40 Posts
bayu ninja super top memberbayu ninja super top memberbayu ninja super top memberbayu ninja super top memberbayu ninja super top memberbayu ninja super top memberbayu ninja super top memberbayu ninja super top memberbayu ninja super top memberbayu ninja super top memberbayu ninja super top member
Default

SubhanaLLah Nabi Ibrahim ,,,

baru menyadarinya ...

Nabi Ibrahim sangat berjasa besar bagi perkembangan Islam di Muka Bumi
Reply With Quote
  #4  
Old 7 November 2012, 15:45
taiwan2011 Male
Guest
 
Location: gak jelas
Posts: n/a
Default

Tapi mengapa ya jaman nabi dulu itu Tuhan selalu memberi petunjuk langsung ke para manusia pilihannya serta sepertinya mudah dalam memberikan perintahNYA,dan kenapa sekarang ini tidak diciptakannya nabi2 lagi,dan kenapa agama2 diturunkan di negara2 arab dulu ya...
Reply With Quote
  #5  
Old 7 November 2012, 17:15
KerenCoy's Avatar
Silver Member
 
Join Date: May 2012
Location: FarmVille
Posts: 1,038
Thanks: 10
Thanked 6 Times in 5 Posts
KerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top member
Default

luar biasa posting posting dari ndan Judhianto, selalu menggelitik akal sehat

gw cuma mau komeng yang point ini
Quote:
Bila menyangkut iman, tidak perlu ada verifikasi.
Perintah menyembelih Ismail datang melalui mimpi. Itu adalah sumber yang sangat tidak bisa diandalkan kebenarannya, mimpi adalah bunga tidur yang seringkali tanpa arti, sejajar dengan lamunan kosong dan halusinasi. Sumber kosong itu langsung dipercaya Ibrahim karena dianggap berasal dari Allah sebagai pusat keimanannya.

Verifikasi perintah.
Apakah Ibrahim sudah melakukan verifikasi kepada Allah bahwa benar Allah memerintahkan menyembelih Ismail seperti dalam mimpinya?
Benarkah tanpa verifikasi? coba ndan TS baca baca dulu literatur yang membahas hal ini. setau gw sih, sudah ada verifikasi ala Ibrahim, ngga serta merta percaya pada mimpi begitu saja.
muchl15 likes this.
Reply With Quote
  #6  
Old 7 November 2012, 17:20
ahmadyazidozi Male
Guest
 
Location: Jl Gatot Subroto Km 4,5
Posts: n/a
Default

Quote:
Originally Posted by taiwan2011 View Post
Tapi mengapa ya jaman nabi dulu itu Tuhan selalu memberi petunjuk langsung ke para manusia pilihannya serta sepertinya mudah dalam memberikan perintahNYA,dan kenapa sekarang ini tidak diciptakannya nabi2 lagi,dan kenapa agama2 diturunkan di negara2 arab dulu ya...
mungkin karena pada zaman dulu, manusia masih perlu di ajari, di beritahu.....
para nabi dan rasul itu lah yang merupakan gambaran bagi kita untuk belajar. belajar bagaimana hidup,

dalam Qur'an disebutkan bahwa Tuhan tidak akan menghukum seseorang, bilamana belum ada datang kepadanya pengetahuan/pemberitahuan.

sekarang, pemberitahuan dan ilmu itu sudah datang melalui nabi2 dan rasul2 Nya. sudah cukup yang diberiNya untuk hidup

sekarang, akankah kita mengambil pedoman dari pendahulu kita yang dibuatNya menjadi contoh untuk kita??

mengapa Agama diturunkan di areal Arab, karena dari segi bahasa, Masyarakat arab sangat memandang penting ilmu bahasa. kita pasti banyak mendengar syair-syair Arab, kisah-kisah arab. memang masyarakatnya menilai tinggi bahasa. sehingga kemungkinan-kemungkinan untuk berubahnya sebuah kata atau kalimat akan sangat kecil bahkan tidak ada sama sekali.

coba kalau turunnya di indonesia,
dari kata "Aku ciptakan" bisa berubah ke "Gw ciptakan" belum lagi yg alay jadi "Gweh c1pt4k4n". kan bahaya tuh
muchl15 likes this.
Reply With Quote
  #7  
Old 7 November 2012, 17:26
KerenCoy's Avatar
Silver Member
 
Join Date: May 2012
Location: FarmVille
Posts: 1,038
Thanks: 10
Thanked 6 Times in 5 Posts
KerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top memberKerenCoy super top member
Default

Quote:
Originally Posted by taiwan2011 View Post
Tapi mengapa ya jaman nabi dulu itu Tuhan selalu memberi petunjuk langsung ke para manusia pilihannya serta sepertinya mudah dalam memberikan perintahNYA,dan kenapa sekarang ini tidak diciptakannya nabi2 lagi,dan kenapa agama2 diturunkan di negara2 arab dulu ya...
kesimpulan dari mana?

dari 3 agama samawi, hanya Islam yang turun di bangsa Arab, yang 2 turun di bangsa Israil (berbahasa Ibrani)
belum lagi agama agama besar lain, ngga ada yang berasal dari Arab. Konghucu dan Taoisme dari China, Hindu dan Budha dari India, Majusi dari Persia.
muchl15 likes this.
Reply With Quote
  #8  
Old 7 November 2012, 17:46
judhianto Male
Guest
 
Posts: n/a
Default

@KerenCoy:
Terima kasih telah tergelitik akal sehatnya

Quote:
Originally Posted by KerenCoy View Post
Benarkah tanpa verifikasi? coba ndan TS baca baca dulu literatur yang membahas hal ini. setau gw sih, sudah ada verifikasi ala Ibrahim, ngga serta merta percaya pada mimpi begitu saja.
Untuk kisah lengkapnya ada di As-Shaaffaat (surah ke 37) dalam ayat berikut:
  • 102: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
  • 103: Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
  • 104: Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
  • 105: sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
  • 106: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
  • 107: Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Yang bisa ditangkap dari kisah Qur'an tersebut:
  • Ibrahim memperoleh mimpi menyembelih anaknya
  • Ibrahim langsung menyampaikannya kepada anaknya --> dan anaknya menerima
  • Verifikasi dari Allah datang setelah Ibrahim benar-benar akan menyembelih anaknya

Jadi memang Ibrahim tidak melakukan verifikasi kepada Allah, Ibrahim langsung yakin itu dari Allah.
muchl15 likes this.
Reply With Quote
  #9  
Old 8 November 2012, 14:21
abdeeas Male
Guest
 
Location: Bandung
Posts: n/a
Default

Quote:
Originally Posted by judhianto View Post
Dalam Islam, tokoh terpenting setelah Nabi Muhammad adalah Nabi Ibrahim. Indikasi pentingnya Nabi Ibrahim adalah:[list][*]Hanya Ibrahim yang namanya wajib disebut dalam bacaan tahiyat akhir setiap sholat disamping Muhammad. Tanpa mendo'akan dia, tidak sah sholat kita.[*]Hanya Ibrahim yang episode hidupnya dirayakan sebagai hari raya. Idul Adha dan ibadah kurban adalah mengenang saat Ibrahim menyembelih Ismail.[*]Hanya Ibrahim yang episode hidupnya dirayakan dalam salah satu rukun Islam, yaitu ibadah Haji. Sa'i adalah mengenang Hajar yang berlari mengejar fatamorgana air setelah ditinggal Ibrahim ditengah gurun. Lempar jumrah adalah mengenang Ibrahim yang melempar iblis saat mencegahnya menyembelih Ismail.

Sumber: Islam Anti Nalar. Benarkah?
Gan.. kata2 MENYEMBELIH ISMAIL.. sepertinya kurang tepat.. tapi ada kata2 "mengenang Nabi ibrahim pada saat menjalankan perintah ALLAH untuk berkurban, SEBELUM DIGANTI DENGAN DOMBA"
muchl15 likes this.
Reply With Quote
  #10  
Old 8 November 2012, 14:34
abdeeas Male
Guest
 
Location: Bandung
Posts: n/a
Default

Quote:
Originally Posted by taiwan2011 View Post
Tapi mengapa ya jaman nabi dulu itu Tuhan selalu memberi petunjuk langsung ke para manusia pilihannya serta sepertinya mudah dalam memberikan perintahNYA,dan kenapa sekarang ini tidak diciptakannya nabi2 lagi,dan kenapa agama2 diturunkan di negara2 arab dulu ya...
Karena pada jaman itu kelakuan mereka paling parah... diturunkannya nabi dan agama untuk memperbaiki akhlak mereka...

Sementara itu kesimpulan yang saya dapat..

Conto kasus: diturunkannya aparat disuatu daerah dikarenakan daerah tersebut paling rawan..
muchl15 likes this.
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 10:17.