|
#1
|
||||
|
||||
|
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud Md., kemarin melontarkan sindiran pedas untuk pejabat negara. Ia menyebut banyak penyelenggara negara sekarang yang punya kebiasaan gila hormat. Seperti minta dikawal mobil bersirene ataupun bangga membuat orang lain sukar bertemu dengannya.
Pernyataan Mahfud memicu beragam komentar. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Ali, langsung meminta Mahfud menyebut nama pejabat yang dimaksud. Wakil Ketua Komisi Politik DPR, Ganjar Pranowo, tak menyangkal ada pejabat gila hormat. Sedangkan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, menilai sindiran tajam Mahfud tak mempan untuk anggota Dewan. Sebenarnya, apa yang melatarbelakangi Mahfud melontarkan kritik tajam untuk koleganya sesama pejabat negara? Berikut petikan wawancara Tempo dengan Mahfud melalui sambungan telepon, Senin, 14 November 2011. Kenapa Anda tiba-tiba bicara pejabat gila hormat? Apa sudah sangat risih? Saya sebenarnya kemarin ditanya wartawan soal pernyataan Pak Busyro (Busyro Muqoddas, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi) mengenai korupsi nonkonvensional. Dan memang saya setuju dengan Pak Busyro. Begitulah faktanya di lapangan. Kecenderungan pejabat gila hormat itu ada di pusat saja atau di daerah jauh lebih masif? Di daerah lebih parah, menurut saya, karena di daerah itu kan jauh dari kontrol Lembaga Swadaya Masyarakat dan pers. Akibatnya banyak pejabat yang feodal. Dan yang feodal itu bukan hanya kepala daerahnya, tapi juga pejabat birokrasinya. Contohnya? Misalnya, dia mempersulit urusan orang, lalu harus disembah-sembah dulu agar urusan itu selesai. Bahkan, banyak pejabat yang harus disuap dulu agar urusan yang dia tangani cepat selesai. Gejala seperti ini lima tahun lalu pernah ditulis Prof Satjipto Rahardjo (pakar hukum Universitas Diponegoro). Menurut Prof Tjip, korupsi di Indonesia bukan hanya realita hukum, orang dibawa ke pengadilan. Tapi korupsi itu juga mewujud pada perilaku. Jadi, saya hanya mengulangi (ide) itu. Sebenarnya apa yang membuat pejabat menjadi gila hormat? Menurut saya, sumbunya adalah pemerintah zaman Orde Baru yang otoriter sehingga birokrasi terkondisi sebagai pelayan politik. Lalu mereka beralasan, melakukan itu atas nama pimpinan. Yang muncul kemudian adalah kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakat. Ketua DPR Marzuki Alie minta Anda menyebut nama pejabat yang gila hormat? ENggak mau saya, kalau diminta menyebut nama, ini kan gejala umum. Gejala umum yang anda tangkap seperti apa wujudnya? Misalnya ada pejabat pusat berkunjung ke daerah, dia maunya yang menjemput gubernur langsung. Kalau yang menjemput bukan gubernur, dia marah. Bahkan, saya dengar, ada yang pernah batal berkunjung karena gubernurnya enggak bisa jemput. Gubernur kan ya banyak urusan. Anda tahu darimana? Saya pernah dilapori. Jadi, saat saya akan berkunjung ke daerah, gubernurnya telepon saya. Dia minta maaf karena nggak bisa menjemput saya. Ya saya bilang, saya enggak perlu ditemani seperti itu. Lalu dia mengaku ada pejabat X yang hanya mau dijemput dan ditemani oleh gubernur. Sepertinya bakal banyak yang tersinggung soal gila hormat? Saya kan ngomong yang sifatnya gejala umum, tidak menyebut nama orang. Ide ini juga pertama kali dicetuskan Prof Tjip kan, baru saya ucapkan ulang. Tapi enggak apa-apa (kalau banyak yang tersinggung). Negara ini kan bagus, semua bisa mengatakan apa saja. Perilaku gila hormat kan tidak diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Korupsi. Lalu, apa cara ideal untuk “menghukum” pejabat yang gila hormat? Memang korupsi nonkonvensional ini enggak bisa dibuktikan. Menurut saya, dihukum secara moral saja. Diejek ramai-ramai saja, mereka yang seperti itu. Lalu mungkin cara menyambut dia juga secara sederhana. Ya sekali lagi saya bilang, saya itu juga dikawal. Tapi pengawalan saya enggak pakai nguing-nguing. Tokoh2 seperti Mahfud MD ini patut dicontoh... |
|
#2
|
||||
|
||||
|
berani banget ya..MAHFUDZ MD..
keren dah.. mungkin yang pake nguing nguing kan juga presiden.. masa paspampresnya harus di kemanain tuh..??
__________________
|
|
#3
|
||||
|
||||
|
iya tuh dulu pernah ada masuk tv, cuman lupa dimana. pejabatnya muring-muring karena gubernurnya ga bisa nemenin waktu kunjungan. walopun udah diwakilin tetep aja mencak-mencak dan berasa ga dihargain...
|
|
#4
|
||||
|
||||
|
kaLo ada yg kayak gt Langsung di sebut namanya aja Pak ... Biar mereka tau ... Pejabat bukan untuk gaya2nan dan giLa Hormat
__________________
|
|
#5
|
||||
|
||||
|
kebanyakan belagu nya sih emang......
|
|
#6
|
||||
|
||||
|
mantab maning deh,,,,
![]()
|
|
#7
|
||||
|
||||
|
"gila hormat",. napa ga sekalian "gila tuh orang".,.
|
|
#8
|
||||
|
||||
|
mantap deh pak mahfud md ... semoga pendirian anda tidak tergoyahkan
|
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|