VIVAnews Forums
Welcome to VIVAforum!
If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed. To start viewing messages, select the forum that you want to visit from the selection below.


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 6 September 2010, 22:50
Nuno21's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 1,122
Thanks: 1
Thanked 16 Times in 16 Posts
Nuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top member
Default Pasar Ngasem (Pasar Satwa di Jogja)

Pasar satwa di Jogja yang cukup terkenal yaitu pasar ngasem ternyata sudah pindah, aq tahu setelah tahun ini mengunjungi pasar ngasem, sekarang pindah ke taman Pasty. Walau mungkin terkesan lebih elit tetapi pasar satwa tersebut tetap masih lebih khas bila tetep di ngasem seperti dulu...
Gimana menurut pendapat temen2?????
Reply With Quote
  #2  
Old 9 September 2010, 05:41
Nuno21's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 1,122
Thanks: 1
Thanked 16 Times in 16 Posts
Nuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top member
Default

Berikut profile pasar ngasem saat masih di tempat lama....

Sekilas Pasar Ngasem

Suatu keharusan untuk mengunjungi pasar ngasem, apabila anda telah mengunjungi Kraton Yogyakarta, karena lokasi pasar ngasem yang dekat sekitar 400 meter barat Kraton. Mengapa begitu penting untuk berkunjung ke pasar ngasem?? karena anda akan tahu, selain kuda sebagai alat transportasi dan keris sebagai senjata pada jaman dulu, disini anda akan mengetahui bahwa burung ada di tingkat ketiga untuk pengukur status sosial seseorang.

Untuk anda para pecinta hewan peliharan, pasar ngasem memang paling cocok untuk anda kunjungi jika anda sedang berada di Yogyakarta. Karena tak hanya berbagai jenis burung yang di jual disini, berbagai jenis hewan pun terjual disini, seperti berbagai jenis ular, dari ular sawah, ular kobra, sampai ular import juga ada disini. Dan tak hanya itu, di sini juga dijual hewan peliharaan lain seperti, ikan hias, anjing, kucing, ayam, angsa, kura-kura, bahkan kelelawar besar (kalong) juga di jual disini.
Kisaran Harga di Pasar Ngasem

Hewan-hewan yang di jual pun bervariasi. Misalnya jika anda ingin membeli burung jenis kenari. Untuk sepasang kenari lokal, di pasar ngasem di jual mulai dari harga Rp100.000-Rp200.000, dan untuk kenari import di jual mulai dari harga Rp250.000,- untuk hewan yang lain seperti seekor iguana kecil dijual dengan harga Rp.75.000. Di pasar ngasem juga menjual berbagai kelengkapan untuk memelihara hewan peliharaan seperti kandang, makanan hewan dan berbagai aksesoris lain.

Jika anda lelah berkeliling-keliling pasar ngasem, di pasar ngasem juga menyediakan jajanan pasar seperti gethuk, lupis, cenil, thiwul, dan jenang gempol (terbuat dari tepung beras yang dipadu dengan kuah dari santan dan sirup gula jawa).
TIPS dan TRIK untuk Bertransaksi di Pasar Ngasem

Jika anda mengunjungi pasar ngasem, ada baiknya untuk datang di pagi hari sekitar pukul 8 pagi. Ataupun di sore hari sekitar pukul 5 sore. Selain untuk menghindari panasnya sinar matahari, disarankan untuk mengunjungi pasar ngasem pada jam-jam itu karena jika pagi hari anda akan memperoleh hewan-hewan yang baru di dapat dari alam, otomatis harga lebih murah. Dan untuk di sore hari pun juga begitu, karena pedagang ingin membereskan dagangannya, dan sebaiknya anda datang di saat itu karena harga yang di tawarkan bisa jauh lebih murah.

Satu lagi yang harus anda ketahui jika anda ingin bertransaksi di pasar ngasem. Saat berkunjung atau saat ingin membeli hewan di pasar ngasem sebaiknya anda menggunakan bahasa daerah (jawa) untuk menghindari kecurangan dari pedagang yang nakal.

Alamat : Jln.Taman Yogyakarta Kota/Kraton (sebelah wisata Tamansari)

Sekian beberapa tips dan panduan jika anda ingin bertransaksi di Pasar Ngasem.;)
Reply With Quote
  #3  
Old 9 September 2010, 05:44
Nuno21's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 1,122
Thanks: 1
Thanked 16 Times in 16 Posts
Nuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top member
Default



Salah satu foto pasar ngasem di lokasi lama.....
Reply With Quote
  #4  
Old 9 September 2010, 05:48
Nuno21's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 1,122
Thanks: 1
Thanked 16 Times in 16 Posts
Nuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top member
Default

"Farewell Party" Pedagang Burung Pasar Ngasem Yogyakarta
Minggu, 11 April 2010 | 16:43 WIB
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pasar Burung Ngasem Yogyakarta akan dipindah mulai 22 April 2010. Jelang kepindahan, Kampoeng Boedaja Tamansari (KBT) menggelar kegiatan budaya yang bertajuk Bird Market Farewell Party yang diikuti ratusan pedagang burung di pasar tersebut.

Ketua KBT, Kompi Setyoko menjelaskan kegiatan yang terbuka ini ingin memunculkan romantisme keberadaan Pasar Burung Ngasem. Romantisme ditunjukkan melalui merekam gambar, atau hanya sekedar menghadiri. Beragam kegiatan yang digelar diantaranya melukis bersama dan membatik.

"Adanya respon yang luar biasa dari Pemkot Yogyakarta dan rekan-rekan seniman, menjadikan kami lebih percaya diri untuk menggelar even hari ini," ujar Kompi, Minggu (11/4/2010). Acara yang juga dihadiri Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto, ini menyisipkan kegiatan melukis disudut pasar dengan potret kegiatan pasar di atas kanvas.

Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto menyatakan pemindahan Pasar Burung Ngasem ke kawasan Dongkelan secara resmi akan berlangsung 22 April 2010. Prosesi atas pemindahan akan digelar dalam bentuk kirab budaya. Walikota juga mengaku akan menyampaikan rencana pemindahan dan kesiapan kepada Gubernur DIY Sultan Hamengku Bowuno X selaku gubernur, Senin (12/04/2010) besok.

Mengenai konsep pasar Dongkelan, Herry menyakini Pasar Dongkelan bakal menjadi lokasi bagi hobiis Yogyakarta pecinta tanaman dan hewan. "Konsepnya itu pasar berwawasan lingkungan, pasar dalam taman, bagian dari tempat rekreasi keluarga," ujar Herry.(RADIO SONORA/RICO)
Reply With Quote
  #5  
Old 9 September 2010, 05:52
Nuno21's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 1,122
Thanks: 1
Thanked 16 Times in 16 Posts
Nuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top member
Default

Selamat Tinggal Pasar Burung Ngasem

Pasar Burung Ngasem, Yogyakarta. TEMPO/Arif Wibowo

TEMPO Interaktif, Yogyakarta - "Ayo konco-konco. Kita pindah neng Dongkelan.” Suara Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta, Achamd Fadli menggelegar di tengah ribuan massa yang berkerumun di pasar Ngasem, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Menunggang kuda, berpakaian tradisional lengkap dengan blangkon, beskap, dan jarit, Fadli memimpin arak-arakan budaya ini dalam acara boyongan dari Pasar Ngasem ke Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY) Dongkelan. Para pedagang yang jumlahnya 287 orang sudah siap di dalam andong lengkap dengan pakaian tradisional menyambut ajakan Fadli dengan gegap gempita. “Ayo.” Arakan budaya ini pun berjalan.

Dengan kepindahan pasar pada hari ini, Kamis, (22/4), maka sejarah Pasar Burung Ngasem di kawasan Tamansari, Kecamatan Keraton tinggal kenangan. Rencananya, pasar ini akan dibangun pusat kuliner dan cindramata, dilengkapi panggung pertunjukan terbuka dengan berlatar belakang Pulau Cemeti.

Ribuan warga ikut menyaksikan boyongan yang diarak dengan 50-an andong dari Pasar Ngasem Dongkelan, yang berjarak kurang lebih satu kilometer. Beberapa masyarakat menitikkan air mata, sedih. “Pasar burung sudah ngancani (menemani) kami puluhan tahun,” kata Sulasmi, pedagang sayur Pasar Ngasem yang bertetangga dengan pasar burung. Matanya berkaca-kaca saat menceritakan ini.

Bukan tanpa sebab, pasar Ngasem begitu mengena di hati masyarakat Yogyakarta. Padahal lokasi pasar ini begitu sumpek, kumuh, dan sempit.

Ketua Komunitas Kampoeng Boedaja Taman Sari, Kompi Setyoko bersama komunitasnya sampai harus mengadakan berbagai acara guna mengungkapkan rasa kehilangan masyarakat di sekitar pasar burung.

Mereka mengadakan acara melukis bersama anak-anak dan para seniman Yogyakarta. “Keberadaan pasar dengan komunitas Taman Sari telah melahirkan romantisme yang mendalam,” katanya. Ini lantaran, menurut Kompi, sudah lebih dari 50 tahun keberadaan masyarakat dan pasar Burung berjalan beriringan.

Kompi bercerita, nilai sejarah Pasar Burung Ngasem tak lepas dari seniman-seniman besar asal Yogyakarta. Sebagai contoh, seniman Yogyakarta yang pernah kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI Yogyakarta) pasti pernah melukis di pasar ini sebagai tugas belajar. “Tanya saja seniman Yogyakarta pasti pernah bikin sketsa di Pasar Burung Ngasem,”ujar Kompi.

Mantan alumni ASRI yang juga anggota KBT, Bambang Sukono membenarkan ini. “Saya dulu juga bikin sketsa di Pasar Burung ini,” katanya. Menurut Bambang, Pasar Burung Ngasem memiliki sisi artistik yang baik untuk tugas belajar. Mahasiswa semester akhir WM Hendrix mengakui bahwa tugas belajar membuat sketsa masih dilakukan di Pasar Ngasem hingga saat ini. "Setiap semester kan kami harus menggambar 500-an sketsa," katanya.

Kartika Affandi pun mengakui hal ini. Dia mengakui, pada tahun 1970-an bersama ayahnya, Affandi, Kartika mengaku sering melukis bersama. Sayangnya, seiring dengan membludaknya para pedagang burung dan satwa lainnya, Kartika menilai pasar ini sudah kehilangan nilai artistiknya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Burung Ngasem, Konsep Giyatmo, bahkan berani mengklaim satu-satunya pasar burung yang dikunjungi turis hanyalah Pasar Burung Ngasem. “Ini karena obyek wisatanya sudah satu paket Malioboro-Keraton-Pasar Burung Ngasem-Tamansari,” ujarnya. Menurut Giyatmo, pasar burung sudah menjadi ikon pariwisata Yogyakarta.

Jika dikaitkan dengan ikon pariwisata, sebetulnya dia menyayangkan kepindahan pasar ini. Namun karena niat baik pemerintah ingin menata pasar lebih modern, luas, dan baik, maka pedagang pasar menyetujui ini.

Tak jelas memang kapan Pasar Burung Ngasem mulai ada di Kota Yogyakarta. Konon usia pasar burung sudah ratusan tahun. Namun, pelukis Djoko Pekik membantah mentah-mentah. Menurut dia, pasar burung Ngasem dulunya berada di sebelah timur Pasar Beringharjo. “Skitar tahun 1968 bpindah h ke Ngasem.Jadi bohong kalau usianya ratusan tahun,” kata alumni Akademi Seni Rupa Indonesia (ASR

Meski menimbulkan ganjalan sebagian orang, namun kepindahan Pasar Burung Ngasem ini tanpa menimbulkan gejolak sosial. Bahkan, pemindahan ini juga mendapat apresiasi positif dari turis. Thomas Schowaski, turis asal Jerman, takjub dengan pemindahan pasar yang diwarnai atraksi budaya. “Apakah setiap pemindahan ada acara besar seperti sekarang ini,” tanya Thomas.

Hanya saja bagi Thomas, pindahnya pasar burung ini bisa mengurangi keunikan pariwisata di Yogyakarta. “Di buku pariwisata lonely planet pasar burung ini sudah terkenal dan menyatu dengan Tamansari,” katanya.
Reply With Quote
  #6  
Old 9 September 2010, 06:01
Nuno21's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 1,122
Thanks: 1
Thanked 16 Times in 16 Posts
Nuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top member
Default



Pasar Ngasem Yogyakarta Direlokasi
Nusantara / Selasa, 20 April 2010 16:18 WIB

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pasar Ngasem Kota Yogyakarta direlokasi. Sedikitnya 228 pedagang burung di pasar tersebut dipindahkan ke lokasi baru dengan nama Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) di Jalanl Bantul Km 1 Yogyakarta.

Ritual perpindahan itu akan dilakukan pada Kamis (22/4) diramaikan dengan acara kirab budaya.

"Kami berikan tempat yang lebih baik dan nanti akan dikembangkan sebagai pusat wisata satwa dan tanaman hias," kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Ahmad Fadli, Selasa (20/4).

Menurutnya, di pasar yang baru dengan konsep sebagai pasar ramah lingkungan itu juga sudah dibangun tiga unit komposer untuk mengolah limbah kotoran satwa menjadi pupuk organik. Upaya itu dilakukan bekerja sama dengan Dinas Lingkuhan Hidup setempat.

"Kami berharap di lokasi yang baru nanti keadaan pedagang akan lebih baik. Kami akan lakukan acara hiburan rutin untuk menarik simpati masyarakat datang ke lokasi pasar yang baru itu. Kami yakin perpindahan pasar ini akan sukses," katanya.

Fadli mengungkapkan, pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas pasar. Di pasar satwa itu pihaknya juga melakukan pengawasan agar tidak ada pedagang yang menjual satwa langka yang dilindungi. (MI/ICH)
Reply With Quote
  #7  
Old 10 September 2010, 13:53
radnaksi's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Dec 2008
Location: lapas batu nusakambangan
Posts: 1,200
Thanks: 12
Thanked 45 Times in 11 Posts
radnaksi super top memberradnaksi super top memberradnaksi super top memberradnaksi super top memberradnaksi super top memberradnaksi super top memberradnaksi super top memberradnaksi super top memberradnaksi super top memberradnaksi super top memberradnaksi super top member
Default

Padahal lebih bagus saat kalau pasar ngasem tetep di sekitar taman sari....lokasi pasar satwa yang baru jauh banget ya......gw belum pernah kesana.....maklum gak suka beli satwa sehh.....
__________________
FIORENTINA FANS CLUB INDONESIA [FFCI]
http://www.acffiorentina.web.id

[SIGPIC][/SIGPIC]
Reply With Quote
  #8  
Old 12 September 2010, 01:15
Nuno21's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 1,122
Thanks: 1
Thanked 16 Times in 16 Posts
Nuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top member
Default

Quote:
Originally Posted by radnaksi View Post
Padahal lebih bagus saat kalau pasar ngasem tetep di sekitar taman sari....lokasi pasar satwa yang baru jauh banget ya......gw belum pernah kesana.....maklum gak suka beli satwa sehh.....
Pasar yang sekarang mungkin bagus tempatnya tapi gak meriah seperti pasar yang lama bro...aq masih suka pasar ngasem yang lama.......sekarang lokasi nya jauh dari keraton....
Reply With Quote
  #9  
Old 14 September 2010, 20:39
Nuno21's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 1,122
Thanks: 1
Thanked 16 Times in 16 Posts
Nuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top member
Default



Pasar Ikan Hias di Ngasem

Pasar Ngasem selain dikenal sebagai salah satu pasar tradisional di Yogyakarta, memang cenderung identik dengan pasar hewan (lebih spesifik lagi, pasar burung). Tapi, banyak pula yang menjadikan Pasar Ngasem ini sebagai salah satu alternatif untuk mereka yang ingin memiliki koleksi peliharaan ikan hias.

Tidak ada yang ingat betul kapan para pedagang ikan hias mulai ada di pasar ini. Seingat saya, 15 tahun yang lalu pedagang sudah mulai berjualan disini. Sampai sekarang. Ada sedikit perubahan dimana sekarang tidak ada lagi penjual ikan mas yang menggunakan kotak kayu dilapis plastik. Tapi, sekarang ini koleksi ikan hias disini bisa dikatakan cukup lengkap.

Ikan hias mulai dari yang murah sampai yang mahal bisa ditemui disini. Tidak hanya itu, saat ini (Juli 2007), sedang mulai banyak yang menjual kura-kura. Hiasan untuk akuarium yang beraneka ragam juga ditawarkan disini. Mugkin bisa dikatakan ini salah satu pasar ikan hias yang memberikan banyak alternatif. One-stop shopping.

Jika ingin membeli ikan hias disini, berikut beberapa informasi yang semoga bermanfaat:

* Pasar ikan hias ini mulai ramai pukul 09.00 sampai dengan sore hari pukul 15:00. Sore hari, tempat ini akan tutup.
* Tidak ada harga yang tertera untuk setiap produk (ada harga yang tercantum untuk beberapa produk akuarium)
* Anda bisa menawar ikan hias atau binatang lain yang dijual. Tapi tentu saja kadang hanya untuk ikan hias tertentu saja. Untuk aksesories yang kecil-kecil, rata-rata memiliki harga pas.

Nah, tertarik mengkoleksi ikan hias tapi sama sekali belum memiliki koleksi atau bahkan akuariumnya? Datang saja kesana!
Reply With Quote
  #10  
Old 14 September 2010, 20:48
Nuno21's Avatar
Silver Member
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 1,122
Thanks: 1
Thanked 16 Times in 16 Posts
Nuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top memberNuno21 super top member
Default

Salah satu foto pasar Ngasem....

Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On



All times are GMT +7. The time now is 21:01.